Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Nota Pembelaan Belum Siap, Sidang Soejono Candra Ditunda

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 22:02
  • / 14 Rabiul Uula 1439
Nota Pembelaan Belum Siap, Sidang Soejono Candra Ditunda
OKOH : Musaiyana

Memontum Subaraya–Sidang  Perkara Penipuan dan Penggelapan atas terdakwa Soejono Candra di Pengadilan Negeri Surabaya kembali di gelar di R Garuda Pengadilan Negeri Surabaya. Sayangnya sidang tersebut tidak bisa dilanjutkan lantaràn kuasa hukum terdakwa belum siap atas nota pembelaan atau pledoi.

 

“Penundaan sidang tersebut disebabkan kuasa hukum terdakwa belum siap dengan nota pembelaan atau pledoi yang rencana nya yang akan dibacakan hari ini,”tutur Cathrine Jaksa penuntut umum, Kejari Tanjung Perak.

 

Proses persidangan terdakwa Soejono Candra telah ditarik ulur hingga memakan waktu lebih dari lima bulan. Dari informasi yang dikumpulkan wartawan pemeriksaan sidang terdakwa Kasus penipuan itu dimulai tanggal 09 Mei 2017 dengan agenda pembacaan dakwaan.

 

Setelah gelar sidang pengajuan eksepsi tanggal 24 Mei 2017, Ketua Majelis Hakim yang diketuai Ane Rusina mengubah Status tahan Terdakwa yang semula berstatus sebagai tahanan Rutan atau tahanan negara berubah menjadi tahan kota atau tahanan rumah.

 

Penetapan pengalihan status tahanan kota itu dibacakan Hakim Ane tanggal 30 Mei 2017. Setelah Majelis mendapat surat rekomendasi dari dokter Arifin bahwa Terdakwa mengidap penyakit hipertensi.

 

Kemudian, agenda sidang pembacaan tuntutan digelar dengan jedah waktu selama 4 bulan kemudian, yakni tanggal 16 November 2017.

 

Molornya proses persidangan Kasus penipuan di duga telah melanggar SOP Persidangan,sayangnyà  oleh Humas PN Surabaya Sigit Sutriono, tidak di permasalahkan.

 

Menurut Sigit, lamanya proses persidangan itu bisa diterima atau dimaklumi apabila penundaan itu didasari dengan alasan pembenar yang sah.

 

” Walaupun itu lebih dari 6 bulan kalau itu memenuhi alasan hukum yang sah tidak apa” terang sigit.

 

Terakait perkataan Hakim Anne yang mengatakan kepada wartawan. “Apa Kata Saya Karena Saya Hakimnya” perkataan  tersebut tidak dibenarkan oleh hakim Sigit, mungkin hakim Anne ada masalah lain,”jelas Hakim Sigit kepada wartawan.

 

Perkara penipuan dan Penggelapan tersebut berawal dari terdakwa Sojono Candra yang berniat meminjam uang pada saksi korban, Lie Soekoyo.2004 silam, Dengan Alasan bahwa rumahnya bakal segera disita oleh pihak Bank Artha Graha, kalau tidak segera melunasi hutang-hutangnya, namun korban tidak mau kalau hanya meminjami uang.

 

Akirnya terdakwa menjual rumahnya yang beralamat di Perum Unimas blok. C, Waru Sidoarjo. kepada korban Lie Soekoyo Dengan kesepakatan harga sebesar 660 Juta rupiah. Dengan sarat, bahwa terdakwa meminta terhadap Korban untuk tidak menjual rumah tersebut kepada pihak lain sampai dengan jangka waktu dua tahun, Karena beralasan akan dibeli kembali oleh terdakwa.

 

Atas alasan tersebut korban merasa kasihan lantas mengiyakan. Sesampainya batas waktu yang dijanjikan. terdakwa tak kunjung membeli rumah yang sudah ia jual tersebut, sampai Akirnya tanggal 29 November 2006 korban mendatangi terdakwa untuk mengesahkan Jual beli Karena tidak bisa menepati janji – janji harapannya untuk kembali membeli rumah yang pernah ia jual tersebut.

 

Timbullah Akte pernyataan Jual beli Nomer 9 tahun 2006 yang disertai akte kuasa jual Nomer 10 tahu 2006, antara Soejono Candra kepada Lie Soekoyo dihadapan Notaris Sugiharto. tak hanya itu, untuk Mengosongkan rumah tersebut juga tertuang dalam akte Nomer 11 tahun 2006 bahwa Soejono Candra juga telah menerima uang sebesar 25 juta, untuk biaya pengosongan rumah.

 

Sampai batas waktu yang dijanjikan yakni 30 November 2006 terdakwa tidak segera Mengosongkan rumah sehingga korban merasa dirugikan sebesar 685 juta.

 

Korban pun Akirnya melaporkan perkara tersebut ke Polrestabes Surabaya, bahkan sampai kasus ini bergulir dipersidangan. korban masih belum bisa menguasai akan obyek rumah yang dalam pandangan hukum sudah sah ia beli.

 

Terpisah, istri terdakwa yakni yen jet ha, Mengklaim kalau suaminya tersebut tidak pernah menjual rumah yang dimaksud dalam akte jual beli, dengan berdalih bahwa akte tersebut adalah akte kerja sama usaha alat berat buldoser.

 

Tak hanya itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya pernah melakukan upaya hukum praperadilan akan status tersangka yang pernah disematkan oleh penyidik Polrestabes Surabaya pada terdakwa Soejono Candra.

 

Kendati demikian, upaya hukum praperadilan tersebut kandas setelah Hakim memutuskan bahwa penetapan tersangka pada Soejono Candra adalah sah. Sesuai dengan prosedur hukum. Karena unsur pidana pada pasal 378 KUHP yang diterapkan oleh penyidik berikut bukti-bukti sudah terpenuhi. (sri/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional