Memontum.Com

POLITEKNIK NEGERI MALANG
space ads post kiri

Pemilik Toko Protes Pembangunan Bedak Baru di Pasar Baru Kota Probolinggo

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 18:44
  • / 28 Muharram 1439
  • Dibaca : 231 kali
Pemilik Toko Protes Pembangunan Bedak Baru di Pasar Baru Kota Probolinggo
Bangunan kontruksi penambahan bedak yang di protes pemilik toko. (pix)

Memontum Probolinggo Rencana penambahan bedak ukuran 2 m x 3 m yang di tempatkan di Jl Cut Nyak Dien Kota Probolinggo, untuk tempat pedagang yang akan di relokasi di protes oleh pemilik toko yang sudah lama berjualan di situ merasa mematikan usahanya, Kamis (18/10/2017).

 

Lokasi bedak yang sudah terpasang kontruksinya tersebut berada jalan barat pasar Baru. Dengan ukuran 2 x 3 meter, dibagi dua dengan jalan berada tengahnya selebar 2 meter untuk akses pembeli.

 

Dari perencanaan pembuatan bedak tersebut akan di bangun 208 lapak dengan menyerap anggaran sekitar Rp 900 juta. Sementara sisi barat tetap dibuka untuk pengendara dan pejalan kaki.

 

uasana macet karena adanya kontruksi bedak di tengah jalan. (pix)

uasana macet karena adanya kontruksi bedak di tengah jalan. (pix)

 

Dengan adanya kontruksi besi ini mengakibatkan kemacetan yang sangat padat. Pengerjaan kontriksi bedak ini sudah dikerjakan dari arah utara ke selatan. Pembangunan kontruksi ini sudah berlangsung sejak Senin (18/9/2017) lalu hingga Kamis (19/10/2019) terlihat sudah ada tiga kelompok berisi 36 bedak di dua los, dan 42 lapak pada los lainnya.

 

“Kalau posisinya seperti itu, jelas akan mengganggu bagi pemilik toko yang di sebelah timur,” ujar Edi Susanto, pemilik toko.

 

“Jangankan pembeli, kami yang pemilik toko pasti kesulitan untuk masuk ke toko, ditambah lagi ketika bongkar muat barang. Kami bukannya menolak, tapi bagaimana ada akses bagi pedagang lainnya,” tambahnya.

 

Edi dan pemilik toko lainnya kawatir karena proses pembangunan pasar baru belum diketahui kapan dilaksanakan. Sehingga, kondisi itu diprediksi akan terjadi berbulan bulan dan berakibat mematikan usaha mereka.

 

“Kalau cuma satu-tiga bulan, kami gak mempermasalahkan. Pembangunannya kapan juga belum diketahui. Lah kalau kayak ini usaha kami bisa mati, dan saya harap pemerintah bisa memperhatikan masalah ini,” lanjutnya.

 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP), Gatot Wahyudi mengatakan, terkait keluhan pedagang itu, Pemkot akan mengumpulkan pihak terkait.

 

“Pembangunan lapak relokasi dilakukan Dinas PU. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan satker terkait dan polres untuk mencari solusinya,” ujarnya.

 

Terkait pembangunan pasar Baru, ia mengatakan tidak sekaligus, tetapi bertahap atau pembangunan multi year dengan anggaran sekitar Rp 37 miliar.

 

“Dana sebesar 37 M itu selain untuk pembangunan pasar, sekaligus digunakan biaya relokasi beserta lapaknya. Ada sekitar 450 lebih pedagang yang akan direlokasi ke bedak yang sekarang di bangun,” tambahnya.

 

Dari hasil rapat di ruang Kepala Dinas Perhubungan kota Probolinggo hari ini juga diputuskan untuk bangunan kontriluksi bedak berbahan besi dan kanal U tersebut akan di geser 1 meter ke barat agar ada akses jalan. (pix/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional