Connect with us

Probolinggo

Pemilik Toko Protes Pembangunan Bedak Baru di Pasar Baru Kota Probolinggo

Diterbitkan

||

Bangunan kontruksi penambahan bedak yang di protes pemilik toko. (pix)

Memontum Probolinggo Rencana penambahan bedak ukuran 2 m x 3 m yang di tempatkan di Jl Cut Nyak Dien Kota Probolinggo, untuk tempat pedagang yang akan di relokasi di protes oleh pemilik toko yang sudah lama berjualan di situ merasa mematikan usahanya, Kamis (18/10/2017).

 

Lokasi bedak yang sudah terpasang kontruksinya tersebut berada jalan barat pasar Baru. Dengan ukuran 2 x 3 meter, dibagi dua dengan jalan berada tengahnya selebar 2 meter untuk akses pembeli.

 

Dari perencanaan pembuatan bedak tersebut akan di bangun 208 lapak dengan menyerap anggaran sekitar Rp 900 juta. Sementara sisi barat tetap dibuka untuk pengendara dan pejalan kaki.

 

uasana macet karena adanya kontruksi bedak di tengah jalan. (pix)

uasana macet karena adanya kontruksi bedak di tengah jalan. (pix)

 

Dengan adanya kontruksi besi ini mengakibatkan kemacetan yang sangat padat. Pengerjaan kontriksi bedak ini sudah dikerjakan dari arah utara ke selatan. Pembangunan kontruksi ini sudah berlangsung sejak Senin (18/9/2017) lalu hingga Kamis (19/10/2019) terlihat sudah ada tiga kelompok berisi 36 bedak di dua los, dan 42 lapak pada los lainnya.

 

“Kalau posisinya seperti itu, jelas akan mengganggu bagi pemilik toko yang di sebelah timur,” ujar Edi Susanto, pemilik toko.

 

“Jangankan pembeli, kami yang pemilik toko pasti kesulitan untuk masuk ke toko, ditambah lagi ketika bongkar muat barang. Kami bukannya menolak, tapi bagaimana ada akses bagi pedagang lainnya,” tambahnya.

 

Edi dan pemilik toko lainnya kawatir karena proses pembangunan pasar baru belum diketahui kapan dilaksanakan. Sehingga, kondisi itu diprediksi akan terjadi berbulan bulan dan berakibat mematikan usaha mereka.

 

“Kalau cuma satu-tiga bulan, kami gak mempermasalahkan. Pembangunannya kapan juga belum diketahui. Lah kalau kayak ini usaha kami bisa mati, dan saya harap pemerintah bisa memperhatikan masalah ini,” lanjutnya.

 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP), Gatot Wahyudi mengatakan, terkait keluhan pedagang itu, Pemkot akan mengumpulkan pihak terkait.

 

“Pembangunan lapak relokasi dilakukan Dinas PU. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan satker terkait dan polres untuk mencari solusinya,” ujarnya.

 

Terkait pembangunan pasar Baru, ia mengatakan tidak sekaligus, tetapi bertahap atau pembangunan multi year dengan anggaran sekitar Rp 37 miliar.

 

“Dana sebesar 37 M itu selain untuk pembangunan pasar, sekaligus digunakan biaya relokasi beserta lapaknya. Ada sekitar 450 lebih pedagang yang akan direlokasi ke bedak yang sekarang di bangun,” tambahnya.

 

Dari hasil rapat di ruang Kepala Dinas Perhubungan kota Probolinggo hari ini juga diputuskan untuk bangunan kontriluksi bedak berbahan besi dan kanal U tersebut akan di geser 1 meter ke barat agar ada akses jalan. (pix/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Wali Kota Serahkan Penghargaan Keltana

Diterbitkan

||

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, menyerahkan penghargaan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) kepada Kelurahan Sukoharjo.
Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, menyerahkan penghargaan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) kepada Kelurahan Sukoharjo.

Memontum Kota Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, menyerahkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (20/10) tadi. Penghargaan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) tingkat Pratama Provinsi Jatim itu, diberikan kepada Kelurahan Sukoharjo.

Wali Kota Probolinggo, dalam pemberian penghargaan tersebut, berharap agar prestasi itu bisa diikuti kelurahan lain.

“Kepada Kalaksa BPBD, Pak Gito (Sugito Prasetyo), semua kelurahan di Kota Probolinggo, harus bisa siap seperti Sukoharjo. Semua harus menjadi Kelurahan Tangguh Bencana,” pesan Wali Kota, Habib Hadi, dalam penyerahan penghargaan yang dilakukan di Aula Kelurahan Sukoharjo di Jalan Lumajang.

Masih menurut Habib Hadi, Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) adalah kelurahan yang memiliki kemandirian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Serta, mampu memulihkan diri dengan cepat setelah bencana terjadi.

“Alhamdulillah, Kelurahan Sukoharjo sudah membuktikan warganya terlibat dalam berperan aktif dalam kebencanaan. Mudah-mudahan, ini bisa ditiru kelurahan lain di Kota Probolinggo. Karena semangat kebersamaan inilah, kunci dari keberhasilan,” imbuh Habib Hadi.

Wali kota pun mengapresiasi warga dan seluruh elemen di Kelurahan Sukoharjo, yang terlibat atas kesuksesan ini. Piala dan penghargaan yang diterima di Grahadi, akhirnya diserahkan kepada Lurah Sukoharjo dan Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB).

“Penghargaan ini sebagai spirit saling bahu membahu untuk Kota Probolinggo. Tentunya, pada masing-masing kelurahan punya potensi, tantangan dan rintangan. Maka, jadikan itu sebagai semangat tapi jangan terlena karena ada hal-hal yang harus diantisipasi,” jelasnya. (kom/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Probolinggo

Para Pejabat Pemkot Senam Cerdik di Bunderan Glaser

Diterbitkan

||

Para pejabat di kalangan Pemkot bersama sejumlah pegawai melakukan olah raga senam cerdik di bunderan Gladak Serang (Glaser), Senin (19/10/2020).
Para pejabat di kalangan Pemkot bersama sejumlah pegawai melakukan olah raga senam cerdik di bunderan Gladak Serang (Glaser), Senin (19/10/2020).

Memontum Probolinggo – Dalam mengedukasi masyarakat supaya lebih rajin berolahraga di masa pandemi Covid 19, Pemkot Probolinggo mempunyai cara tersendiri. Seperti yang terlihat tadi pagi, nampak para pejabat di kalangan Pemkot bersama sejumlah pegawai melakukan olah raga senam cerdik di bunderan Gladak Serang (Glaser), Senin (19/10/2020).

Bunderan Glaser merupakan salah satu ikon baru Kota Probolinggo. Banyak masyarakat yang beraktifitas disana, seperti jogging, jalan santai, nongkrong hingga jadi titik kumpul para komunitas gowes.

“Manfaatkan Glaser untuk kegiatan positif. Kami senam disini karena banyak masyarakat yang melintas, harapannya bisa menjadi contoh agar mereka ikut senam untuk meningkatkan imun ditengah pandemi,” ajak Walikota.

Senam cerdik juga diikuti Sekda drg Ninik Ira Wibawati, para asisten, staf ahli, kepala OPD dan pegawai di OPD terdekat dari Glaser yaitu Dispenduk Capil dan DKUPP. Tak lupa, senam tersebut juga menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

“Senam cerdik yang dilakukan ditempat terbuka bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar,t idak hanya pada kalangan ASN saja. Sementara itu, di lingkungan Pemkot Probolinggo sendiri senam cerdik dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis,” terang Kepala Disdukcapil, Sukam. (geo/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler