Connect with us

Pemerintahan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Satpol-PP Pantau Ketersediaan Masker dan Datangi Masjid

Diterbitkan

||

Petugas Satpol-PP saat mengecek ketersediaan masker di Apotek
Petugas Satpol-PP saat mengecek ketersediaan masker di Apotek

Memontum Bangkalan – Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang saat ini banyak terjadi diberbagai daerah, Satpol-PP dan Linmas di Bangkalan terus mengawal protokol pencegahan penyebaran covid 19. Dalam pencegahan ini, diturunkan 7 tim yang terdiri dari 3 orang setiap timnya. Tim kemudian menyebar ke mushala dan masjid untuk membantu pengurus masjid menjemur dan menggulung karpet serta juga membersihkan lantai tempat tersebut.

“Jadi sebagai upaya pencegahan dari kami, kami mengajak seluruh takmir masjid dan pengurus mushala membersihkan lantai dan karpet, agar meminimalisir penyebaran virus tersebut,” ujar Kasatpol-PP, Irman Gunadi, Selasa (17/3/2020).

Tak hanya itu, petugas juga melakukan pengecekan langsung ke apotik untuk memantau ketersediaan masker dan juga handsanitizer. Dari berbagai apotik, hampir seluruhnya memiliki stok yang minim.

“Untuk di apotik, kami juga memantau agar tidak ada penimbunan masker. Sebab, jika hal itu dilakukan bisa masuk dalam ranah pidana,” tambahnya.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-undang nomer 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular. Dalam pasal 14 dan 15 tertuang ancaman pidana dan denda bagi seseorang yang menghalangi penanggulangan wabah penyakit menular.

Tak cukup sampai disitu, sesuai arahan bupati, pihaknya akan melakukan pemantauan secara terus menerus hingga 14 hari kedepan. Pihaknya berencana akan menyisir tempat ibadah lainnya dan juga wisata religi yang berpotensi adanya keramaian.

“Gereja dan tempat keramaian lain juga akan kami sisir. Dalam 14 hari ini, kami maksimalkan untuk melakukan upaya pencegahan tersebut ,” tandasnya.

Ia juga berharap, seluruh OPD berperan aktif dalam pencegahan ini. Termasuk untuk menyediakan handsanitizer dan sabun cuci tangan secara mandiri. (Isn/nhs/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Musfarina Thoriq Berharap Orang Tua Turut Awasi Anak Saat Belajar Secara Daring

Diterbitkan

||

oleh

Workshop Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Kabupaten Lumajang.
Workshop Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Kabupaten Lumajang.

Memontum Lumajang – Proses belajar mengajar yang berlangsung melalui daring di masa pandemi seperti saat ini menjadi perhatian Komisi Perempuan dan Remaja DP MUI Kabupaten Lumajang. Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq, secara rutin hadir di beberapa wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh organisasi perempuan bahwa masalah gadget bukan hanya anak dan guru, namun juga tanggung jawab orang tua

Hal itu disampaikan, Ning Farin, panggilan akrab Musfarina Thoriq saat membuka workshop Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Kabupaten Lumajang di Klakah, Sabtu (19/9/2020).

Ia berharap para orang tua turut mengawasi dan mendampingi pembelajaran daring, mengingat banyak konten yang belum pantas dilihat oleh anak-anak tersebar di internet dan mudah diakses.

“Didunia internet, banyak konten-konten yang tidak seharusnya dilihat oleh anak-anak kita. Karena itu, pengawasan dan pendampingan para orang tua sangat penting,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq

Dijelaskan, ada sisi positif dan negatif dalam pembelajaran daring, anak-anak tidak lagi mendapatkan pendidikan karakter, pendidikan sosial dan etika dengan baik, karena proses belajar dilakukan tidak dengan tatap muka.

Untuk itu, bersama KPR DP MUI Kabupaten Lumajang, Musfarina Thoriq fokus agar proses pendidikan ditengah masyarakat itu mendapat pendampingan langsung dari orang tua. Meskipun ada program Guru Sambang, namun waktu pembelajaran juga terbatas.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Klakah, Abdul Hamid sangat mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu memiliki nilai manfaat yang besar untuk keberlangsungnya pendidikan di Kabupaten Lumajang. (adi/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pertumbuhan Hotel dan Restoran Jadi Perhatian

Diterbitkan

||

oleh

BANGUN: Hotel Grand Kanjuruhan yang sekarang tengah proses pembangunan.
BANGUN: Hotel Grand Kanjuruhan yang sekarang tengah proses pembangunan.

Memontum Malang – Lambatnya pertumbuhan hotel dan lestoran di wilayah Kabupaten Malang, menjadi perhatian serius Bupati Malang, HM Sanusi. Maklum, lambatnya pertumbuhan dua bangunan yang mampu menampung sejumlah wisatawan itu, juga membawa dampak pada sektor pendapatan asli daerah (PAD).

“Jumlah hotel dan restoran di Kabupaten Malang, masih sangat kurang. Padahal, dari ke dua bangunan itu, akan menunjang sektor pendapatan asli daerah. Selain, tentunya menunjang untuk sektor kepariwisataan di Kabupaten Malang,” kata Sanusi saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan penyusunan rancangan induk kepariwisataan Kabupaten Malang, Jumat (18/9) kemarin.

Selama ini, tambahnya, Pemkab hanya mengandalkan pemasukan dari pajak objek wisata. Itu pun, sumbangsihnya juga masih sedikit untuk menambah sektor PAD. “Kita hanya menerima pajak porporasi dari karcis masuk objek wisata. Untuk nilainya, tidak seberapa besar,” tambahnya.

Menyikapi kondisi itu, Sanusi mengharap agar pertumbuhan itu terus digenjot. Sehingga, akan terus muncul dan berkembang. “Hotel Grand Kanjuruhan di Kepanjen, saat ini masih proses pembangunan. Hotel tersebut, menjadi satu-satunya harapan membantu sektor PAD. Apalagi, kamar hotel yang akan dibangun mencapai 600,” ujarnya. (mg2/sit)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Pengumuman Pendaftaran KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan KPU Kabupaten Trenggalek
Advertisement Tahapan Pilkada KPUBanyuwangi
Advertisement Iklan ucapan HUT RI Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler