Connect with us

Olahraga

Pekan Ketiga, Persela Belum Dapat Poin

Diterbitkan

||

Pekan Ketiga, Persela Belum Dapat Poin

Memontum Lamongan – Ahmad Bustomi mengaku sangat kecewa dengan hasil buruk yang didapat Persela Lamongan di laga pekan ketiga Liga 1 2020, Jumat (13/3/2020) lalu. Sebab, Persela harus kembali menelan kekalahan dari lawannya. Persela kalah dengan skor 2-1 dari Borneo FC pada laga di Stadion Segiri, Samarinda. Dua gol Borneo FC dicetak Wildansyah dan Titus Bonai. Gol balasan Persela dicetak Ady Setiawan.

“Saya mewaliki teman-teman meminta maaf pada seluruh suporter Persela Lamongan yang datang ke stadion maupun yang menonton di televisi karena sampai pekan ketiga kita belum mendapat poin,” ucap Ahmad Bustomi.

Persela kini tidak dalam kondisi yang baik. Dari tiga laga yang sudah dilalui di Liga 1 202p, Laskar Joko Tingkir selalu kalah. Namun, Ahmad Bustomi memastikan Persela belum ingin menyerah begitu saja.

“Kita harus bekerja keras semuanya, dari staf pelatih, pemain dan manajemen. Saya minta doanya untuk masyarakat Lamongan di mana pun berada,” kata mantan pemain timnas Indonesia tersebut.

Sementara itu, pelatih Nilmaizar menyebutkan beberapa alasan di balik kekalahan Persela atas Borneo FC. Pelatih berusia 50 tahun tidak ingin faktor hanya tampil dengan satu pemain asing sebagai penyebabnya.

“Saya tidak mau bilang begitu. Tetapi dari potensi yang ada masyarakat juga bisa menilai bagaimana progres dari Persela. Saya tidak bisa bilang pemain ini tidak punya kualitas,” kata Nil Maizar. Selasa, (17/3/2020).

Nil Maizar menambahkan, secara teknis, ada beberapa kendala yang dihadapi Persela. Khususnya di babak pertama. Dia menyebut para pemain tidak mampu melakukan transisi bertahan ke menyerang dengan cepat sehingga sulit keluar dari tekanan.

“Harusnya kita dapat bola langsung attack, tetapi ketika kita dapat bola masih kanan kiri dan gelandang tetap bertahan di belakang sehingga bola tidak jalan ke depan. Salah passing, kontrol, dan kita macet,” kata Nil Maizar.

“Di babak kedua kita mengubah mainset dan terus mencari gol,” tutup Nil Maizar. (dc/zen/yan)

 

Olahraga

Manajemen Persik Liburkan Pemain

Diterbitkan

||

Sikapi pengunduran jadwal liga

Memontum Kediri – Manajemen tim Persik Kediri, meliburkan latihan tim selama 11 hari. Langkah cepat itu dilakukan, sebagai respon surat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), bahwa status Kompetisi Liga 1, ditunda selama sebulan. Rencananya, libur latihan pemain akan dimulai pada Kamis (1/10) hingga 11 Oktober mendatang.

Presiden Klub Persik, Abdul Hakim Bafagih, mengungkapkan bahwa PT LIB sudah menyampaikan kepada klub, soal status kompetisi musim ini. Karena tidak mendapatkan izin keramaian, operator liga memutuskan menunda kompetisi selama sebulan.

Sementara, tambahnya, kapan kejelasan liga akan dimulai kembali, juga masih belum ada. Karena alasan itulah, manajemen memilih untuk meliburkan aktivitas tim sementara waktu.

“Kami mempertimbangkan efektivitas latihan. Di sisi yang lain, kami juga mempertimbangkan kompetisi yang belum ada jaminan kapan akan dilanjutkan,” ujarnya.
Selama libur, Hakim menambahkan, sudah meminta kepada jajaran pelatih, pemain dan ofisial, untuk selalu menjaga kebugaran dan imunitas tubuh. Atau, tetap melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing.

“Harapan saya, segera ada kejelasan soal kelanjutan kompetisi dari PT LIB. Sebab, hal tersebut menyangkut keberlangsungan aktivitas klub dan program latihan dari tim pelatih,” jelasnya. (kdr1/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Diundur Sebulan, Persik Meradang

Diterbitkan

||

Memontum Kediri – Persik Kediri menyikapi serius penundaan digulirkannya kompetisi lanjutan Liga 1 yang telah diumumkan Ketum PSSI Mochamad Iriawan. Pengunduran selama sebulan, membuat manajemen kecewa dengan ketidakjelasan status Liga 1.

Sebagaimana diketahui, sesuai jadwal yang sudah dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), skuad Macan Putih akan menghadapi laga tandang melawan PSS Sleman, pada Kamis (1/10) besok. Namun, karena adanya pengunduran jadwal, rencana keberangkatan tim yang dijadwalkan siang ini ke Jogja, pun menjadi batal.

Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih, mengungkapkan kalau klub sangat dirugikan dengan penundaan kompetisi. Dengan alasan, keuangan tim sudah tertata dengan baik. Namun, karena adanya penundaan, semua menjadi kacau.

“Keuangan klub, sekarang harus ditata ulang lagi setelah ada penundaan. Kalau ke depan seperti ini terus, semua klub bisa bangkrut,” ujar Hakim.

Dia menambahkan, kerugian lain yang harus dialami club akibat penundaan, juga terkait dengan sponsorship. Pasalnya, ada dua sponsor besar yang batal merapat. “Ini jelas merugikan kami di klub,” katanya.

Yang jelas, penundaan tersebut juga bakal mengganggu mental dan konsentrasi pemain. Untuk sementara, manajemen akan berkoordinasi dengan tim pelatih soal program latihan yang diberikan kepada pemain dalam waktu dekat.

“Mulai dari pelatih hingga pemain, pastinya sudah konsentrasi dengan rencana tandang di Jogja. Namun, dengan adanya penundaan ini, konsentrasi semuanya buyar. Tentu saja, ini sangat berdampak kepada seluruh pemain kami. Apalagi, ini merupakan laga perdana,” tambahnya.

Mensikapi ketidak pastian laga, Hakim mengatakan, klub masih menunggu keputusan resmi dari PSSI. Apakah menunda liga atau membatalkan kompetisi musim ini. “Kami akan bersikap, setelah ada keputusan resmi dari PSSI,” tegasnya. (kdr1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler