Connect with us

Pemerintahan

Managemen RSUD Dr Soegiri Lamongan, Batasi Jumlah Pengunjung dan Penunggu Pasien

Diterbitkan

||

Managemen RSUD Dr Soegiri Lamongan, Batasi Jumlah Pengunjung dan Penunggu Pasien

Memontum Lamongan – Guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau coronavirus disease (Covid-19), Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan membatasi penunggu pasien. Berdasarkan Peraturan Direktur RSUD Dr Soegiri Lamongan Nomor 188/24/Kep 413.204/2020 tentang kesiapsiagaan dan kewaspadaan pencegahan Covid-19.

Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Chaidir Annas melalui Kabag Humas Budi Wignyo menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tak membawa anak-anak kecil atau masyarakat yang tak mempunyai kepentingan ke dalam RSUD dr Soegiri Lamongan.

“Saat ini sementara dibatasi, penunggu pasien maksimal 2 orang dan keluarga pasien dilarang dibesuk dan tidak diperbolehkan ada rombongan saat menjenguk pasien di RSUD dr Soegiri Lamongan,” ujar Budi, kepada awak media. Rabu (18/3/2020)

Selain itu, Budi menegaskan kepada siapapun yang berkepentingan masuk ke RSUD dr Soegiri harus dicek suhu badanya, dan apabila melebihi 38 derajat celsius harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.

“Semua kebijakan diambil dengan maksud untuk mengurangi kontak antara pasien dan pengunjung, dan pengantar juga dibatasi maksimal 1 orang,” ujarnya menegaskan.

Tak hanya itu, Budi juga menghimbau, guna menghindari kerumunan pengunjung, seluruh pasien di RSUD tidak boleh dijenguk oleh pengunjung, karena sudah ada yang menunggu. Dan diharapkan agar bisa mencegah kontak langsung dengan pengunjung lebih banyak.

“Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan oleh managemen RSUD Dr Soegiri, sebagai langkah antisipasi, semoga di Kabupaten Lamongan tetap aman dari Covid 19,” tandasnya. (Fjr/zen/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Bupati Trenggalek Gagas Konsep Merdeka Belajar Di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

||

PEMBINAAN: Bupati Trenggalek saat memberikan pembinaan ASN di SMP Negeri 2 Watulimo
PEMBINAAN: Bupati Trenggalek saat memberikan pembinaan ASN di SMP Negeri 2 Watulimo

Memontum Trenggalek – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 75 tahun 2020, Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek mengagas konsep merdeka belajar. Ini mengingat metode pembelajaran secara daring yang diterapkan selama masa pandemi ini, tentu tak lepas dari adanya kendala, diantaranya masalah jaringan yang tidak seluruh wilayah mendapatkan akses internet maupun tidak semua siswa atau orang tua siswa memiliki ponsel pintar.

“Kondisi ini, menuntut para guru maupun pihak sekolah untuk kreatif dalam memenuhi hak belajar para siswa. Seperti di SMP Negeri 2 Watulimo, di mana terdapat sejumlah siswa yang tidak memiliki ponsel mendapat pembelajaran secara tatap muka di sekolah,” ungkap Bupati Trenggalek usai memberikan pembinaan kepada ASN di SMP Negeri 2 Watulimo, Minggu (09/08/2020) siang.

Akan tetapi menurut Bupati Trenggalek, kebijakan tersebut diharapkan tidak menimbulkan masalah psikis pada siswa karena merasa minder tidak seperti siswa lain yang belajar secara daring dari rumah.

“Untuk itu, kami berharap ada kolaborasi antara metode daring (dalam jaringan) dengan luring (luar jaringan). Sehingga saya mempunyai gagasan pembelajaran berkonsep Merdeka Belajar,” imbuhnya.

Merdeka Belajar, lanjut Bupat, artinya, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini pihaknya ingin melakukan mix learning atau pembelajaran bauran antara daring dan luring. Konsep Merdeka Belajar sendiri nantinya akan ada pembagian, di mana dalam satu kelas dapat dibagi ke dalam dua hingga tiga kelompok dengan jumlah maksimal 10 siswa per kelas. Sehingga dalam satu kelompok akan diterapkan satu hari belajar di kelas dan dua hari belajar di rumah.

“Kebetulan Watulimo, kecamatan yang termasuk zona hijau, karena tidak ada kasus positif baru, saat ini dari dua yang positif akumulatif, satu sembuh , satu meninggal dunia karena memang punya penyakit penyerta, jadi Watulimo kami rasa siap, dimulai dulu dari SMP, SMP 1, 2 dan 3 Watulimo,” kata suami Novita Hardiny ini.

Guna mendukung protokol kesehatan yang ada, Bupati juga menghimbau sekolah untuk tidak mewajibkan siswanya memakai seragam ketika belajar secara luring.

“Karena apa, mungkin yang siswa baru orang tua biar nanti tidak bingung beli seragam, karena ini memang ekonomi juga sulit, terus kemudian biar setiap hari setelah sekolah langsung bisa dicuci, kalau seragam biasanya kita tidak punya setelan banyak,” tegasnya.

Pihaknya juga akan memberikan waktu agar gagasan Merdeka Belajar ini bisa dikoordinasikan dengan wali murid dengan komite sekolah. “Kami memberikan waktu satu minggu untuk membicarakan dengan komite dan juga wali murid, kalau komite dan wali murud setuju, insyaallah nanti menjelang 17 Agustus kita launching,” tutup Bupati. (mil/ono)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Upaya Pemkab Trenggalek Hadapi Pandemi Covid-19 Dipuji Mendagri

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek bersama Forkopimda melaunching Gerakan Sejuta Masker di Pendopo Manggala Praja Nugraha
Bupati Trenggalek bersama Forkopimda melaunching Gerakan Sejuta Masker di Pendopo Manggala Praja Nugraha

Memontum Trenggalek – Dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, berbagai upaya dilakukan guna meminimalisir angka penyebaran Covid-19, tak terkecuali Kabupaten Trenggalek. Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek dalam menghadapi virus mematikan ini akhirnya mendapat pujian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Seperti yang diketahui, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia resmi meluncurkan Gerakan Sejuta Masker serentak bersama Gubernur serta Bupati dan Walikota se-Jawa Timur. Sebanyak kurang lebih 26 juta masker siap dibagikan kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur.

“Sebelum gerakan sejuta masker tersebut, Pemkab Trenggalek sendiri telah mendistribusikan masker secara cuma-cuma kepada masyarakat dengan mengandeng salah satu platform ojek online lokal,” ucap Nur Arifin, Minggu (09/08/2020) pagi.

Tentu saja, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek tersebut mendapat apresiasi langsung dari Mendagri, Tito Karnavian.

Mendagri berharap apa yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek, gaungnya dapat didengar dan diikuti oleh daerah-daerah lainnya. Selain itu, Mendagri juga mengapresiasi 10 Aksi Gerakan Berjarak yang dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Trenggalek yang menstimulus masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan dalam keluarga selama masa pandemi.

“Untuk di Kabupaten Trenggalek sendiri, total masker yang dibagikan ke masyarakat sebanyak 300 ribu. Kemudian akan ada 500 ribu masker lagi untuk mencukupi 800 ribu masker yang akan dibagikan secara bertahap dengan harapan dapat mengurangi resiko penularan hingga 50 persen,” imbuhnya.

Dikatakan Bupati termuda ini, hal tersebut tentu menjadi penyemangat bagi Pemerintah Daerah.

“Namun yang jelas ada 2 pesan Pak Menteri meneruskan perintah Pak Presiden, satu adalah memastikan seluruh masyarakat memakai masker, maka seluruh komponen seperti PKK dan yang lainnya dilibatkan dengan harapan sosialisasi ini bisa berjalan masif,” kata Nur Arifin.

Selanjutnya, masih kata Bupati, adalah memperbesar cakupan orang yang yang dites swab, rencananya nanti semua yang beresiko, para pelaku perjalanan akan kita lakukan tes swab, beberapa check point kita siapkan SOP-nya.

“Berharap segala resiko bisa terpetakan dan pelaku perjalanan yang memang bersih tidak perlu khawatir, selama menerapkan protokol kesehatan kita pastikan bisa beraktifitas secara produktif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny mengaku bersyukur bahwa pemerintah mulai dari ousat hingga daerah sama-sama peduli terhadap kolaborasi dan solidaritas antar komponen.

“Kami semua benar-benar bisa membantu pemerintah untuk bisa membagikan dan meneruskan arahan dari beliau seperti membagikan masker, menjaga kesehatan, cuci tangan, dan lain sebagainya,” tutur Novita.

Saat ini, di wilayah Provinsi Jawa Timur sendiri meskipun angka kasus positif masih cukup tinggi, namun angka kesembuhan pasien merupakan yang terbesar dibandingkan daerah lain di tanah air.

Dari total 24.115 kasus, sebanyak 16.732 pasien telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Jawa Timur. (mil/syn)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler