Connect with us

Hukum & Kriminal

Jukir Jualan SS, Ngaku Kulakan dari Napi Lapas Madiun

Diterbitkan

||

Jukir Jualan SS, Ngaku Kulakan dari Napi Lapas Madiun

Memontum, Kota Malang – Seorang pengedar narkoba dan pelanggannya, Saiful Anwar (34) seorang juru parkir dan Farky Idya Putra (28) hingga Kamis (19/3/2020) siang masih kompak menjadi penghuni tahanan Mapolresta Malang Kota. Ngeri, tersangka jukir mengaku kulak Sabu dari seorang napi yang dipenjara di Lapas Madiun.

Jukir mengaku warga Jl Panglima Sudirman Gang Manunggal, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang kos di Jl Simpang Borobudur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan warga Jl MT Haryono VI, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu disergap anggota Sat Reskoba Polresta Malang Kota beberapa saat lalu.

Tersangka Saiful dan Farky berkopiah, saat dirilis di Mapolresta Malang Kota. (gie)

Tersangka Saiful dan Farky berkopiah, saat dirilis di Mapolresta Malang Kota. (gie)

Informasi Memontum.com bahwa petugas Reskoba Polresta Malang Kota mendapat informasi kalau ada jukir yang nyambi jualan narkoba. Petugas kemudian melakukan pelacakan hingga mengetahui keberadaan Saiful.

Akhir pekan lalu, petugas kemudian melakukan penggerebekan hingga akhirnya berhasil menangkap Saiful di kamar kosnya. Barang Bukti (BB) yang diamankan cukup banyak yakni Shabu-Shabu (SS) seberat 58,41 gram yang sudah dikemas dalam poketan-poketan besar dan kecil.

Setelah dilakukan pengembangan, salah satunya pesan-pesan WA di ponselnya ditemukan nama salah satu pelanggannya yakni Farky.

Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap Farky dengan BB SS seberat 0,3 gram. Saiful mengaku bahwa sebelumnya dia menjual 1 poket SS kepada Farky seharga Rp.125 juta.

Dengan menjual 1 poket SS itu maka Saiful mendapat keuntungan sebesar Rp 250 ribu.

Lebih mengejutkan lagi, bahwa Saiful mendapat pasokan SS dari YG yang mengaku sebagai napi di LP Madiun. Bahkan dia mengaku sudah 7 kali ini mendapat kiriman SS dari YG.

“Saya transaksinya melalui ponsel kemudian barang dikirim denga sistem ranjau di Jl Danau Matana, Sawojajar . Pembeliannya sistem bayar belakang. Jika barang sudah habis baru dilakukan pembayaran. Saya kenal dengan YG dikenalkan teman saya saat sama-sama masih berada di penjara,” ujar Saiful.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa tersangka SA dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan 112 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009.

“Sedangkan FIP kami kenakan Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009. Kami masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya,” ujar Kombes Pol Leonardus. (gie/oso)

 

Hukum & Kriminal

Warga Muharto Tanam 17 Ganja di Tirtoyudo

Diterbitkan

||

Warga Muharto Tanam 17 Ganja di Tirtoyudo

Memontum Malang – Sat Resnarkoba Polres Malang berhasil mengamankan seorang pria warga Muharto Kota Malang berinisial JS (37) karena kedapatan memiliki 17 tanaman ganja yang ditanam di kediamannya di wilayah Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Tanaman ganja yang tumbuh tersebut, adalah sebagian dari sejumlah bibit yang ia miliki.

Dalam pers rilis yang digelar di Mapolres Malang, pada Senin (6/7/2020) siang, di hadapan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar JS mengatakan bahwa tanaman ganja yang ia tanam tersebut hanya untuk dikonsumsi sendiri, dan tidak untuk diperjualbelikan.

“Jadi hasil tanaman ganja yang ditanam oleh tersangka ini tidak dijual, hanya untuk dikonsumsi sendiri. Namun, dalam mengkonsumsinya, biasanya tersangka mengajak beberapa rekannya,” ujar AKBP Hendri Umar.

AKBP Hendri Umar mengatakan, penangkapan berawal dari laporan warga sekitar yang mengatakan bahwa tersangka kerap menggelar pesta ganja bersama rekan-rekannya di rumah orang tuanya yang ada di wilayah Tirtoyudho. Di hadapan awak media, ia juga mengaku bahwa dirinya sudah menanam ganja sejak dua tahun terakhir. Dan dalam waktu tersebut dirinya telah melakukan panen sebanyak empat kali.

“Awalnya itu, warga di sekitar rumah orang tuanya yang di Tirtoyudho itu mengeluhkan kalau ada tersangka sering menggelar pesta ganja. Dari situlah, kami kerahkan personel untuk segera menindaklanjuti. Dan dari tangan tersangka, kita sita barang bukti berupa 17 tanaman ganja, dengan usia setengah bulan,” imbuh AKBP Hendri Umar.

Dari informasi yang dihimpun, tersangka mengaku bahwa alasan dirinya menanam ganja adalah agar biaya yang ia keluarkan untuk mengkonsumsi ganja lebih hemat. Selain itu, ia sendiri mengaku sudah lima tahun mengkonsumsi barang haram ini.

Sementara itu, cara penanaman ganja ia dapatkan dari mempelajari di internet. Dia mengaku, bahwa selama mengkonsumsi ganja, efek yang ia rasakan hanya menambah nafsu makan. Dari perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 111 ayat 1 dan 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotikan. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. (iki/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Incar Motor di Kosan Putri, Warga Madura Babak Belur Dihajar Massa, Temannya Kabur

Diterbitkan

||

BABAK BELUR - Pria asal Sampang Madura yang diduga hendak mencuri di kos putri di Lingkungan Ngingas, Kelurahan/Kecamatan Krian, Sidoarjo babak belur dihajar warga, Jumat (02/07/2020) dini hari
BABAK BELUR - Pria asal Sampang Madura yang diduga hendak mencuri di kos putri di Lingkungan Ngingas, Kelurahan/Kecamatan Krian, Sidoarjo babak belur dihajar warga, Jumat (02/07/2020) dini hari

Memontum Sidoarjo – Seorang pria berbadan kekar asal Sampang, Madura terpaksa babak belur dihajar warga Lingkungan Ngingas, Kelurahan/Kecamatan Krian, Sidoarjo. Pria ini diduga hendak mencuri motor yang terparkir di dalam kos-kosan putri milik Sofian Ari Sandi (46) warga setempat. Kendati babak belur dan motor yang diduga digunakan aksi pencurian diamankan warga, akan tetapu temannya berhasil kabur dari kejaran massa malam itu.

“Pelaku pencurianny dua orang. Tapi yang berhasil ditangkap warga hanya satu orang yang diamankan di Polsek Krian,” ujar pemilik kos, Sofian Ari Sandi, Jumat (3/7/2020).

Pria 46 tahun ini mengaku setiap malam baru bisa tidur menjelang subuh. Karena dirinya bermain game dan facebook. Namun malam itu, karena perasaannya tidak enak terdengar suara seakan ada orang yang mau masuk pintu gerbang kos-kosan, dirinya langsung beranjak dari kamar keluar melihatnya.

“Spontan saya kaget melihat ada orang berupaya merusak gembok pintu kosan. Saya langsung berteriak maling, maling, maling hingga warga keluar berhamburan,” imbuhnya.

Saat warga kampung keluar semua, mereka langsung mengejar kedua pria yang diduga hendak mencuri itu. Kedua pencuri itu melarikan diri ke arah timur belok selatan.
“Saat beraksi, ada 2 orang yang satu menunggu di atas motor Yamaha N Max bernopol P 3147 RD yang satunya berusaha membuka pintu gerbang kos-kosan. Namun sayangnya, saat hendak melarikan diri motor pelaku tidak bisa dihidupkan,” ungkapnya.

Akhirnya motor ditinggal dan pelaku langsung ikut melarikan diri dengan temannya. Begitu sampai di perempatan Rumah Potong Hewan (RPH) yang satu tertangkap dan dihajar massa.

“Tapi badan pelaku kuat sepertinya membawa Jimat yang disabukkan di perutnya. Tahu begitu warga bisa melepas baju pelaku,” ungkapnya.

Sementara usai dihajar warga, kata Sandi pelaku diserahkan ke polisi. Namun, satu pelaku lainnya yang menunggu di atas motor bisa lolos dari kejaran warga.

“Saya dimintai keterangan sampai Shubuh. Ternyata malingnya warga Sampang, Madura. Saya berharap pelaku yang satunya juga bisa tertangkap,” pintanya.

Sementara Kapolsek Krian Kompol Moch Kholil belum bisa dimintai keterangan atas penangkapan pelaku itu. Saat dihubungi melalui WhatshAap (WA) dan ditelepon tidak memberikan jawaban sama sekali. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler