Connect with us

Hukum & Kriminal

Tega Curi Motor Tetangga dan Gadaikan Motor Pinjaman, Ghofur Warga Gedangan Diringkus Polisi

Diterbitkan

||

Tega Curi Motor Tetangga dan Gadaikan Motor Pinjaman, Ghofur Warga Gedangan Diringkus Polisi

Memontum Lamongan – Lantaran nekat curi motor milik tetangganya sendiri milik Usman (50) ketika diparkir di pinggir jalan pematang sawah. Abdul Ghofur (60) warga Dusun Gempol, Desa Gedangan, Kecamatan Sukodadi langsung digelandang jajaran Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Kapolres Lamongan AKBP Harun dalam konferensi persnya didampingi Kasatreskrim AKP David Manurung dan Kasubbag Humas AKP Djoko Bisono membeberkan, saat melancarkan aksinya tersangka sengaja berjalan kaki menuju TKP. Setelah sampai tersangka bergegas menutup wajahnya dengan menggunakan kaos.

Selain itu, dalam menjalankan aksinya, tersangka mengaku kepada petugas, mencari sasaran motor yang masih dalam keadaan kunci yang menempel. Selanjutnya tersangka yang notabene seorang kakek tersebut berpura-pura berteriak memanggil, jikalau ada seseorang ditengah sawah. Apabila tidak ada sahutan dan ada kesempatan, pelaku langsung mengembat barang incarannya.

“Sebelum beraksi, tersangka berteriak pura pura memanggil, apabila tidak didengar dan tidak diketahui oleh korban. Tersangka langsung membawa kabur motor hasil curiannya. Selang beberapa hari kemudian, tersangka melakukan pencurian sepeda motor kembali dengan modus sama. Pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Supra,” kata Kapolres Lamongan.

“Setelah dilakukan pengembangan tersangka juga mengaku pernah melakukan kasus penipuan atau penggelapan sepeda motor milik Suwandi. Tersangka Abdul Ghofur dengan berpura pura meminjam sepeda motor milik korban. Namun tanpa seizin korban, ternyata sepeda motor tersebut digadaikan kepada orang lain,” tambahnya.

Dari hasil penangkapan dan pengembangan, petugas berhasil mengamankan barang bukti 2 unit sepeda motor Honda Supra dan 1 unit sepeda motor Honda Grand. Kepada petugas korban mengaku jika melakukan pencurian karena kepepet untuk membayar hutang sebesar Rp 3 juta.

Tak menunggu lama, setelah menerima laporan masyarakat, Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan langsung melakukan tindakan penyidikan guna mengumpulkan barang bukti dan menemukan tersangka dalam perkara tersebut.

“Tersangka dikenakan pasal 362 KUHP, yang berbunyi barang siapa mengambil suatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memilik barang itu dengan melawan hak, dihukum karena pencurian, dengan hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun,” pungkasnya. (Fjr/zen/yan)

 

Hukum & Kriminal

Produksi Dupa Wagir Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang – Gudang Dupa di Dusun Sekar Putih Rt 17 Rw 05, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi sasaran amuk si jago merah, Kamis (29/10) malam.

Beruntung, meski menghabiskan tempat produksi dupa, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa dan merambat kemana-mana.

“Kejadiannya sekitar pukul 22.05. Untuk memadamkan kobaran api, kami mengerahkan tiga unit mobil pemadam,” kata Kepala PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Jum’at (30/10) tadi.

Dari keterangan di lokasi, tempat usaha tersebut milik Sodikin (36) warga setempat. Sementara bangunan yang menjadi tempat produksi, berukuran sekitar 8 meter x 12 meter.

“Yang terbakar hanya di tempat tersebut. Karena barang-barang yang ada mudah terbakar, akibatnya semua isi bangunan habis. Untuk penyebabnya, masih ditangani petugas kepolisian,” ujarnya. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

67 Warga Jadi Korban Investasi Bodong

Diterbitkan

||

Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.
Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.

Mengaku Sebagai Pegawai Bank, Janjikan Bunga dan Hadiah

Memontum Malang – Sekitar 67 warga dari Kecamatan Jabung dan Kecamatan Pakis, beramai-ramai mendatangi Mapolsek Pakis, Rabu (28/10) petang. Kedatangan sejumlah warga tersebut, untuk mengadu perkara dugaan penipuan investasi yang menimpanya.

Penipuan tersebut, dilakukan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah. Dalam aksinya, terduga pelaki menawarkan deposito berbunga.

Kepala Unit I Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Margas, menyampaikan bahwa untuk mempermudah penyelidikan, Satreskrim Polres Malang membuka posko pengaduan guna melayani para warga yang tertipu.

Dipilihnya Mapolsek Pakis sebagai tempat penyelidikan, karena lantaran sebagian besar korbannya, adalah warga dari Kecamatan Pakis. “Kami dari Polres Malang, telah melakukan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana penipuan tersebut. Sementara, korban yang sudah melapor, tercatat ada sebanyak 67 orang. Jumlah itu, kemungkinan akan terus bertambah dan kami akan menyelidikinya,” ujar Ronny, Kamis (29/10) tadi.

Ronny menambahkan, dengan adanya posko pengaduan atas tindak pidana ini, diharapkan dapat memudahkan warga yang menjadi korban penipuan, untuk mengadu dan melapor. Secara bergantian, seluruh korban nantinya dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Dari pemeriksaan sementara, korban tersebut menyetorkan uang untuk deposito dengan jumlah yang bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta hingga ratusan juta. Mereka dijanjikan mendapatkan bunga, yang diantaranya untuk setoran Rp 10 juta perbulan, akan menerima Rp 400 ribu,” tambahnya.

Untuk lebih meyakinkan korban, lanjut Ronny, pelaku ini juga memberikan iming-iming hadiah setelah korban menyetorkan depositonya. “Korban ini diberi iming-iming hadiah mulai dari mulai payung, kipas hingga sepeda motor. Itu sesuai dengan jumlah deposito yang disetorkan,” tambahnya.

Salah seorang korban, yakni Muhammad Alfan Suhudi (29) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, menjelaskan kalau dirinya telah menyetorkan deposito sebesar Rp 20 juta kepada pelaku. “Awalnya, itu istri saya menyetorkan deposit Rp 10 juta. Lalu, setoran itu saya tambahi Rp 10 juta. Saat itu, kami dijanjikan bunga Rp 400 ribu dan ditambah dengan HP merk Vivo,” ungkapnya.

Uang sebesar Rp 20 juta yang disetorkan kepada pelaku tersebut, tambahnya, guna mengikuti program Desposito Faedah yang di tawarkan pelaku.

“Ketika saya menyetor, saya dimintai uang tunai dan langsung diberi kuitansi, HP dan payung. Pelaku dalam setiap kali aksinya, mengatakan kalau dirinya adalahnya karyawan BRI Syariah sebagai Account Officer (AO) di Jalan Kawi. Namun, ketika saya cek ternyata kantornya sudah pindah di Suhat dan karyawan disana mengaku tidak ada yang mengenal pelaku sama sekali,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler