Connect with us

Hukum & Kriminal

Sebarkan Berita Palsu Isu Corona, 2 Warganet Dipanggil Ke Polres Trenggalek

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak dalam rilis pers. (mil)
Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak dalam rilis pers. (mil)

Memontum Trenggalek – Baru – baru ini Kepolisian Resort Trenggalek mengamankan 2 pelaku penyebaran berita yang tidak tahu kebenarannya alias palsu (hoax). Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak juga kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya maupun sumber yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres, Kapolres menyampaikan jika terkait dengan viralnya unggahan atau komentar terkait dengan virus corona di Trenggalek oleh beberapa orang warganet melalui media sosial yang dapat memicu keresahan masyarakat

“Ada 2 orang yang kita undang ke Polres Trenggalek untuk di klarifikasi,” ungkap Kapolres Trenggalek saat dikonfirmasi, Selasa (24/03/2020) pagi.

Keduanya, Lanjut Kapolres, mengunggah atau berkomentar tanpa mengecek kebenaran informasi maupun konfirmasi dengan pihak terkait terlebih dahulu. Setelah dilakukan penelusuran dengan pihak rumah sakit menyatakan bahwa informasi tersebut tidaklah benar.

“Yang bersangkutan telah membuat surat pernyataan dan permohonan maaf dan diposting di media sosial,” imbuhnya.

Kapolres menambahkan, pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Trenggalek mengambil langkah cepat mengantisipasi agar informasi yang beredar di masyarakat tidak menjadi bola liar dan menimbulkan keresahan.

Terlebih disaat merebaknya wabah virus corona atau Covid 19 yang terjadi saat ini.

Masih terang Kapolres, langkah ini merupakan implementasi dari Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Yang menyebutkan bahwa salah satu poinnya terkait dengan imbauan agar tidak menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Bagi segenap masyarakat, sekali lagi kami imbau untuk berhati-hati dan tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Chek, rechek dan final chek. Pastikan klarifikasi dengan pihak yang berkompeten dan memiliki otoritas untuk itu,” tutup Kapolres. (mil/oso)

 

Hukum & Kriminal

Korsleting Listrik 3 Rumah Ludes

Diterbitkan

||

HANGUS: Kondisi rumah pasca kebakaran akibat korsleting listrik
HANGUS: Kondisi rumah pasca kebakaran akibat korsleting listrik

Memontum Jember – Tiga rumah di Dusun Sagaran, RT 01 RW 02, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru dilalap ‘si jago merah’, Sabtu (8/8/2020). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 8.30 WIB itu, diduga kebakaran tersebut disebabkan karena adanya korsleting listrik dari salah satu rumah. Sumber api berasal dari rumah milik Misnaji (55) yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Seluruh bagian rumah, ruang keluarga, dua kamar, dan satu dapar habis terbakar dan rata dengan tanah.

Sementara dua rumah milik tetangganya yang bersebelahan dengan bangunan milik Misnaji juga ikut terbakar. Satu kamar dan sebagian ruang dapur milik Agus Edi Cahyono (48) hangus terbakar akibat kobaran api. Sedangkan rumah milik Atmari (61) terdampak di bagian atap dan merusak sebagian bangunannya.

Beruntung tidak ada korban dalam musibah kebakaran tersebut. Tetapi kerugian dari kebakaran tiga rumah itu ditaksir mencapai Rp 71 juta. Untuk proses pemadaman api dilakukan warga dibantu petugas dari polsek dan koramil setempat.

“Kebakaran itu awalnya dari rumah Misnaji. Saat itu korban dengan istrinya saudari Supra sedang bekerja mencari barang bekas. Karena sehari-hari bekerja sebagai pemulung,” kata Kapolsek Sumberbaru, AKP Subagyo saat dikonfirmasi wartawan.

Saat kejadian, lanjutnya, dalam rumah ada anak dari Misnaji. “Di dalam rumah hanya ada anaknya Simin yang sedang tidur dan sakit. Anak korban ini juga tuna wicara,” sambungnya.

Mengetahui ada kebakaran, warga pun bergegas memberikan pertolongan dengan berusaha memadamkan api. Anak korban pun diselamatkan warga untuk keluar dari rumah. Besarnya kobaran api, juga ikut membakar bangunan rumah di kanan dan kiri bangunan tempat tinggal milik Misnaji itu.

“Yang kanan milik Agus, dan api membakar sebagian ruangan keluarga dan dapurnya. Kemudian yang sebelah kiri milik Atmari yang mengenai bagian atap rumah,” katanya.

Dalam musibah kebakaran yang berada di kawasan padat penduduk itu, membutuhkan waktu sejam lebih untuk memadamkan kobaran api.

“Menyisakan bagian depan yang dari dinding bata. Rumah Misnaji Rp 50 juta, rumah Atmari Rp 1 juta, sedangkan rumah Agus Edi Cahyono Rp 20 juta,” sebutnya merinci kerugian materiil.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyelidikan lanjut memastikan penyebab kebakaran. Sementara keluarga Misnaji terpaksa menumpang di rumah tetangganya yang lain. (ark/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gunung Piramid Minta‘Tumbal’ Lagi

Diterbitkan

||

Gunung Piramid Minta‘Tumbal’ Lagi

Memontum Bondowoso – Gunung Piramid makan korban lagi. Kini korbannya adalah Multazam (18), seorang pelajar SMAN 1 Tenggarang Bondowoso. Multazam terpeleset ketika hendak turun dari Puncak Gunung Piramid usai foto bersama dengan rekan-rekannya. Peristiwa ini terjadi pada hari ahad (9/8/2020) pagi. Dan sejumlah relawan juga bergabung dengan tim turut mencarinya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Drs. Ec. Adi Sunaryadi mengatakan, yang menaiki Puncak Gunung Piramid 3 orang, salah satu diantaranya korban.

Korban Multazam

Korban Multazam

“Ketiga anak muda ini mengambil foto di Puncak Gunung Piramid. Habis ambil foto, ketiganya langsung turun. Naas bagi korban, ketika hendak turun terpeleset dan jatuh ditelan alam,” kata Adi, sapaannya.

Dikatakan, dari Bondowoso, ada 5 orang dalam rombongan tersebut. 3 orang mengambil foto dan sisanya menunggu dibawah. Korban jatuh di tebing sebelah utara sekitar jam 08.00.

Mereka, lanjut mantan Direktur Radio Mahardika FM ini, mendirikan tenda di belakang Punggung Naga dan bermalam. Kelimanya bercengkerama sambil menikmati indahnya alam.

Setelah mengetahui rekannya jatuh, dua teman lainnya panik. Keduanya langsung turun dan minta tolong pada warga sekitar untuk memberitahukan bahwa temannya terpelet dan jatuh.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung bergerak untuk mencari korban. Akhirnya, korban dapat ditemukan tapi dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Adi. (sam/mzm)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler