Connect with us

Pemerintahan

Khofifah Akan Telaah Penerapan PSBB dan Perpu Keuangan di Jatim

Diterbitkan

||

Khofifah Akan Telaah Penerapan PSBB dan Perpu Keuangan di Jatim

Memontum Surabaya – Presiden RI, Joko Widodo telah menentukan akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Dengan sistem ini, maka akan ada pembatasan kegiatan masyarakat atau komunitas sosial dalam skala besar dengan tujuan menekan perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Terkait kebijakan ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku bahwa pihaknya sudah rapat secara virtual bersama Presiden maupun jajaran menteri dan gubernur se-Jawa. Akan tetapi bagaimana penerapannya di Jawa Timur, Khofifah menunggu aturan resminya sampai ke Jatim.

“Kita kemarin baru rakor dengan para menko secara virtual. Di dalamnya juga ada Menkopolhukam, Menko Perekonomian, menteri teknis juga gubernur se-Jawa. Bagaimana penerapannya, saya rasa kami menunggu menerima bahan finalnya baik inpres atau perpresnya,” kata Khofifah, Rabu (1/4/2020).

Dalam rapat terbatas bersama presiden secara virtual sehari sebelumnya juga dikatakan Khofifah termasuk membahas PSBB ini. Menurutnya langkah ini harus diambil pemerintah demi menekan penyebaran Covid-19. Sebagaimana di Jawa Timur juga ada kasus Covid-19 masih terus bertambah. Per pagi ini, jumlah kasus positif covid-19 di Jatim ada sebanyak 93 orang. Dengan 420 orang PDP dan juga 6.565 ODP.

Meski tinggi, dalam jumlah itu ada sebanyak 17 orang yang dinyatakan sembuh. Namun ada sebanyak 8 orang yang meninggal dunia.

Sejauh ini di Jatim juga sudah diterapkan tertib physical distancing di sejumlah ruas-ruas jalan. Pemberlakuannya dengan cara menutup jalan-jalan tertentu di jam-jam tertentu.

“Untuk PSBB, Kami sudah rapat terbatas dipimpin Presiden, diikuti juga Kapolri, para menteri, membahas kesiapannya. Kita lebih baik menunggu sampai pusat menyiapkan naskah resminya,” tegas Khofifah.

Di sisi lain, guna mengatasi masalah dampak ekonomi dan terbitnya Perpu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan oleh Presiden Joko Widodo, Khofifah tengah melakukan telaah untuk segera diterapkan di Jawa Timur.

“Kami akan telaah di Pemprov Jatim bagaimana. Kalau rapat dengan OJK kita sudah dan juga Himbara serta BPD,“ katanya.

Tak hanya itu, yang juga turut masuk dalam kebijakan ini adalah Pegadaian. Menurut Khofifah di tengah wabah Covid-19 ini banyak masyarakat yang tidak bisa membayar cicilan dan juga kewajiban penebusan di pegadaian.

Jika ada masyarakat yang di tengah wabah ini memiliki tenggat waktu menebus barang yang sudah ia gadaikan sebelumnya, namun ternyata karena ada wabah dan tidak bisa bekerja, ia tak memiliki uang, maka status barangnya bagaimana. Hal tersebut juga yang akan masuk dalam telaah Pemprov Jatim.

“Kita juga harus cepat melakukan langkah-langkah untuk antisipasi, kemungkinan ini jadi ladang aji mumpung para rentenir. Intinya pegadaian, perbankan dan koperasi ini wilayah yang kita harus berikan perlindungan,” pungkasnya. (Ace/yan)

 

Pemerintahan

Penyebab Utama Angka Kematian Corona di Jawa Timur

Diterbitkan

||

KUNJUNGI : Mendagri RI Tito Karnavian saat mengunjungi Pendopo Agung, Kabupaten Malang jumat kemarin. (memo x/cw3/man)
KUNJUNGI : Mendagri RI Tito Karnavian saat mengunjungi Pendopo Agung, Kabupaten Malang jumat kemarin. (memo x/cw3/man)

Komorbid Diabetes

Memontum, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, dari hasil penelitian para ahli kesehatan ditemukan penyebab tertinggi kematian Covid-19/corona di Jawa Timur karena Komorbid Diabetes.

Penegasan itu disamapaikan saat menyambut kunjungan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian di Pendopo Agung Kabupaten Malang dalam acara launching 26 Juta Masker untuk Jatim.

Saat Pembukaan akan berlangsung Khofifah menjelaskan bahwa telah melakukan penelitian atas tingkat kematian covid-19 di Jawa timur. Dan telah menemukan penyebab utama Tingkat kematian tertinggi Pasien Covid-19 di Jawa Timur adalah pengidap diabetes.

Oleh karena itu Khofifah menghimbau kepada seluruh warga Jatim yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes agar saling menjaga satu sama lain. “Kalau punya keluarga yang punya penyakit diabetes harap dijaga betul, jangan sampai terpapar atau terkonfirmasi positif covid-19,” tuturnya.

Dibalik untuk mengurangi tingkat Kematian Pasien Covid-19 sekaligus mengantisipasi untuk setiap Keluarga agar lebih berhati-hati dan lebih mengutamakan penerapan Protokol kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit diabetes.

Lalu menurut, Mendagri Tito Karnavian, saat ini formula yang sangat penting untuk menangani Covid-19 ini dengan melakukan proteksi untuk diri yaitu Penggunaan Masker, Cuci Tangan, Jaga Jarak, dan melarang adanya Kerumunan Sosial.

Namun dalam prakteknya bagaimana caranya bisa menerapakan Protokol Kesehatan itu di ikuti dan di Patuhi, salah satunya Penggunaan Masker. “Ada tiga jenis penularan, baik itu percikan droplet air liur, Bersin, Batuk,” ungkapnya saat Pidato Peresmian di Kabupaten Malang.

Menurut Tito jika penggunaan masker secara benar diterapkan, bakal menjadi hal yang sangat efektif dalam pencegahan Covid-19 ini hingga sebesar 60%,” tinggal bagaimana cara mampu menerapkan di seluruh Indonesia terutama Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.

Oleh karena itu Provinsi Jawa Timur harus melakukan Protokol Kesehatan ini secara All Out dalam pelaksanaannya, dengan begitu saat ini Kegiatan Gerakan 26 Juta Masker se Jatim ini merupakan langkah pertama pihak Pemerintah untuk melaksanakan secara all out. (cw3/man)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Emil Dardak Dorong UKM Inovatif Cari Jalur Pemasaran

Diterbitkan

||

Wakil Gubernur Emil mengunjungi kelompok tani yang ada di Kelurahan Kareng Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo
Wakil Gubernur Emil mengunjungi kelompok tani yang ada di Kelurahan Kareng Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo

Kunjungi Gapoktan dan Nelayan Pantai Mayangan

Memontum Probolinggo – Wakil Gubernur Provinsi Jatim, Emil Dardak memberikan support kepada UKM perikanan yang ada di Kota Probolinggo. Ia meninjau display produk UKM di pusat perbelanjaan Graha Mulia didampingi Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.

Pameran produk UMKM ini merupakan terobosan guna mendongkrak perekonomian para UKM, di masa pandemi Covid 19. Ada sekitar 70 macam produk perikanan kering maupun basah yang disajikan dengan kemasan menarik, Minggu (9/8/2020) sore.

Menurutnya, Kota Probolinggo punya UKM yang mampu memaksimalkan potensi perikanan sebagai kota perdagangan bisa mewadahi UMKM berjualan.

“Terobosan semacam ini harus dilanjutkan dan didorong, karena biasanya mereka hanya mengandalkan pusat oleh-oleh. Namun sekarang kondisinya sepi karena wisatawan menurun. Selain penjualan on line memang harus inovatif dalam mencari jalur pemasaran atau gimmick,” sarannya.

Wagub Emil juga menyarankan ada evaluasi, dilihat feedback-nya. Produk mana yang laku dan yang tidak laku harus dipelajari. Bagi produk yang bagus diperkuat, apabila masih kurang menarik harus diperbaiki. Program semacam ini juga dilakukan di Kota Madiun. Jika berhasil akan dikembangkan di daerah lainnya.

“Jika ini berhenti maka efeknya sampai ke hulu yakni para nelayan. Jika usaha dari UKM ini lancar maka bisa lancar menyerap produk nelayan. Saat ini perekonomian menyusut, yang menolong dari pertanian. Industri tidak separah pariwisata, tetapi ada penurunan sekitar 7 persen, dan upaya semacam ini bisa membantu,” imbuh Emil.

Wagub Emil berpesan kepada para UKM agar jangan pernah berhenti berinovasi. “Kata kuncinya jangan melupakan perbaikan produk. Pemasaran terbaik adalah produk berkualitas. Selalu mengevaluasi produksinya, efisiensinya, quality controlnya (QC). Saya sudah mengkaji agar QC Dinas Perikanan bisa dipasang di produk perikanan kota untuk memperkuat nilai jual dan punya keunggulan tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu UKM penjual abon ikan dan sambal cumi, merasa senang karena omzetnya bertambah setelah produknya ditampilkan di pusat perbelanjaan di kota ini. Setiap hari rata-rata bisa meraup omzet lebih dari Rp 2 juta, bahkan tembus hingga Rp 4 juta. Program display di pusat perbelanjaan di Jalan Dr Soetomo berlangsung mulai 4 Agustus hingga 16 Agustus mendatang.

Sebelumnya Wakil Gubernur Emil mengunjungi kelompok tani yang ada di Kelurahan Kareng Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo dan dilanjutkan menuju Kelomok Nelayan, H.Jupri yang ada di Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Hadir juga dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jatim, Ir Gunawan Saleh, Kepala UPT Mayangan yang diwakili oleh Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Arif Wahyudi. (geo/mzm)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler