Connect with us

Hukum & Kriminal

Suliani Korban Pembunuhan Dampit Sempat Duel Lawan Pembunuh

Diterbitkan

||

Memontum Malang – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH pastikan korban di Dampit merupakan korban pembunuhan dilihat dari hasil identifikasi forensik di lokasi kejadian. Korban dimungkinkan sempat berduel dengan pelaku.

Ditemui Memontum.com, Hendri menyebut jika ada dua luka di tubuh korban. Yakni luka jeratan di leher korban dan luka benda tajam di kepala korban. “Panjangnya ada 5 cm. Ada luka bekas jeratan juga. Di lokasi ads tanda korban sempat berkelahi,” terang Hendri, Jumat (3/4/2020) sore.

Korban pembunuhan

Korban pembunuhan

Menurut Hendri, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengecek alibi terkait penemuan jenazah korban. “Benar dia pulang dari Malaysia, 2019 lalu. Kami masih selidiki lebih lanjut,” terang Hendri kepada Memontum.com.

Terpisah dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Handaru Rahutomo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa orang dibawa ke Polsek Dampit untuk dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan. Salah satu yang juga turut diperiksa yakni suamin korban.

“Suami korban sudah ada Polsek Dampit untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Jumat (3/4/2020).

Dari pemeriksaan sementara, diketahui terdapat luka sayatan senjata tajam (sajam) di belakang telinga kepala bagian kanan korban.

“Kalau dari luka robekannya itu rapi, itu senjata tajam, dan kepalanya seperti ada luka memar,” imbuh dia.

BACA :

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk sementara, korban diketahui keluar terakhir pada Kamis (2/4/2020) malam. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, dimana ada empat tim yang telah dibentuk.

“Hingga saat ini masih dalam penyelidikan, dan kita masih belum dapat konfirmasi barang apa saja yang dibawa. Rumahnya diketahui cukup dari lokasi ditemukannya korban, jadi kayaknya gak mungkin kalau jalan kaki,” pungkasnya. (gim/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Polres Trenggalek Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster

Diterbitkan

||

BARANG BUKTI : Kapolres Trenggalek tunjukkan barang bukti puluhan ribu baby lobster yang gagal diselundupkan
BARANG BUKTI : Kapolres Trenggalek tunjukkan barang bukti puluhan ribu baby lobster yang gagal diselundupkan

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ribu baby lobster di wilayahnya. Pelaku yang mengangkut baby lobster tanpa dilengkapi dokumen yang sah tersebut ditangkap saat melintas di jalan raya Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan pengungkapan kasus penyelundupan baby lobster tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diungkap oleh jajaran Polres Trenggalek. “Ini adalah kasus terbesar yang berhasil diungkapkan Polres Trenggalek,” ucap Kapolres Doni, Minggu (09/08/2020) siang.

Dikatakan Kapolres, kemarin sore telah diamankan seorang pelaku berinisial AN asal Kabupaten Pacitan yang membawa total 41.786 ekor baby lobster. Dia dbawa ke Mapolres Trenggalek untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Baby lobster yang terdiri dari jenis pasir sebanyak 39.576 ekor dan jenis mutiara 2.210 ekor tersebut dimasukkan dalam 9 box dan diangkut menggunakan kendaraan kijang innova warna hitam,” jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi, baby lobster tersebut diambil pelaku dari pengepul inisial KO warga Kecamatan Panggul dan menurut rencana akan dibawa ke Kabupaten Pacitan. “Kasus ini masih terus kita dalami siapa saja dan jaringan yang terlibat,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah pesisir yang memang memiliki kerawanan cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk satu tim khusus yang bertugas mengungkap kasus-kasus yang berkaitan dengan kejahatan kelautan dan perikanan termasuk penyelundupan baby lobster dari perairan Trenggalek.

“Ini adalah keberhasilan dari Tim Khusus yang kita bentuk bekerjasama dengan Polsek,” tegasnya. (mil/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Terduga Teroris Ditangkap Di Sawojajar

Diterbitkan

||

Lokasi sekitar kejadian penangkapan. (ist)
Lokasi sekitar kejadian penangkapan. (ist)

Bikin Kaget Pemilik Warung

Memontum, Kota Malang – Seorang yang diduga teroris diketahui bernama Arif E (41) warga Jl Lakarsantri, Surabaya, Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 07.28, diamankan oleh Densus 88. Dia ditangkap sesaat setalah sarapan di sebuah warung di kawasan Jl Danau Limboto Utara, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Meskipun saat itu penangkapan berjalan mulus tanpa ada perlawanan, namun kejadian itu sempat membuat si pemilik warung merasa syok. Pria yang enggan namanya disebutkan tersebut merasa kaget dan tidak mengira bahwa pria yang baru saja makan di warungnya adalah terduga teroris.

” Pria itu datang ke warung mengendarai motor Yamaha Jupiter. Sekitar pukul 07.02. Dia kemudian memesan sarapan. Sekitar pukul 07.28, dia membayar dan keluar dari warung,” ujar Ind si pemilik warung, Minggu (9/8/2020) pagi
Saat melangkah menuju motornya, Arif ditangkap petugas Densus 88. Penangkapan itu membuat Ind merasa kaget.

” Awalnya saya tidak tahu laki-laki itu ditangkap karena apa. Sempat terlihat diajak berbicara oleh petugas, kemudian baru dibawa. Motornya juga diamankan. Ada kerdus di motor tapi saya tidak tahu isinya apa. Saya baru tahu setelah diberitahu bahwa yang baru saja diamankan adalah terduga teroris” ujar Ind.

Sampai Minggu pagi, Ind mengaku masih merasa kaget. ” Sampai saat ini saya masih syok. Kaget tidak pernah melihat yang seperti itu secara langsung,” ujar Ind. Ditambahkan oleh warga lainnya bahwa terduga teroris tidak tinggal di kawasan Jl Danau Limboto.

” Sepertinya bukan tinggal di daerah Sawojajar,” ujar warga lainnya yang berada di sekitar lokasi. (gie)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler