Connect with us

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Diterbitkan

||

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Memontum Malang – Jajaran Polres Malang akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan perempuan warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam konferensi pers pada Sabtu (4/4/2020), pelaku yang diketahui berinisial AW (46) tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah suami korban.

Sementara itu, motif pembunuhan yang menewaskan korban bernama Suliani (44) ini disebabkan pelaku merasa sakit hati, karena korban sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang kurang baik. Sehingga menyakiti hati pelaku.

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

“Setelah sekitar 4 jam penyelidikan dan melakukan observasi di wilayah, Polres dapat menemukan pelaku. Motifnya, ada unsur sakit hati. Selama ini berdasarkan pengakuan pelaku, korban banyak bwrkara kurang baik, sehingga menyakiti hati pelaku. Pelaku emosi dan akhirnya melakukan upaya penyiksaan, hingga akhirnya berujung pembunuhan,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh AKBP Hendri Umar, kejadian tersebut diawali pada Kamis (2/4/2020) sekitar puki 11.30 malam, pelaku dna korban berencana untuk pergi ke daerah Wajak, untuk menyelesaikan beberapa urusannya. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar kebun sengon wilayah Desa Jambangan, Kecamatan Dampit pelaku memberhentikan motornya dan beralasan akan buang air kecil.

“Saat itulah korban dan pelaku turun dari kendaraannya. Pelaku memukul korban di bagian belakang kepalanya dengan potongan kayu yang ia temukan di sekitar lokasi. Korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku. Ada bukti bekas cakaran di dada pelaku,” imbuh AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan hasil visum, korban meninggal karena kehabisan nafas lantaran dicekik pelaku.

“Setelah korban tersungkur, pelaku menyeret korban beberapa meter dari lokasi berhentinya tadi. Setelah itu korban dicekik dan disekap menggunakan jaket hingga korban meninggal, dan jaketnya digunakan untuk menutupi jasad si korban. Dari hasil visum, juga ditemukan beberao luka di bagian tubuh korban, dan juga ada pendarahan di rongga dada,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara itu, Polres Malang juga akan menggelar rekonstruksi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

BACA : 

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, pelaku mengaku sakit hati lantaran si korban menghina orang tua pelaku dengan sebutan pelacur. Selain itu, korban juga sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang tidak pantas. Pelaku pun juga mengaku menyesal atas tindakannya yang menyebabkan istrinya meninggal.

“Saya sakit hati, karena orang tua saya dibilang lonte (pelacur). Selain itu masalah tanah, saya niatnya tanah ini untuk keperluan anak saya. Tapi dia malah minta untuk dijual buat keperluan dia sendiri,” jelas AW di hadapan AKBP Hendri Umar SIK MH, Sabtu (4/4/2020) siang. (gim/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Polres Trenggalek Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster

Diterbitkan

||

BARANG BUKTI : Kapolres Trenggalek tunjukkan barang bukti puluhan ribu baby lobster yang gagal diselundupkan
BARANG BUKTI : Kapolres Trenggalek tunjukkan barang bukti puluhan ribu baby lobster yang gagal diselundupkan

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ribu baby lobster di wilayahnya. Pelaku yang mengangkut baby lobster tanpa dilengkapi dokumen yang sah tersebut ditangkap saat melintas di jalan raya Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan pengungkapan kasus penyelundupan baby lobster tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diungkap oleh jajaran Polres Trenggalek. “Ini adalah kasus terbesar yang berhasil diungkapkan Polres Trenggalek,” ucap Kapolres Doni, Minggu (09/08/2020) siang.

Dikatakan Kapolres, kemarin sore telah diamankan seorang pelaku berinisial AN asal Kabupaten Pacitan yang membawa total 41.786 ekor baby lobster. Dia dbawa ke Mapolres Trenggalek untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Baby lobster yang terdiri dari jenis pasir sebanyak 39.576 ekor dan jenis mutiara 2.210 ekor tersebut dimasukkan dalam 9 box dan diangkut menggunakan kendaraan kijang innova warna hitam,” jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi, baby lobster tersebut diambil pelaku dari pengepul inisial KO warga Kecamatan Panggul dan menurut rencana akan dibawa ke Kabupaten Pacitan. “Kasus ini masih terus kita dalami siapa saja dan jaringan yang terlibat,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah pesisir yang memang memiliki kerawanan cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk satu tim khusus yang bertugas mengungkap kasus-kasus yang berkaitan dengan kejahatan kelautan dan perikanan termasuk penyelundupan baby lobster dari perairan Trenggalek.

“Ini adalah keberhasilan dari Tim Khusus yang kita bentuk bekerjasama dengan Polsek,” tegasnya. (mil/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Terduga Teroris Ditangkap Di Sawojajar

Diterbitkan

||

Lokasi sekitar kejadian penangkapan. (ist)
Lokasi sekitar kejadian penangkapan. (ist)

Bikin Kaget Pemilik Warung

Memontum, Kota Malang – Seorang yang diduga teroris diketahui bernama Arif E (41) warga Jl Lakarsantri, Surabaya, Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 07.28, diamankan oleh Densus 88. Dia ditangkap sesaat setalah sarapan di sebuah warung di kawasan Jl Danau Limboto Utara, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Meskipun saat itu penangkapan berjalan mulus tanpa ada perlawanan, namun kejadian itu sempat membuat si pemilik warung merasa syok. Pria yang enggan namanya disebutkan tersebut merasa kaget dan tidak mengira bahwa pria yang baru saja makan di warungnya adalah terduga teroris.

” Pria itu datang ke warung mengendarai motor Yamaha Jupiter. Sekitar pukul 07.02. Dia kemudian memesan sarapan. Sekitar pukul 07.28, dia membayar dan keluar dari warung,” ujar Ind si pemilik warung, Minggu (9/8/2020) pagi
Saat melangkah menuju motornya, Arif ditangkap petugas Densus 88. Penangkapan itu membuat Ind merasa kaget.

” Awalnya saya tidak tahu laki-laki itu ditangkap karena apa. Sempat terlihat diajak berbicara oleh petugas, kemudian baru dibawa. Motornya juga diamankan. Ada kerdus di motor tapi saya tidak tahu isinya apa. Saya baru tahu setelah diberitahu bahwa yang baru saja diamankan adalah terduga teroris” ujar Ind.

Sampai Minggu pagi, Ind mengaku masih merasa kaget. ” Sampai saat ini saya masih syok. Kaget tidak pernah melihat yang seperti itu secara langsung,” ujar Ind. Ditambahkan oleh warga lainnya bahwa terduga teroris tidak tinggal di kawasan Jl Danau Limboto.

” Sepertinya bukan tinggal di daerah Sawojajar,” ujar warga lainnya yang berada di sekitar lokasi. (gie)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler