Connect with us

SEKITAR KITA

Gus Anshori Bagikan Ratusan Masker dan Semprotkan Disinfektan ke Desa Surabayan

Diterbitkan

||

Gus Anshori Bagikan Ratusan Masker dan Semprotkan Disinfektan ke Desa Surabayan

Memontum Lamongan – Anggota Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamongan, Anshori membagikan ratusan masker sekaligus melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke rumah warga. Kegiatan yang juga diikuti para relawan tersebut dilakukan di Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi.

Menurut Gus Anshori biasa ia dikenal mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona di Kecamatan Sukodadi. Juga, menjaga kondisi lingkungan sekitar agar terhindar dari virus mematikan tersebut.

“Pembagian masker dan penyemprotan cairan disinfektan ini meliputi dua dusun. Yakni, Dusun Mlawang dan Dusun Kedangean. Keduanya masuk Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi,” terang Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan tersebut, Minggu (5/4/2020).

Tak hanya itu, Gus Anshori yang ikut turun langsung melakukan penyemprotan ini menambahkan jika kegiatan tersebut dimulai pukul 06.30 WIB. Tak hanya rumah warga, menurut dia fasilitas umum dan tempat ibadah juga menjadi sasaran kegiatan tersebut.

“Kita sengaja lakukan sterilisasi dengan cara menyemprot disinfektan di tempat ibadah dan fasilitas umum karena ini area orang berkumpul. Kita ingin masyarakat yang datang di sini aman dari wabah virus corona,” jelasnya.

“Yang bisa kami lakukan untuk saat ini adalah meminimalisir tersebarnya corona di lingkungan terdekat dengan cara membagikan masker dan menyemprotkan disinfektan,” pungkasnya. (dc/zen/yan)

 

SEKITAR KITA

Menata Persilatan Kota Malang di Tengah Pandemi

Diterbitkan

||

H Parso, saat menerima panji Ipsi sebagai simbol tampuk kepemimpinan. (ist)
H Parso, saat menerima panji Ipsi sebagai simbol tampuk kepemimpinan. (ist)

Memontum Kota Malang – Gerbong kepengurusan IPSI Kota Malang berganti. Semangat dan harapan, kepengurusan yang baru bisa membawa dunia persilatan Kota Malang lebih berprestasi. Hal itu seperti disampaikan Asad Munawir Wakil Ketua I Koni Kota Malang, dalam sambutannya di Muskot IPSI Kota Malang, Sabtu (24/10/2020).

Agenda ini mundur dari jadwal yang telah ditentukan, yaitu April 2020. Padahal panitia sudah dibentuk dan mulai bertugas Februari 2020. Sebulan sebelum pelaksanaan, Koni Kota Malang memutuskan menonaktifkan seluruh agenda, akibat pandemi Covid-19.

Ada suasana beda di Aula Disdikbud Kota Malang. Karena Ketua Umum IPSI Kota Malang Ir Nono Suherno sekitar sebulan lalu meninggal dunia. Maka pembukaan muskot pun diawali dengan doa bersama bagi almarhum. Muskot ini dihadiri lengkap 12 perguruan pencak silat anggota IPSI Kota Malang. Diantaranya PSHT, Perisai Diri, Perisai Putih, Merpati Putih, Pamur, Pagar Nusa, Tapak Suci, PSHW, Nur Harias, Satria Tunggal, Asad. Inilah pemilik hak memilih dan dipilih.

Ketua Harian Ipsi H Parso, mewakili almarhum Nono menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban. Diterima anggota. Sidang dilanjutkan. Pengurus lama di-demisionerkan. Dilanjutkan pemilihan ketua dan formatur.

Penjaringan calon ketua diperoleh Budi Utomo PSHT, Kusmadiono Tapak Suci dan H Parso Pamur. Melalui pemilihan ini H Parso menjadi Ketua Ipsi Kota Malang 2020-2024 terpilih. “Prosedur selanjutnya, panitia Muskot akan melaporkan ke Ipsi Pengprov Jatim dan Koni. Agar segera di SK kan dan dilanjutkan dengan pelantikan,” ujar Anita Yuli Rahmawati, sekretaris panitia.

H Parso menyampaikan jika ke depannya tantangan Ipsi lebih berat. Karena pandemi belum berakhir. “Karena itu, saya butuh dukungan dari semua anggota perguruan untuk menjalankan organisasi,” ujarnya. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca

SEKITAR KITA

10 Pengurus PCNU Kabupaten Malang Cuti

Diterbitkan

||

Ketua PCNU, Dr Umar Usman.
Ketua PCNU, Dr Umar Usman.

Memontum Malang – 10 Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, mengajukan cuti dari kepengurusan. Alasannya, mereka menjadi bagian dari salah satu tim sukses paslon di Pilbup Malang 2020. Hal tersebut, disampaikan Ketua PCNU, Dr Umar Usman.

“Sesuai dengan AD/ART kami, mereka yang berpatisipasi terhadap politik atau menjadi timses, tidak boleh di kepengurusan. Jadi, mereka yang memang sudah mantep untuk menjadi timses, berinisiatif untuk cuti dan non-aktif untuk sementara,” ujar dr Umar, akhir pekan kemarin (23/10).

Terhadap mereka yang cuti, tambahnya, untuk sementara sudah dicarikan penggantinya. Sehingga, ketika harus ada rapat atau koordinasi, sudah ada penggantinya.

“Jadi, ketika ada rapat, yang jadi timses itu sudah ada penggantinya. Tujuannya, agar NU bisa tetap jadi organisasi Islam terbesar yang tanpa adanya tendensi politik,” tambahnya.

Terkait kepastian pengurus yang mengambil cuti dan berlabuh ke Paslon mana, Umar mengaku, tidak mengetahuinya. “Kemana arah dukungan atau menjadi tim sukses mana, saya tidak tahu. Kemungkinannya, ya rata. Ada yang ke sana dan ke sini,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler