Connect with us

Pemerintahan

2 PDP Meninggal, 13 Dinyatakan Positif, Bupati Fadeli Ajukan PSBB ke Pemerintah Pusat

Diterbitkan

||

2 PDP Meninggal, 13 Dinyatakan Positif, Bupati Fadeli Ajukan PSBB ke Pemerintah Pusat

Pemkab Lamongan Siapkan Anggaran Rp 36 M Beli Alat dari Korsel

Memontum Lamongan – Bupati Lamongan, H Fadeli SH MM, bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono melakukan Video Conference bersama seluruh Camat, Forkopimcam dan Kepala Puskesmas di Ruang Command Center Pemkab Lamongan, Senin (6/4/2020).

Dalam arahannya, Bupati Fadeli memerintahkan dengan tegas agar melaksanakan Instruksi Bupati tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan COVID-19. Diantaranya tentang kewajiban warga untuk memakai masker setiap keluar rumah.

“Kabupaten Lamongan saat ini sudah mengajukan PSBB. Kami usulkan kemarin dan sudah memenuhi persyaratan PSBB, selain penyebaran ada pada 27 kecamatan,” kata Fadeli membeberkan.

“Selain itu, diketahui sudah ada yang meninggal sebelum ditetapkan positif yakni ada 2, di Kecamatan Turi dan Kedungpring,” tambahnya menjelaskan.

Bupati Fadeli juga menegaskan saat ini Pemkab Lamongan sudah menyiapkan anggaran Rp 36 Miliar untuk bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19. Anggaran tersebut diantaranya untuk pembelian alat tes Covid-19 dari Korea Selatan.

“Diluar Itu, juga sudah dilakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk jaringan pengaman sosial, sebagai antisipasi jika usulan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) disetujui Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Tak hanya itu, kemarin terdapat 10 orang positif Covid-19. Namun kini bertambah menjadi 13 orang positif, 104 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan gejala batuk, demam, dan ada riwayat perjalan ke luar kota terdampak atau luar negeri serta 202 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Hingga saat ini, sudah terdapat dua PDP yang telah meninggal dunia sebelum hasil tes swapnya keluar. Saya mohon kesadaran masyarakat desa yang pendatang kita harapkan kalau tidak benar-benar terdampak kalau perlu tidak usah pulang ke Lamongan,” ucap Fadeli.

“Tentu bagi yang nekat pulang harus di isolasi dan dikarangtina normalnya 14 hari. Sedangkan, untuk rumah isolasi di kota juga ada, kalau tidak mau di kota di kantor kecamatan, minimal di isolasi di balai desa,” katanya menegaskan.

Lebih jauh Fadeli menghimbau, Apabila warga Lamongan yang merantau tetap memaksa pulang, Pemkab Lamongan akan bersikap tegas.

“Data yang masuk bagi warga perantauan yang sudah pulang ke Lamongan hingga saat ini sebanyak 24 ribu orang. (Fjr/zen/yan)

 

Pemerintahan

Di Tengah Pandemi Covid-19 , Kapolres Bersama Dandim Jember Panen Raya Udang

Diterbitkan

||

Di Tengah Pandemi Covid-19 , Kapolres Bersama Dandim Jember Panen Raya Udang

Memontum Jember – Forkopimda bersama Kapolres Jember AKBP Aries Supriyono SIK MSi beserta Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, SSos MI Pol melakukan Panen Raya Udang milik PT Delta Guna Sukses di dusun Kalimalang desa Payangan Kecamatan Gumukmas – Jember, Sabtu (11/7/2020) siang.

Dalam kegiatan itu Kapolres Jember dan Komandan Kodim 0824/Jember hadir bersama rombongan yang terdiri dari Wakapolres Kompol Windy Syafutra SH SIK MMed,Kom, Kompol Nurhadi Suseno (Kabag Ren Polres Jember), Kompol Agus Supariyono SS (Kabag Ops Polres Jember) Kompol Sudjatmiarto (Kabag Sumda Polres Jember), AKP Yuliati (Kasat Sabara Polres jember), AKP Dartok Darmawan (Kasat Intelkam Polres Jember)

Tampak hadir pula dalam kegiatan itu Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono, Kapolsek Wuluhan AKP Mustofa, Kapolsek Kencong,AKP. Saidi, Kasat Polair Iptu Nai , jajaran muspika Gumukmas dan manager PT Delta Guna Sukses Chandra S.

Kapolres bersama komandan Kodim 0824 diberi kesempatan untuk melakukan panen udang dengan mengunakan Jala didampingi Manager PT Delta Guna Sukses sehingga suasana semakin hangat serta bahagia dengan penuh rasa suka cita kemudian dilakukan penimbangan dan pemilihan /seleksi hasil panenan udang.

Dalam sambutannya manager PT Delta Guna Sukses Chandra S menghaturkan rasa terima kasihnya kepada Kapolres beserta Komandan Kodim 0824 / Jember atas kehadirannya dalam acara panen udang di perusahaannya .

Dia juga mengatakan bahwa dalam melaksanakan kegiatan, pihaknya senantiasa bersinergi dengan Muspika. Babinsa, Bhabinkamtibmas sehingga semua kegiatan bisa berjalan lancar.

Candra juga mengatakan bahwasanya Dengan luas areal tambak 85 Hektar dan Areal Produksi 35 Hektar pihaknya telah memperkerjakan sekitar 200 karyawan yang merupakan warga sekitar lokasi tambak.

“Dan selama Pandemi Covid-19 ini kita memberlakukan penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19.Dengan mewajibkan karyawan melakukan test suhu tubuh sebelum masuk lokasi kerja,Cuci tangan ,mengenakan Masker dan sarung tangandan menjaga jarak sosial dengan karyawan lain terutama disaat panen raya seperti ini, ” katanya.

Sementara Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin mengatakan, hari ini kami bersama Kapolres Jember AKBP Aries Supriyono selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 melakukan peninjauan di Perusahaan pengelolah tambak udang kwalitas eksport, kita melihat pelaksanaan penerapan protokol kesehatan covid-19 yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Disamping itu kita juga memotifasi usahawan dalam melakukan kegiatan produksinya,dalam rangka membantu ketahanan pangan dalam menunjang perekonomian daerah ditengah masa pandemi covid-19, ”ujarnya. (tog/bud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Update Covid-19 Trenggalek, Pasien Positif Jadi 35 Orang

Diterbitkan

||

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr Murti Rukiyandari. (ist)
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr Murti Rukiyandari. (ist)

Memontum Trenggalek – Pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Trenggalek kembali bertambah sebanyak 3 orang. Kabar ini disampaikan oleh dr Murti Rukiyandari selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek secara virtual di gedung Smart Center Trenggalek.

Pasien baru yang pertama adalah Pasien 33, seorang laki-laki berusia 50 tahun dari Desa Sukorejo Kecamatan Tugu. Sehari-hari Pasien 33 bekerja di sebuah pabrik tahu di Kota Ambon Provinsi Maluku dan tinggal serumah bersama istri dan 1 orang anaknya.

Pada 19 Juni 2020, Pasien 33 berencana pulang ke Kabupaten Trenggalek dan melakukan rapid tes mandiri di kota Ambon dengan hasil non reaktif dan pada 20 Juni 2020 pulang dari Ambon menggunakan pesawat ke Surabaya.

“Dari Bandara Juanda Surabaya Pasien 33 melanjutkan perjalanan ke Trenggalek dengan menggunakan travel bersama 7 orang lainnya yaitu 6 orang dari Kecamatan Tugu dan 1 orang dari Kecamatan Karangan,” ucap dr Murti, Sabtu (11/07/2020) pagi.

Selanjutnya pada 21 Juni 2020, tim Puskesmas Tugu bersama Satgas Desa Sukorejo melakukan pemeriksaan di rumah Pasien 33 dan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Sementara pada 1 Juli 2020, Tim Puskesmas Tugu melakukan pemeriksaan rapid tes kepada Pasien 33 untuk menindaklanjuti hasil rapid tes teman 1 travel dari Karangan yang ditemukan rapid tes reaktif. Kemudian hasil pemeriksaan rapid tes Pasien 33 saat itu dinyatakan reaktif dan selanjutnya pasien melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat oleh Satgas Desa Sukorejo.

“Dan pada 3 Juli 2020, Pasien 33 dibawa ke rumah sakit untuk pengambilan swab, 5 hari kemudian pada 8 Juli 2020, hasil swab keluar dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19,” tegasnya.

Dari hasil Tracing yang dilakukan oleh Puskesmas Tugu, dan Satgas Desa ditemukan 6 orang kontak erat yang terdiri dari istri, 1 orang anak, ibu, kakak dan 2 orang keponakan yang telah dilakukan pemeriksaan rapid tes dengan hasil semuanya non reaktif.

Terhadap pasien 33, berdasarkan tracing Tim Gugus Tugas menyimpulkan Pasien 33 kemungkinan terpapar virus saat perjalanan dari Kota Ambon menuju Trenggalek.

dr Murti menambahkan, pasien baru kedua adalah Pasien 34, seorang laki-laki berusia 56 tahun dari Desa Ngares Kecamatan Trenggalek. Pasien 34 bermata pencaharian sebagai sopir di Sidoarjo, saat pemberlakuan PSBB Pasien 34 tidak pulang ke Trenggalek selama 3 bulan.

“Pasien 34 pada 19 Juni 2020 pulang dari Sidoarjo menuju Trenggalek dengan naik mobil pribadi. Esoknya pada 20 Juni 2020, perawat dan bidan desa melakukan kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan dan edukasi isolasi mandiri bagi pasien 34 dan keluarganya,” kata Murti.

3 Juli 2020, Pasien 34 berobat kepada dokter praktek dikarenakan mengalami demam dan pusing selama 6 hari, dan selanjutnya disarankan untuk pemeriksaan laboratorium. Lantas esoknya pada 4 Juli 2020, keluarga membawa Pasien 34 ke sebuah rumah sakit swasta karena mengeluhkan dada berdebar apabila mengonsumsi obat dari dokter, selanjutnya oleh rumah sakit swasta tersebut Pasien 34 dirujuk ke RSUD.

5 Juli 2020 Pasien 34 diperiksa rapid test dengan hasil reaktif. Keesokan harinya 6 Juli 2020, dilakukan pengambilan swab tes dan 8 Juli hasil swab keluar dengan hasil terkonfirmasi positif covid-19. Dari hasil tracing ditemukan 5 orang kontak erat yaitu isteri, 3 orang anak dan 1 orang menantu. Semuanya sudah dilakukan rapid tes dengan hasil non reaktif.

“Pasien 34, Gugus Tugas menyimpulkan kemungkinan tertular atau terpapar virus Pasien 34 dari Sidoarjo,” imbuhnya.

Pasien baru ketiga, lanjut Murti, adalah Pasien 35, seorang laki-laki usia 37 tahun dari Desa Kelutan Kecamatan Trenggalek. Pasien 35 sehari-hari bekerja di bengkel dinamo mobil milik kakaknya yang ada di Pasuruan. Sekitar 4 Juli 2020
Pasien 35 mengeluh nafsu makan menurun, lemas, sesak dan kadang batuk.

6 Juli 2020, Pasien 35 dibawa periksa ke dokter keluarga disarankan opname namun yang bersangkutan menolak dan kemudian diberikan obat jalan. 7 Juli 2020 Pasien 35 diantar pulang oleh kakak pasien pemilik bengkel dan kakak iparnya yang juga bekerja di bengkel bersama dengan istri dan 1 orang anaknya dengan menggunakan mobil pribadi.

“Selanjutnya dibawa ke sebuah klinik swasta dan berdasarkan pengkajian pasien merupakan ODP sehingga oleh klinik tersebut dilaporkan ke Puskesmas Trenggalek untuk dilakukan tindak lanjut berupa PE dan pemeriksaan rapid tes. Dari hasil pemeriksaan rapid tes oleh Puskesmas Trenggalek atas Pasien 35 dinyatakan reaktif, selanjutnya pasien dirujuk ke RSUD Trenggalek,” ungkap dr Murti.

Pada 8 Juli 2020, dilakukan pengambilan swab tes dan hasilnya Pasien 35 terkonfirmasi positif covid-19. Berdasarkan tracing yang dilakukan oleh Puskesmas Trenggalek, ditemukan 9 orang kontak erat keluarga Pasien 35 yang terdiri dari istri, 1 orang anak, ayah, kakak ipar, 3 orang kakak dan 2 orang keponakan. Semua kontak erat sudah dilakukan rapid tes dengan hasil non reaktif, kecuali satu orang kakak pasien pemilik bengkel dikarenakan sudah kembali ke Pasuruan.

Untuk itu Tim Gugus Tugas menyimpulkan Pasien 35 kemungkinan atau indikasi tertular virus corona di Pasuruan.

“Untuk selanjutnya Pemkab Trenggalek mengambil langkah Pasien 33 dan 34 saat ini masih dirawat di isolasi di asrama covid 1 BKD, sedangkan pasien 35 dilakukan perawatan di RSUD Trenggalek,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, jumlah kasus akumulatif di Trenggalek 35 orang, dimana 22 dinyatakan sembuh, 12 orang berada di asrama dalam kondisi sehat dan 1 orang dalam perawatan di rumah sakit. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler