Connect with us

Pemerintahan

20 Orang di Lamongan Positif Corona, Bupati Gencarkan Pencegahan, Bagikan Masker

Diterbitkan

||

20 Orang di Lamongan Positif Corona, Bupati Gencarkan Pencegahan, Bagikan Masker

Memontum Lamongan – Sebagai salah satu wujud implementasi dari instruksi Bupati Lamongan Nomor 1 Tahun 2020, Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM, beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Lamongan membagikan masker penutup mulut berbahan kain dan sembako.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19 di Lamongan, Selasa (7/4/2020).

Pembagian masker dilakukan di sejumlah wilayah, seperti di Alun-alun Lamongan, Pasar Sidoharjo dan perempatan Pagerwojo merupakan bentuk simbolis pelaksanaan intruksi. Bupati Fadeli kepada awak media mengatakan bahwa pembagian masker tersebut akan terus dilakukan hingga ke tingkat Kecamatan dan Desa- desa di Lamongan.

Bupati Fadeli juga telah menyiapkan sebanyak 30 ribu masker kain yang akan dibagikan secara bertahap ke seluruh Kecamatan di Lamongan.

“Penggunaan masker dianggap sangat efektif, mengingat keadaan wilayh di Lamongan yang sudah terindikasi sebagai zona merah. Jumlah yang muncul masih 13 yang positif, karena itu kewenangan pemerintah pusat dan gubernur untuk mengumumkan, tapi sebenarnya yang positif sudah mencapai 20 orang,” ujar Bupati Fadeli menegaskan.

Tak hanya itu, Bupati Fadeli menjelaskan, penularan virus yang diketahui lewat droplet atau percikan saat berbicara, batuk, atau pilek dapat diminimalisir dengan penggunaan masker. Selain itu, tambah Fadeli, seluruh warga juga dihimbau untuk tetap melakukan Physical distancing (jaga jarak) minimal 1 meter, tidak berkerumun dan tidak keluar rumah jika tidak mendesak.

“Sampai saat ini kami masih mempersiapkan dan mengusahakan yang terbaik untuk masyarakat Lamongan. Hanya saja, ini semua butuh proses,” pungkasnya. (Fjr/zen/yan)

 

Pemerintahan

Tidak Patuhi Protokol Kesehatan, Dua Kafe Kena Denda

Diterbitkan

||

oleh

Petugas saat melakukan Operasi yustisia penegakan disiplin protokol kesehatan. (ist)
Petugas saat melakukan Operasi yustisia penegakan disiplin protokol kesehatan. (ist)

Memontum Kota Malang – Operasi yustisi penegakan disiplin Inpres No 6 Tahun 2020 dan Perwali No 30 Tahun 2030, tentang protokol kesehatan di wilayah Kota Malang, dilakukan oleh petugas Polresta Malang Kota dan Pemerintah Kota Malang. Mobile Covid Hunter atau Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid 19, terus bergerak mencari para pelanggar.

Seperti halnya pada, Sabtu (19/9/2020) pukul 21.00, petugas bergerak ke beberapa lokasi. Diantaranya menyasar Kafe Loading Resto & Lounge, Kafe Backroom by Triangle, Taman Krida Budaya Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, dan Jalan Besar Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Petugas memberikan sanksi berupa penyitaan KTP penanggung jawab tempat usaha.

Di dua kafe itu petugas mendapati pengunjung tidak menerapkan protokol kesehatan. Yakni menempati tempat duduk yang berdekat-dekatan. Harusnya pengelola kafe memberikan imbauan kepada pengunjung agar mematuhi protokol Covid-19. Namun yang terjadi malah seperti pembiaran. Oleh karena itu petugas memberikan sanksi berupa penyitaan KTP penanggung jawab tempat usaha. Tentunya ada denda bagi kafe yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Razia dilanjutkan ke pusat-pusat keramaian seperti di taman Krida Budaya. Saat itu didapati banyak sekali warga yang sedang nongkrong malam mingguan. Diantaranya kedapatan tidak memakai masker. Begitu juga di Jl Besar Ijen. Banyak pelanggar termasuk penerapan Physical Distancing dan tidak gunakan masker.

Para pelanggar yang terjaring, mendapatkan sanksi menghafal Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan indonesia. Diharapkan dengan adanya operasi ini, masyarakat mematuhi peraturan mematuhi protokol kesehatan terutama menjaga jarak dan memakai masker.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH yang memimpin operasi yustisia ini mengatakan supaya masyarakat mematuhi protokol kesehatan. “Kami akan selalu melakukan operasi di pusat-pusat keramaian secara acak. Dalam sehari bisa dua atau tiga kali. Selama 14 hari ini kami akan terus melaksanakan operasi penegakan hukum. Kami berharap masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan terutama dalam pemakaian masker,” ujar Kombes Pol Leonardus.

Kasatpol PP Kota Malang Drs Priyadi MM mengatakan bahwa untuk dua kafe yang tidak mematuhi protokol kesehatan dikenakan Tipiring dengan denda maksimal Rp 1 juta. “Tergantung kesalahannya. Mereka tidak menerapkan protokol kesehatan. Kalau semalam mereka tidak menerapkan Physical Distancing. Tempat duduknya saling berhimpitan,” ujar Priyadi. (gie)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Minimalisir Kluster Baru, Kabupaten Resmikan Pasar Online

Diterbitkan

||

oleh

RESMIKAN: Bupati Malang saat meresmikan Pasar Online.
RESMIKAN: Bupati Malang saat meresmikan Pasar Online.

Memontum Malang – Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Bupati Malang, HM Sanusi, meresmikan program Pasar Online. Gagasan yang muncul dari program kerja-sama dengan Bank Republik Indonesia (BRI), bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir kluster baru yang timbul dari peredaran uang cash khususnya di wilayah pasar.

Dalam program pasar online ini, sedikitnya sudah memiliki 12 jaringan pasar. Serta, kurang lebih 300 pedagang yang tergabung dalam program pasar online di Kabupaten Malang.

Bupati Malang mengatakan, sistem pasar online dengan menggunakan aplikasi pasar.id. Dari aplikasi ini, pembeli bisa bertransaksi kebutuhan pasar tanpa harus ke pasar atau bertatap muka dengan pembeli. “Untuk pembayarannya, itu bisa dilakukan dengan aplikasi ini,” kata Bupati.

Pimpinan Wilayah BRI Malang, Prasetya Sayekti, yang pada kesempatan itu juga hadir, menambahkan bahwa pasar online ini tidak hanya diperuntukkan bagi pasar milik pemerintah daerah. Namun, juga ditujukan untuk pasar desa, pasar tradisional, maupun pasar komunitas.

“Ini ditujukan untuk semua pasar. Jadi, tidak hanya pasar milik Pemda,” ujarnya saat di Pendopo Agung, Minggu (20/9) tadi.

Dengan aplikasi ini, tambahnya, ke depan untuk seluruh pasar bisa tercover. Termasuk, penyebaran kluster baru bisa terantisipasi. “Biar transmisi penularan covid-19, bisa berkurang jika masyarakat beralih tidak menggunakan uang cash,” tambahnya. (mg2/sit)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Pengumuman Pendaftaran KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan KPU Kabupaten Trenggalek
Advertisement Tahapan Pilkada KPUBanyuwangi
Advertisement Iklan ucapan HUT RI Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler