Connect with us

SEKITAR KITA

PT Salem Situbondo Bagikan Paket Beras dan Masker Pada Ratusan Tukang Becak

Diterbitkan

||

PT Salem Situbondo Bagikan Paket Beras dan Masker Pada Ratusan Tukang Becak

Memontum Situbondo – Wajah para tukang becak tampak semringah. Wajar saja, di tengah langkanya penumpang akibat pandemi Covid 19, mereka mendapatkan rezeki tak terduga berupa satu paket berisi beras, uang tunai dan masker dari PT. Panca Mitra Multiperdana (PT PMMP) atau yang dikenal dengan Pabrik PT. Salem Landangan itu mengadakan bakti sosial di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020) siang.

Fajar (45), salah satu tukang becak mengatakan sangat bersyukur dan bahagia. Abang becak yang biasa mangkal di area Pasar Panji itu mengaku, sudah tiga hari ini becak nya tidak ada penumpang. Sehingga dirinya tidak ada pendapatan sama sekali.

TAMPAK SENANG : Para tukang becak saat menerima paket beras, uang tunai dan masker dari pihak PT Salem Landangan Situbondo. (im)

TAMPAK SENANG : Para tukang becak saat menerima paket beras, uang tunai dan masker dari pihak PT Salem Landangan Situbondo. (im)

“Uang tabungan sudah habis. Saya rencananya mau jual HP ini,” katanya.

Dengan adanya bantuan beras dari PT. Salem, Fajar mengurungkan niatnya untuk menjual HP. Sebab, sudah mendapatkan bantuan satu paket beras, uang tunai dan masker itu sudah cukup memenuhi kebutuhannya selama beberapa hari ke depan.

“Alhamdulillah sudah mendapat bantuan paket beras, uang tunai Rp 50 ribu dan masker. Jadi, cukup untuk belanja keluarga di rumah,” ujar Fajar.

Sementara itu, Direktur PT. PMMP, Martinus Soesilo menyampaikan, ada 300 paket beras yang diberikan kepada tukang becak. Satu paket berisi beras. Di dalamnya ada dua buah masker dan uang Rp 50 ribu.

“Hari ini kita bisa membantu masyarakat. Becak mulai sepi, sudah jarang narik,” katanya.

Selain kepada tukang becak, perusahaan yang beralamat di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan itu juga memberikan ribuan masker kepada warga di tiga desa di Kecamatan Kapongan. Masing-masing seribu masker untuk warga Desa Seletreng, Desa Wonokoyo dan Desa Landangan, Kecamatan Kapongan.

“Tadi sudah diserahkan secara simbolis kepada kepala desa masing-masing,” katanya.

Martinus mengaku, bakti sosial ini sudah kedua kalinya. Sebelumnya, PT. Salem memberikan masker dan vitamin C untuk tenaga medis di RS ELizabeth dan RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

“Nanti akan kami agendakan lagi. Ini akan dilaksanakan secara rutin,” pungkasnya.

Kepala Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Taufik Hidayat mengucapkan sangat berterima kasih atas bantuan masker dari PT. Salem kepada warganya. Dia mengatakan, saat ini masyarakat sedang membutuhkan masker.

“Ini mengurangi beban kami di pemerintah desa,” ujarnya.

Pantauan Wartawan Memontum.com / Grup Memo X di lapangan, sebanyak 300 paket yang berisi beras, uang tunai dan masker dari PT PMMP dibagikan ke sejumlah tempat mangkal tukang becak, juru parkir dan ojek.

Yaitu mulai dari desa Landangan, perempatan Kapongan, pasar Panji, Terminal bus Situbondo, Pasar senggol, sekitar RS Elisabeth dan finish di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. (im/oso)

 

SEKITAR KITA

Menata Persilatan Kota Malang di Tengah Pandemi

Diterbitkan

||

H Parso, saat menerima panji Ipsi sebagai simbol tampuk kepemimpinan. (ist)
H Parso, saat menerima panji Ipsi sebagai simbol tampuk kepemimpinan. (ist)

Memontum Kota Malang – Gerbong kepengurusan IPSI Kota Malang berganti. Semangat dan harapan, kepengurusan yang baru bisa membawa dunia persilatan Kota Malang lebih berprestasi. Hal itu seperti disampaikan Asad Munawir Wakil Ketua I Koni Kota Malang, dalam sambutannya di Muskot IPSI Kota Malang, Sabtu (24/10/2020).

Agenda ini mundur dari jadwal yang telah ditentukan, yaitu April 2020. Padahal panitia sudah dibentuk dan mulai bertugas Februari 2020. Sebulan sebelum pelaksanaan, Koni Kota Malang memutuskan menonaktifkan seluruh agenda, akibat pandemi Covid-19.

Ada suasana beda di Aula Disdikbud Kota Malang. Karena Ketua Umum IPSI Kota Malang Ir Nono Suherno sekitar sebulan lalu meninggal dunia. Maka pembukaan muskot pun diawali dengan doa bersama bagi almarhum. Muskot ini dihadiri lengkap 12 perguruan pencak silat anggota IPSI Kota Malang. Diantaranya PSHT, Perisai Diri, Perisai Putih, Merpati Putih, Pamur, Pagar Nusa, Tapak Suci, PSHW, Nur Harias, Satria Tunggal, Asad. Inilah pemilik hak memilih dan dipilih.

Ketua Harian Ipsi H Parso, mewakili almarhum Nono menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban. Diterima anggota. Sidang dilanjutkan. Pengurus lama di-demisionerkan. Dilanjutkan pemilihan ketua dan formatur.

Penjaringan calon ketua diperoleh Budi Utomo PSHT, Kusmadiono Tapak Suci dan H Parso Pamur. Melalui pemilihan ini H Parso menjadi Ketua Ipsi Kota Malang 2020-2024 terpilih. “Prosedur selanjutnya, panitia Muskot akan melaporkan ke Ipsi Pengprov Jatim dan Koni. Agar segera di SK kan dan dilanjutkan dengan pelantikan,” ujar Anita Yuli Rahmawati, sekretaris panitia.

H Parso menyampaikan jika ke depannya tantangan Ipsi lebih berat. Karena pandemi belum berakhir. “Karena itu, saya butuh dukungan dari semua anggota perguruan untuk menjalankan organisasi,” ujarnya. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca

SEKITAR KITA

10 Pengurus PCNU Kabupaten Malang Cuti

Diterbitkan

||

Ketua PCNU, Dr Umar Usman.
Ketua PCNU, Dr Umar Usman.

Memontum Malang – 10 Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, mengajukan cuti dari kepengurusan. Alasannya, mereka menjadi bagian dari salah satu tim sukses paslon di Pilbup Malang 2020. Hal tersebut, disampaikan Ketua PCNU, Dr Umar Usman.

“Sesuai dengan AD/ART kami, mereka yang berpatisipasi terhadap politik atau menjadi timses, tidak boleh di kepengurusan. Jadi, mereka yang memang sudah mantep untuk menjadi timses, berinisiatif untuk cuti dan non-aktif untuk sementara,” ujar dr Umar, akhir pekan kemarin (23/10).

Terhadap mereka yang cuti, tambahnya, untuk sementara sudah dicarikan penggantinya. Sehingga, ketika harus ada rapat atau koordinasi, sudah ada penggantinya.

“Jadi, ketika ada rapat, yang jadi timses itu sudah ada penggantinya. Tujuannya, agar NU bisa tetap jadi organisasi Islam terbesar yang tanpa adanya tendensi politik,” tambahnya.

Terkait kepastian pengurus yang mengambil cuti dan berlabuh ke Paslon mana, Umar mengaku, tidak mengetahuinya. “Kemana arah dukungan atau menjadi tim sukses mana, saya tidak tahu. Kemungkinannya, ya rata. Ada yang ke sana dan ke sini,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler