Connect with us

Pemerintahan

Bupati Pamekasan Silaturahim dengan Alfiatus Sholehah, Juara 3 Nasional Lomba Menulis Surat Kepada Menteri

Diterbitkan

||

Bupati memberikan hadiah berupa notebook kepada Alfiatus Sholehah, juara tiga besar nasional lomba menulis surat kepada Mendikbud RI, di Pendopo Bupati, Pamekasan, Selasa (2/6/2020)
Bupati memberikan hadiah berupa notebook kepada Alfiatus Sholehah, juara tiga besar nasional lomba menulis surat kepada Mendikbud RI, di Pendopo Bupati, Pamekasan, Selasa (2/6/2020)

Memontum Pamekasan – Bupati Pamekasan menggelar silaturahmi dengan Alfiatus Sholehah, Juara tiga besar nasional lomba menulis surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Selasa (2/6/2020). Siswa kelas V SDN Pademawu Barat I didampaingi kedua orang tua.

Siswi yang diantar ke Mandhapa Aghung Ronggosukowati diiringi rombongan Kepala Sekolah, Guru-Guru, Kades dan Ketua PGRI Kabupaten. Dilokasi disambut hangat bupati, sekda serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Momen sakral itu Fia-sapaam akrab-Alfiatus Sholehah mendapatkan notebook merk Asus yang diberikan langsung oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam.

smart

Bupati Pamekasan mengatakan, keluarga biasa-biasa saja tidak menjadi penghalang untuk menjadi luar biasa. Banyak pemimpin negeri tidak memiliki latar belakang pemimpin, dan keluarga luar biasa. Tapi, menjadi pemimpin luar biasa berkat do’a kedua orang tua, dan semangat yang luar biasa. “Sebua saja Bung Karno, Soeharto dan pemimpin setelahnya,” paparnya.

Ananda Alfiatus Sholehah dimasa depan bisa saja menjadi Menteri, Bupati, Gubernur bahkan presiden. Bagi Baddrut Tamam, Alfiatus Sholehah lahir dari rahim luar biasa, keluarga luar biasa. Terbukti, dengan dukungan, do’a kedua orang tua dan semangat ananda Alfiatus Sholehah ananada menjadi luar biasa.

“Saya doakan ananda menjadi anak sholehah, berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi generasi penerus bangsa. Serta membanggakan kedua orang tua, agama dan bangsa. Tentu, juga bagi siswa yang lain di Indonesia ananda menjadi inspirasi,” ucapnya.

Sementara itu, dihadapan Bupati dan pimpinan OPD, Alfiatus Sholelah menceritakan, awalnya ada ibu gurunya yang memberitahukan ada lomba menulis untuk menteri. Isinya, mecertitakam keadaan yang dialaminya selama masa Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).

“Tulisan pertama ditolak karena belum rapi. Kemudian buat lagi dikirimkan dan akhirnya diterima,” cerita Via dihadapan Bupati, Sekda, Kadisdik dan undangan yang hadir pada kesempatan tersebut.

Sekedar diketahui, surat Alfiatus Sholehah yang menceritakan kondisi keluarga dan orang tuanya yang harus ngutang untuk beli paketan internet diterima dan dibacakan langsung Mandikbud RI Nadiem Makarim. Nadiem juga wawancara online dengan Alfuatus Sholehah. Surat yang berisi kesulitan dia belajar daring ditengah Covid-19 mampu menembus Nominasi tiga besar dalam lomba menulis surat kepada mas menteri. (adi/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Di Tengah Pandemi Covid-19 , Kapolres Bersama Dandim Jember Panen Raya Udang

Diterbitkan

||

Di Tengah Pandemi Covid-19 , Kapolres Bersama Dandim Jember Panen Raya Udang

Memontum Jember – Forkopimda bersama Kapolres Jember AKBP Aries Supriyono SIK MSi beserta Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, SSos MI Pol melakukan Panen Raya Udang milik PT Delta Guna Sukses di dusun Kalimalang desa Payangan Kecamatan Gumukmas – Jember, Sabtu (11/7/2020) siang.

Dalam kegiatan itu Kapolres Jember dan Komandan Kodim 0824/Jember hadir bersama rombongan yang terdiri dari Wakapolres Kompol Windy Syafutra SH SIK MMed,Kom, Kompol Nurhadi Suseno (Kabag Ren Polres Jember), Kompol Agus Supariyono SS (Kabag Ops Polres Jember) Kompol Sudjatmiarto (Kabag Sumda Polres Jember), AKP Yuliati (Kasat Sabara Polres jember), AKP Dartok Darmawan (Kasat Intelkam Polres Jember)

Tampak hadir pula dalam kegiatan itu Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono, Kapolsek Wuluhan AKP Mustofa, Kapolsek Kencong,AKP. Saidi, Kasat Polair Iptu Nai , jajaran muspika Gumukmas dan manager PT Delta Guna Sukses Chandra S.

Kapolres bersama komandan Kodim 0824 diberi kesempatan untuk melakukan panen udang dengan mengunakan Jala didampingi Manager PT Delta Guna Sukses sehingga suasana semakin hangat serta bahagia dengan penuh rasa suka cita kemudian dilakukan penimbangan dan pemilihan /seleksi hasil panenan udang.

Dalam sambutannya manager PT Delta Guna Sukses Chandra S menghaturkan rasa terima kasihnya kepada Kapolres beserta Komandan Kodim 0824 / Jember atas kehadirannya dalam acara panen udang di perusahaannya .

Dia juga mengatakan bahwa dalam melaksanakan kegiatan, pihaknya senantiasa bersinergi dengan Muspika. Babinsa, Bhabinkamtibmas sehingga semua kegiatan bisa berjalan lancar.

Candra juga mengatakan bahwasanya Dengan luas areal tambak 85 Hektar dan Areal Produksi 35 Hektar pihaknya telah memperkerjakan sekitar 200 karyawan yang merupakan warga sekitar lokasi tambak.

“Dan selama Pandemi Covid-19 ini kita memberlakukan penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19.Dengan mewajibkan karyawan melakukan test suhu tubuh sebelum masuk lokasi kerja,Cuci tangan ,mengenakan Masker dan sarung tangandan menjaga jarak sosial dengan karyawan lain terutama disaat panen raya seperti ini, ” katanya.

Sementara Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin mengatakan, hari ini kami bersama Kapolres Jember AKBP Aries Supriyono selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 melakukan peninjauan di Perusahaan pengelolah tambak udang kwalitas eksport, kita melihat pelaksanaan penerapan protokol kesehatan covid-19 yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Disamping itu kita juga memotifasi usahawan dalam melakukan kegiatan produksinya,dalam rangka membantu ketahanan pangan dalam menunjang perekonomian daerah ditengah masa pandemi covid-19, ”ujarnya. (tog/bud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Update Covid-19 Trenggalek, Pasien Positif Jadi 35 Orang

Diterbitkan

||

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr Murti Rukiyandari. (ist)
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr Murti Rukiyandari. (ist)

Memontum Trenggalek – Pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Trenggalek kembali bertambah sebanyak 3 orang. Kabar ini disampaikan oleh dr Murti Rukiyandari selaku juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek secara virtual di gedung Smart Center Trenggalek.

Pasien baru yang pertama adalah Pasien 33, seorang laki-laki berusia 50 tahun dari Desa Sukorejo Kecamatan Tugu. Sehari-hari Pasien 33 bekerja di sebuah pabrik tahu di Kota Ambon Provinsi Maluku dan tinggal serumah bersama istri dan 1 orang anaknya.

Pada 19 Juni 2020, Pasien 33 berencana pulang ke Kabupaten Trenggalek dan melakukan rapid tes mandiri di kota Ambon dengan hasil non reaktif dan pada 20 Juni 2020 pulang dari Ambon menggunakan pesawat ke Surabaya.

“Dari Bandara Juanda Surabaya Pasien 33 melanjutkan perjalanan ke Trenggalek dengan menggunakan travel bersama 7 orang lainnya yaitu 6 orang dari Kecamatan Tugu dan 1 orang dari Kecamatan Karangan,” ucap dr Murti, Sabtu (11/07/2020) pagi.

Selanjutnya pada 21 Juni 2020, tim Puskesmas Tugu bersama Satgas Desa Sukorejo melakukan pemeriksaan di rumah Pasien 33 dan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Sementara pada 1 Juli 2020, Tim Puskesmas Tugu melakukan pemeriksaan rapid tes kepada Pasien 33 untuk menindaklanjuti hasil rapid tes teman 1 travel dari Karangan yang ditemukan rapid tes reaktif. Kemudian hasil pemeriksaan rapid tes Pasien 33 saat itu dinyatakan reaktif dan selanjutnya pasien melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat oleh Satgas Desa Sukorejo.

“Dan pada 3 Juli 2020, Pasien 33 dibawa ke rumah sakit untuk pengambilan swab, 5 hari kemudian pada 8 Juli 2020, hasil swab keluar dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19,” tegasnya.

Dari hasil Tracing yang dilakukan oleh Puskesmas Tugu, dan Satgas Desa ditemukan 6 orang kontak erat yang terdiri dari istri, 1 orang anak, ibu, kakak dan 2 orang keponakan yang telah dilakukan pemeriksaan rapid tes dengan hasil semuanya non reaktif.

Terhadap pasien 33, berdasarkan tracing Tim Gugus Tugas menyimpulkan Pasien 33 kemungkinan terpapar virus saat perjalanan dari Kota Ambon menuju Trenggalek.

dr Murti menambahkan, pasien baru kedua adalah Pasien 34, seorang laki-laki berusia 56 tahun dari Desa Ngares Kecamatan Trenggalek. Pasien 34 bermata pencaharian sebagai sopir di Sidoarjo, saat pemberlakuan PSBB Pasien 34 tidak pulang ke Trenggalek selama 3 bulan.

“Pasien 34 pada 19 Juni 2020 pulang dari Sidoarjo menuju Trenggalek dengan naik mobil pribadi. Esoknya pada 20 Juni 2020, perawat dan bidan desa melakukan kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan dan edukasi isolasi mandiri bagi pasien 34 dan keluarganya,” kata Murti.

3 Juli 2020, Pasien 34 berobat kepada dokter praktek dikarenakan mengalami demam dan pusing selama 6 hari, dan selanjutnya disarankan untuk pemeriksaan laboratorium. Lantas esoknya pada 4 Juli 2020, keluarga membawa Pasien 34 ke sebuah rumah sakit swasta karena mengeluhkan dada berdebar apabila mengonsumsi obat dari dokter, selanjutnya oleh rumah sakit swasta tersebut Pasien 34 dirujuk ke RSUD.

5 Juli 2020 Pasien 34 diperiksa rapid test dengan hasil reaktif. Keesokan harinya 6 Juli 2020, dilakukan pengambilan swab tes dan 8 Juli hasil swab keluar dengan hasil terkonfirmasi positif covid-19. Dari hasil tracing ditemukan 5 orang kontak erat yaitu isteri, 3 orang anak dan 1 orang menantu. Semuanya sudah dilakukan rapid tes dengan hasil non reaktif.

“Pasien 34, Gugus Tugas menyimpulkan kemungkinan tertular atau terpapar virus Pasien 34 dari Sidoarjo,” imbuhnya.

Pasien baru ketiga, lanjut Murti, adalah Pasien 35, seorang laki-laki usia 37 tahun dari Desa Kelutan Kecamatan Trenggalek. Pasien 35 sehari-hari bekerja di bengkel dinamo mobil milik kakaknya yang ada di Pasuruan. Sekitar 4 Juli 2020
Pasien 35 mengeluh nafsu makan menurun, lemas, sesak dan kadang batuk.

6 Juli 2020, Pasien 35 dibawa periksa ke dokter keluarga disarankan opname namun yang bersangkutan menolak dan kemudian diberikan obat jalan. 7 Juli 2020 Pasien 35 diantar pulang oleh kakak pasien pemilik bengkel dan kakak iparnya yang juga bekerja di bengkel bersama dengan istri dan 1 orang anaknya dengan menggunakan mobil pribadi.

“Selanjutnya dibawa ke sebuah klinik swasta dan berdasarkan pengkajian pasien merupakan ODP sehingga oleh klinik tersebut dilaporkan ke Puskesmas Trenggalek untuk dilakukan tindak lanjut berupa PE dan pemeriksaan rapid tes. Dari hasil pemeriksaan rapid tes oleh Puskesmas Trenggalek atas Pasien 35 dinyatakan reaktif, selanjutnya pasien dirujuk ke RSUD Trenggalek,” ungkap dr Murti.

Pada 8 Juli 2020, dilakukan pengambilan swab tes dan hasilnya Pasien 35 terkonfirmasi positif covid-19. Berdasarkan tracing yang dilakukan oleh Puskesmas Trenggalek, ditemukan 9 orang kontak erat keluarga Pasien 35 yang terdiri dari istri, 1 orang anak, ayah, kakak ipar, 3 orang kakak dan 2 orang keponakan. Semua kontak erat sudah dilakukan rapid tes dengan hasil non reaktif, kecuali satu orang kakak pasien pemilik bengkel dikarenakan sudah kembali ke Pasuruan.

Untuk itu Tim Gugus Tugas menyimpulkan Pasien 35 kemungkinan atau indikasi tertular virus corona di Pasuruan.

“Untuk selanjutnya Pemkab Trenggalek mengambil langkah Pasien 33 dan 34 saat ini masih dirawat di isolasi di asrama covid 1 BKD, sedangkan pasien 35 dilakukan perawatan di RSUD Trenggalek,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, jumlah kasus akumulatif di Trenggalek 35 orang, dimana 22 dinyatakan sembuh, 12 orang berada di asrama dalam kondisi sehat dan 1 orang dalam perawatan di rumah sakit. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler