Connect with us

Berita

JCW Tuding TPST Terlantar Sejak 2017, Kades Keboharan Janji Operasikan Akhir Tahun

Diterbitkan

||

MANGKRAK – TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ) Desa Keboharan Kecamatan Krian yang dibangun sejak 2017 namun hingga kini belum dioperasikan. (ari)
MANGKRAK – TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ) Desa Keboharan Kecamatan Krian yang dibangun sejak 2017 namun hingga kini belum dioperasikan. (ari)

Memontum Sidoarjo – Sejumlah warga Keboharan Kecamatan Krian meradang. Hal itu disebabkan TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ) yang dibangun sejak 2017 belum dioperasikan. Karena sampah warga dibuang ke TPST desa yang lain, bau sampah tercium anggota LSM Java Corruption Watch (JCW) Sidoarjo.

Atas dugaan terjadinya penelantaran TPST Desa Keboharan, Kecamatan Krian, Senin (8/6) LSM JCW mengirimkan somasi JCW kepada , Kades Keboharan yang diduga menelantarkan TPST yang dibangun dengan uang rakyat.

Pemdes tidak memfungsikan TPST yang merupakan asset daerah untuk kepentingan masyarakat. Padahal TSPT itu dibutuhkan masyarakat namun warga Keboharan membuang sampah kedesa lain.

“ Pemdes lalai terhadap tugas dan tanggung jawabnya kepada masyarakat dan Kades harus bertanggung jawab,” katanya .

Atas tudingan itu Kepala Desa Keboharan, Achmad Suhaimi menyatakan bahwa tudingan itu tidak benar, Menurutnya TPST yang berdiri sejak tahun 2017 itu tidak diterlantarkan tetapi masih melangkapi sarana dan prasarana untuk dioperasionalkan.

Ditengah menyiapkan sarana dan sarana itu, lanjut Achmad ada pihak lain yang ingin menguasai TSPT untuk dikelola secara bisnis, karena konsep mereka itu ditolak dia berkoar-koar keluar.

”Ada pelaku usaha yang ingin menggunakan TPST untuk kepentingan pribadi. Sampah warga tanpa bayar, tetapi kalau sampah dari desa lain membayar mahal,” kata Achmad Suhaimi, Rabu (9/6/2020).

Achmad menyatakan jika mempunyai konsep dan MoU dengan warga. Isinya kalau peralatan lengkap baru dioprasikan dan kalau muncul bau harus ditutup. Ada bukti serta saksi, dulu warga menolak.” Saya membujuk warga untuk setuju. Akhir tahun dioperasikan. Tahun ini pengadaan lengkap, seperti alat pengolah sampah, gerobak sampah,” ungkap Kades Keboharan.

Lebih lanjut Achmad menyatakan jika TPST dibangun pada tahun 2017, namun TPST tidak bisa langsung digunakan karena belum ada alat . Selanjutnya pada 2018 dilaksanakan pengadaan 1 gerobak sampah, sedang pada tahun 2019 dialokasikan untuk yang lebih penting.

“Tahun 2020 baru bisa dialokasikan. Insnyaallah akhir tahun bisa difungsikan, saat ini masih situasi pandemi Covid-19 jadi kita belum bisa memastikan,” terangnya. (ari/yan)

 

Berita

Bioskop Share Aturan Nonton, Pecinta Film Layar Lebar Boleh Lega

Diterbitkan

||

Bioskop Share Aturan Nonton, Pecinta Film Layar Lebar Boleh Lega

Memontum Kota Malang – Wacana akan dibukanya kembali bioskop di seluruh indonesia menimbulkan beberapa pro dan kontra. Khususnya bagi para penggemar Film Layar Lebar. Dilansir dari akun Twitter @cinema21 yang telah memposting pada hari Jumat (10/7/2020) terkait aturan dan protokol kesehatan ketika datang ke bioskop. Mulai dari aturan tempat duduk di dalam bioskop maupun diruang tunggu, hingga cara mengantri saat membeli tiket.

Namun sepertinya terdapat ketakutan tersendiri dari beberapa pecinta film layar lebar untuk kembali datang ke bioskop, dikarenakan Covid 19 yang sepertinya malah semakin meningkat masih menimbulkan beberapa kontra dari masyarakat.

“Walaupun ada aturan ketat gitu, aku masih takut dan parno sih. Kan nonton film itu lama ya dan kita berada diruangan tertutup bersama orang-orang awam yang gak aku kenal. Apalagi sekarang malah banyak OTG tiba-tiba positif kan ngeri,” ujar Nablia salah satu penggemar film layar lebar.

Beberapa masyarakat juga mengungkapkan hal yang sama, namun di sisilain juga ada yang malah lebih heran dengan aturan di bukanya bioskop ini.

“Aku sama kakakku malah gak setuju kalo di buka, kenapa tempat hiburan boleh beroperasi tapi sekolah masih saja diliburkan. Ya kalo bisa buka tempat hiburan dengan omong-omong protokol kesehatan, harusnya sekolah ya bisa dengan protokol yang lebih sehat kan?,” ujar Thrias salah satu penggemar film.

Memang sepertinya beberapa masyarakat masih enggan dan takut untuk datang ke bioskop apalagi sekarang masih banyak kasus-kasus OTG yang positif khususnya di Kota Malang.

“Itukan sebenarnya sama aja dengan aturan-aturan di cafe dan restoran, sebenernya lebih ke tanggung jawab masing-masing aja sih. Udahlah mending streaming aja dirumah kan ada Netflix, ada Viu juga. Daripada keluar-keluar takut, Covid 19 aja masih naik terus kasusnya malahan,” tutup Teokista penggemar film. (mg1/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Bisnis Karaoke dan Hiburan Malam Makin Terpuruk, Desak Pemkot Malang Izinkan Aktif Lagi

Diterbitkan

||

Bambang Hermanto, ketua Perkahima Malang. (gie)
Bambang Hermanto, ketua Perkahima Malang. (gie)

Memontum Kota Malang – Bisnis Karaoke dan tempat hiburan malam semakin terpuruk setelah hampir empat bulan tidak diperbolehkan beroperasi akibat pandemi Covid -19. Sejak tanggal 16 Maret 2020, karaoke dan tempat hiburan malam telah ditutup. Ini membuat para pengelola dan karyawan kehilangan pekerjaannya.

Oleh karena itu pengelola karaoke dan tempat hiburan malam yang tergabung dalam Perhimpunan karaoke dan tempat hiburan malam (Perkahima) Malang Raya mendesak kebijakan pemerintah daerah untuk memperbolehkan tempat karaoke dan hiburan malam untuk kembali beroperasi pada 16 Juli 2020.

Surat permohonan pertama sudah dilayangkan ke Walikota Malang selaku Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19. Selanjutnya surat kesepakatan dalam menjalankan SOP protokol kesehatan akan dilayangkan pada, Senin (13/7/2020) .

Bambang Hermanto SH, ketua Perkahima, menjelaskan bahwa pihaknya sangat terpuruk setelah hampir empat bulan karaoke dan tempat hiburan malam tidak beroperasi.

“Hasil Pertemuan anggota Perkahima kali ini untuk membahas kembali pertemuan di Ministry pada 3 Juli 2020. Kami ingin percepatan untuk operasional outlet yang berada di Malang ini. Kami sepakat tabggal 16 Juli 2020 untuk buka kembali,” ujar Bambang, pada Jumat (10/7/2020) sore usai pertemuan anggota Perkahima di Studio One.

Pihaknya mendesak untuk kembali beroperasi dikarenakan sudah semakin terpuruk. “Melihat kondisi karyawan karoke dan hiburan malam sangat terpuruk ekonominya. Kita sangat mendesak untuk dapat kembali buka pada 16 Juli 2020. Alasan kedua, biaya operasional dan sewa gedung, pembayaran listrik dan air harus kita cari dengan dibukanya karaoke dan tempat hiburan malam ini,” ujar Bambang.

Ari, selaku wakil Ketua Perkahima menjelaskan bahwa tempat karaoke dan hiburan malam berkomitnen akan melaksanakan protokol kesehatan sesuai prosedur yang diwajibkan pemerintah.

“Pertama saat datang harus cuci tangan, cek suhu tubuh dengan thermo gun. Jika suhunya tinggi, harus masuk ruang isolasi, kita akan koordinasi dentan Dinas Kesehatan. Room kita terapkan social distancing. Kapasitas room dibatasi 50 persen. Karyawan pakai faceshield, sarung tangan dan masker. Juga penyemprotan disinfektan berkala setiap harinya” ujar Ari.

Robert, Manager Operasional Doremi Group bahwa tempat karaoke dan hiburan malam juga bisa menjadi tempat pencegahan penyebaran Covid-19.

“Harus kita lihat sisi kemanusiaan. Semua sisi harua dilihat. Kita bisa menjadi tempat pencegahan. Semua protokoler kesehatan sudah kami persiapkan. Senin depan SOP protokol kesehatan akan kita kirimkan ke ketua gugus tugas Covid -19,” ujar Robert.

Bambang menambahkan bahwa semua anggota Perkahima sudah mempersiapkan dengan matang protokol kesehatan dan SOP Nya.

” Tempat-tempat lain boleh buka kenapa kami tidak diperbolehkan. Karyawan karaoke dan tempat hiburan malam sangat terdampak. Karena sudah mulai 16 Maret 2020 hingga sekarang kami tidak beroperasi. Kita tidak mendapatkan pemasukan, kondisi ekonomi karyawan semakin terpuruk. Kami berharap tanggal 16 Juli nanti sudah boleh kembali beroperasi,” ujar Bambang.

Perlu diketahui bahwa selama karaoke dan tempat hiburan malam tidak diperbolehkan beroperasi, sebanyak 700 karyawan telah dirumahkan. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler