Connect with us

Pemerintahan

Masyarakat Bisa Belajar Jadi Pengusaha di Kejaksaan Negeri Kota Malang

Diterbitkan

||

Masyarakat Bisa Belajar Jadi Pengusaha di Kejaksaan Negeri Kota Malang

Memontum Kota Malang – Kejaksaan Negeri Kota Malang, Rabu (10/6/2020) siang, meresmikan Koperasi Adhyaksa Kota Malang. Ternyata selain untuk kesejahteraan anggotanya , masyarakat juga bisa memanfaatkan adanya Koperasi Adhyaksa ini. Sebab Koperasi ini bergerak dalam serba usaha diantaranya juga dengan adanya kafe dengan produk bermacam-macam kopi lokal, di halaman depan area Kejaksaan Negeri Kota Malang.

Kelebihannya lagi, di koperasi ini masyarakat bisa memanfaatkan peluang menjadi pengusaha terutama usaha kafe. Karena masyarakat bisa mendapatkan pembelajaran secara gratis untuk membuka usaha.

Pihak Kejaksaan Negeri Kota Malang, dan dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang saat pembukaan Koperasi Adhyaksa Kota Malang. (gie)

Pihak Kejaksaan Negeri Kota Malang, dan dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang saat pembukaan Koperasi Adhyaksa Kota Malang. (gie)

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH mengatakan bahwa Koperasi Adhyaksa ini untuk mewadahi seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Kota Malang.

” Koperasi ini memiliki beberapa unit usaha seperti simpan pinjam, D tilang jadi orang yang kena tilang bisa melakukan pembayaran disini. Selanjutnya kami yang akan mengantar dan mereka menunggu di rumah. Kita juga bermitra dengan kantor pos. Dengan kegiatan usahanya, bisa membeli token dan berbelanja online,” ujar Andi.

Di koperasi ini juga dilengkapi dengan sarana mesin Foto Copy dan adanya kafe yang rencananya buka hingga malam. ” Kafe kita gunakan produk lokal dan lebih melokal. Disini kami juga bermitra dengan Pak Ari Arifin pengusaha kopi di Kota Malang. Warga bisa belajar disini untuk menjadi pengusaha,” ujar Andi.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto yang hadir dalam pembukaan Koperasi Adhyaksa , mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kota Malang ini adalah inovasi baru.

” Waktu itu kami sarankan untuk membuat koperasi serba usaha. Karena kalau koperasi serba usaha bisa bermacam-macam kegiatan termasuk usaha kuliner. Selama ini masyarakat banyak menganggap di kejaksaan itu menakutkan. Insyallah nantinya dengan adanya koperasi dan cafe disini masyarakat akan semakin care lagi kepada Kejaksaan,” ujar Wahyu.

Ari Arifin, pengusaha kafe dan kopi di Kota Malang yang bermitra dengan Kejaksaan Negeri Kota Malang, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembelajaran secara gratis kepada masyarakat yang ingin menjadi pengusaha.

” Kerjasama kami menyiapkan konsep UMKM sehingga masyarakat dan anggota koperasi Adhyaksa bisa belajar bikin Barista dan bikin usaha. Kami akan menjadi konsultan geratis kepada masyarakat. Dipembelajaran ini kami tidak mengambil keuntungan dari masyarakat. Karena saya sudah mendapat untung dari eksport kopi di dunia. Pegawai Kejaksaan, masyarakat dan media juga kalau ingin belajar, akan kami berikan cara sehingga bisnis maju, murah dan menguntungkan. Masyarakat melalui Koperasi Adhyaksa, akan saya bimbing. Nantinya tim saya akan datang untuk memberikan pembelajaran mendirikan badan usaha,” ujar Ari. (gie/yan)

 

Pemerintahan

Musfarina Thoriq Berharap Orang Tua Turut Awasi Anak Saat Belajar Secara Daring

Diterbitkan

||

oleh

Workshop Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Kabupaten Lumajang.
Workshop Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Kabupaten Lumajang.

Memontum Lumajang – Proses belajar mengajar yang berlangsung melalui daring di masa pandemi seperti saat ini menjadi perhatian Komisi Perempuan dan Remaja DP MUI Kabupaten Lumajang. Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq, secara rutin hadir di beberapa wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh organisasi perempuan bahwa masalah gadget bukan hanya anak dan guru, namun juga tanggung jawab orang tua

Hal itu disampaikan, Ning Farin, panggilan akrab Musfarina Thoriq saat membuka workshop Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Kabupaten Lumajang di Klakah, Sabtu (19/9/2020).

Ia berharap para orang tua turut mengawasi dan mendampingi pembelajaran daring, mengingat banyak konten yang belum pantas dilihat oleh anak-anak tersebar di internet dan mudah diakses.

“Didunia internet, banyak konten-konten yang tidak seharusnya dilihat oleh anak-anak kita. Karena itu, pengawasan dan pendampingan para orang tua sangat penting,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq

Dijelaskan, ada sisi positif dan negatif dalam pembelajaran daring, anak-anak tidak lagi mendapatkan pendidikan karakter, pendidikan sosial dan etika dengan baik, karena proses belajar dilakukan tidak dengan tatap muka.

Untuk itu, bersama KPR DP MUI Kabupaten Lumajang, Musfarina Thoriq fokus agar proses pendidikan ditengah masyarakat itu mendapat pendampingan langsung dari orang tua. Meskipun ada program Guru Sambang, namun waktu pembelajaran juga terbatas.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Klakah, Abdul Hamid sangat mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu memiliki nilai manfaat yang besar untuk keberlangsungnya pendidikan di Kabupaten Lumajang. (adi/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pertumbuhan Hotel dan Restoran Jadi Perhatian

Diterbitkan

||

oleh

BANGUN: Hotel Grand Kanjuruhan yang sekarang tengah proses pembangunan.
BANGUN: Hotel Grand Kanjuruhan yang sekarang tengah proses pembangunan.

Memontum Malang – Lambatnya pertumbuhan hotel dan lestoran di wilayah Kabupaten Malang, menjadi perhatian serius Bupati Malang, HM Sanusi. Maklum, lambatnya pertumbuhan dua bangunan yang mampu menampung sejumlah wisatawan itu, juga membawa dampak pada sektor pendapatan asli daerah (PAD).

“Jumlah hotel dan restoran di Kabupaten Malang, masih sangat kurang. Padahal, dari ke dua bangunan itu, akan menunjang sektor pendapatan asli daerah. Selain, tentunya menunjang untuk sektor kepariwisataan di Kabupaten Malang,” kata Sanusi saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan penyusunan rancangan induk kepariwisataan Kabupaten Malang, Jumat (18/9) kemarin.

Selama ini, tambahnya, Pemkab hanya mengandalkan pemasukan dari pajak objek wisata. Itu pun, sumbangsihnya juga masih sedikit untuk menambah sektor PAD. “Kita hanya menerima pajak porporasi dari karcis masuk objek wisata. Untuk nilainya, tidak seberapa besar,” tambahnya.

Menyikapi kondisi itu, Sanusi mengharap agar pertumbuhan itu terus digenjot. Sehingga, akan terus muncul dan berkembang. “Hotel Grand Kanjuruhan di Kepanjen, saat ini masih proses pembangunan. Hotel tersebut, menjadi satu-satunya harapan membantu sektor PAD. Apalagi, kamar hotel yang akan dibangun mencapai 600,” ujarnya. (mg2/sit)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Pengumuman Pendaftaran KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan KPU Kabupaten Trenggalek
Advertisement Tahapan Pilkada KPUBanyuwangi
Advertisement Iklan ucapan HUT RI Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler