Connect with us

Berita

Video Kades Paowan Jemput Paksa Warganya yang Terlantar di Tempat Karantina

Diterbitkan

||

Balita umur 25 hari dan ibunya. Pulang paksa dari tempat karantina
Balita umur 25 hari dan ibunya. Pulang paksa dari tempat karantina

Memontum Situbondo – Tak kunjung di swab, akhirnya Saiful Hady S Pd selaku Kepala desa (Kades) Paowan, bersama perangkat desa setempat serta sejumlah keluarga pasien mendatangi tempat isolasi (karantina) pasien reaktif di hotel Sidomuncul 1 Pasir putih Situbondo, untuk menjemput paksa 4 warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (13/06/2020) pagi.

Pantauan wartawan memontum.com di lapangan, Kepala desa bersama perangkatnya memaksa kepada petugas agar empat orang warganya yang menjalani isolasi (karantina) di hotel milik pemerintah Kabupaten Situbondo, untuk segera dipulangkan.

Kepala Desa bersitegang dengan petugas medis Karantina

Kepala Desa bersitegang dengan petugas medis Karantina

Sebab, sejak awal bulan lalu warga desa Paowan tersebut menjalani isolasi atau di karantina oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Situbondo berdasarkan hasil rapid test dan hasilnya dinyatakan reaktif itu.

Upaya Kades Paowan dan sejumlah perangkatnya tersebut untuk memulangkan secara paksa keempat warga yang dinyatakan reaktif yang sudah melakukan isolasi atau di karantina selama tiga belas (13) hari serta tak kunjung di swab oleh tim medis maupun GTPP Covid-19 Kabupaten Situbondo.

Menariknya, aksi jemput paksa empat pasien reaktif yang sedang menjalani isolasi di hotel Sidomuncul 1 Pasir putih itu sempat bersitegang dengan petugas medis.

Namun pihak keluarga pasien yang juga meminta agar keluarga mereka dipulangkan dari tempat karantina dengan dalih pasien tersebut sudah sehat keadaannya.


Saiful Hady S Pd, Kepala Desa Paowan saat diwawancarai wartawan memontum.com. (her/im)

Kemudian, setelah berhasil memberikan penjelasan soal keluhan warganya kepada petugas yang sedang menjaga tempat isolasi (karantina). Kepala desa beserta rombongan membawa keempat warganya meninggalkan hotel tempat karantina tersebut untuk diantar kerumahnya masing-masing.

Kepala Desa Paowan, Saiful Hady S Pd saat diwawancarai wartawan memontum.com, pihaknya membenarkan telah menjemput paksa warganya yang sedang menjalani isolasi atau di karantina dalam hotel Sidomuncul 1 Pasir putih.

penjemputan paksa empat warga Desa Paowan dari tempat karantina. (her/im)

penjemputan paksa empat warga Desa Paowan dari tempat karantina. (her/im)

Menurutnya, atas dasar keluhan warganya yang telah menjalani karantina sudah hampir 2 pekan belum pernah di swab sama sekali bahkan ada balita yang masih berumur 25 hari, juga ikut di karantina bersama ibu dan neneknya belum juga sama sekali di periksa swab mulai awal masuk karantina.

” Keluhan pasien tersebut akhirnya menjadi perhatian khusus kami, atas pertimbangan bersama pihak keluarga pasien dan nasib pasien reaktif selama menjalani di tempat karantina. Lalu kami berinisiatif untuk menjemput paksa dari tempat karantina, “tegasnya.

Kata Saiful Hady, kami tidak habis pikir kepada petugas medis di tempat karantina itu dan GTPP Covid-19 Kabupaten Situbondo, karena dalam menangani pasien reaktif yang di karantina merasa diterlantarkan secara medis.

” Padahal sejak dinyatakan reaktif dari hasil rapid test untuk di karantina, warga kami sebenarnya tidak mau untuk dibawak. Namun atas bujuk rayu kami bersama pihak Muspika Panarukan, akhirnya mau dibawak ke tempat karantina, ” ungkapnya.

Ditambahkan Saiful Hady, ini ada yang aneh sebenarnya terkait keluh kesah dan jeritan warga kami pada saat menjalani isolasi atau karantina di hotel Sidomuncul 1 Pasir putih Situbondo.

” Anehnya, yaitu pasien lain yang baru masuk karantina langsung di swab, namun warga kami hingga tiga belas (13) hari belum diapa-apakan. Seharusnya petugas medis disana adil dalam memberikan pelayanan perawatan pada pasien dan jangan tebang pilih, “pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro S Sos M Si saat dikonfirmasi wartawan memontum.com melalui WhatsAppnya, membenarkan ada pasien balita umur 25 hari bersama ibu dan neneknya asal warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan sedang menjalani isolasi atau karantina di hotel Sidomuncul 1 Pasir putih Situbondo.

” Berdasarkan informasi dari direktur Perusda Pasir putih, bahwa pasien tersebut semuanya sudah sehat, ” tulisnya.

Saat disinggung oleh wartawan Memontum.com terkait pelaksanaan swab dan hasil swab empat (4) pasien reaktif asal Desa Paowan, pihaknya menjelaskan bahwa informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo diprogramkan pelaksanaan swab hari ke-14.

” Akan dikoordinasikan lebih lanjut lagi, ketika yang bersangkutan sudah di isolasi mandiri, “tulisnya singkat. (her/im/yan)

 

Berita

Panitia Pemilihan Ketua Sublok Tetap Memperhatikan Protokol Kesehatan

Diterbitkan

||

Prosesi Pemilihan Ketua sublok Desa Lamongan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. (her/im)
Prosesi Pemilihan Ketua sublok Desa Lamongan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. (her/im)

Memontum Situbondo – Panitia Pemilihan Ketua sublok Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa masa pandemi Covid-19 adakan pemilihan Ketua sublok di Lapangan Bola Volly Pajero Bukkolan, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Selasa (22/09/2020). Dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Arjasa, Kepala Desa Lamongan Hariyanto, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan para DPT.

Pemilihan Ketua sublok dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu pemilihan ketua sublok Dam Patemon Sumber Pinang dan pemilihan ketua sublok Dam Sampean lama bukkolan. Adapun para calon kandidat Ketua sublok Patemon Sumber Pinang di TPS 1 yaitu, nomor urut 1 Jumari dan nomor urut 2 Sujono. Sedangkan para calon kandidat ketua sublok Dam Sampean Lama Bukkolan di TPS 2 yaitu, nomor urut 1 Bungso, nomor urut 2 Samsul Arifin serta nomor urut 3 Suyanto.

Hariyanto selaku Kepala Desa Lamongan mengatakan, siapapun ketua sublok yang terpilih nantinya agar melaksanakan tugasnya sebaik mungkin dan amanah, sedangkan para calon yang tidak terpilih agar tetap lapang – dada serta tetap mendukung kebijakan program ketua sublok terpilih. “Kami berharap kegiatan pemilihan ketua sublok berjalan dengan lancar, kondusif dan selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak, memakai masker serta selalu cuci tangan,” ujarnya.

Lanjut dia, tidak hanya itu, di pintu masuk TPS bagi para pemilih di cek suhunya menggunakan thermo gun. “Total jumlah DPT atau pemilih ada 100 orang, yaitu TPS 1 ada 46 pemilih dan TPS ada 54 pemilih,” jelas Hariyanto yang juga pembina HIPPA Desa Lamongan.

Sementara itu, Camat Arjasa Sudarto SE dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa giat pemilihan ketua sublok ini sebagai bentuk sosialisasi menghadapi Pilkada nanti. Sekaligus pelaksanaan pemilihan HIPPA yang selanjutnya bisa ditiru nanti oleh TPS-TPS lain karena sangat ketat dalam penanganan protokol kesehatan. “Supaya betul-betul diterapkan protokol kesehatan mulai awal sampai akhir sebagai bentuk simulasi Pilkada seperti ini pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurutnya, protokol kesehatan agar tetap di utamakan walaupun pengunjung juga harus memakai masker. “Apabila kedapatan tidak memakai masker. Panitia penyelenggara harus memulangkan pengunjung tersebut,” pungkasnya. (her/im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Digelontor 1,7 Miliar, Akhir Desember Jembatan Boreng Bakal Bisa Dipergunakan Lagi

Diterbitkan

||

Proses pembangunan jembatan di Desa Boreng yang dikerjakan mulai 8 September 2020 lalu.
Proses pembangunan jembatan di Desa Boreng yang dikerjakan mulai 8 September 2020 lalu.

Memontum Lumajang – Pembangunan Jembatan di Desa Boreng Kecamatan Lumajang yang mulai dikerjakan dengan menelan anggaran 1,7 Miliar sebentar lagi sudah bisa dilewati kembali.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang, Agus Siswanto, kepada memontum.com Sabtu (19/9/2020) menjelaskan, proses pembangunan jembatan di Desa Boreng tersebut dikerjakan mulai 8 September 2020 lalu. Diperkirakan akhir Desember selesai.

Dijelaskannya, proses pembangunan dimulai dengan pembongkaran kepala jembatan atau abutment yang lama sebelum nantinya diganti dengan abutment baru.

“Saat ini sudah proses pembongkaran abutment yang lama, diharapkan minggu ini sudah selesai, minggu depan sudah mulai dikerjakan pembangunan pondasi jembatan,” terangnya.

Pembangunan Jembatan Boreng menelan anggaran Rp 1,7 milyar.

Pembangunan Jembatan Boreng menelan anggaran Rp 1,7 milyar.

Agus menyampaikan bahwa proyek yang menelan anggaran Rp 1,7 milyar tersebut ditangani oleh CV. Dharma Bhakti Jaya dan diawasi oleh Konsultan Pengawas dari CV. Alam Persada Consultant.

Dinas PUTR Kab. Lumajang menargetkan dalam 105 hari atau pada 21 Desember 2020 mendatang jembatan tersebut rampung dan dapat digunakan oleh masyarakat.

“Waktunya 105 hari selesai direncanakan 21 Desember, harapan kami di awal Desember sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya. (adi/ono)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler