Connect with us

Pemerintahan

5 TKI asal Situbondo, Langsung Dikarantina Setelah Deportasi Pemerintah Malaysia

Diterbitkan

||

5 TKI asal Situbondo, Langsung Dikarantina Setelah Deportasi Pemerintah Malaysia

Memontum Situbondo – Sebanyak 5 (lima) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran Malaysia asal Kabupaten Situbondo dipulangkan (deportasi) oleh Pemerintah kerajaan Malaysia, Sabtu (13/6/2020).

Pantauan wartawan memontum.com di lokasi, kelima TKI asal Kabupaten Situbondo tersebut terdiri dari 3 orang tenaga kerja wanita dan 2 orang tenaga kerja pria itu langsung dijemput oleh satgas Covid-19 Kabupaten dan digiring ke gedung pusat karantina di jalan WR Supratman Situbondo, Jawa Timur.

Mereka di jemput oleh tim gabungan di pelabuhan Tanjungperak Surabaya dengan menggunakan mobil elf milik Pemkab Situbondo.

Kelima TKI asal Situbondo itu di deportasi setelah Negeri Jiran Pemerintah Kerajaan Malaysia memberlakukan masa lockdown selama pandemi virus Corona atau covid-19 melanda Malaysia. Yang akhirnya berimbas (berdampak) terhadap ke sejumlah tenaga kerja asing yang dipulangkan ke negara asalnya.

Tak terkecuali TKI asal Situbondo ikut terimbas di deportasi juga. Sehingga kelima TKI asal Situbondo tersebut tiba di Pusat karantina menjalani protokol kesehatan. Sebelum memasuki ruang gedung pusat karantina.

Kelima TKI asal Kabupaten Situbondo tersebut langsung diberi arahan oleh Kabag Ops Polres Situbondo dan Kalaksa BPBD Kabupaten Situbondo, agar mereka memahami maksud dikarantina sementara untuk mengikuti protap protokol kesehatan.

” Para TKI yang di karantina wajib mengikuti peraturan Satgas Covid-19 Kabupaten Situbondo, dengan memperhatikan kesehatan dengan melakukan sesering mungkin untuk mencuci tangan pakai sabun atau handsanityzer dan bermasker serta akan disemprot disinfektan oleh petugas, kemudian didata asal desanya, ” kata Kompol Yatno Mardi Wahyu Sejati, Kabag Ops Polres Situbondo.

 

Kelima TKI asal Situbondo tersebut yakni :

1. Hespiand (35) asal dari Sumber anyar RT 01/ RW 03 Banyuputih.

2. Niwati (38) dari dusun Karang anyar, Desa Kendit, Kecamatan Kendit.

3. Totok E (40) dari Kecamatan Kendit.

4. Tola’ima (45) dari dusun Karangsari, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan.

5. Eko Saputra (32) asal Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa. (her/yan)