Connect with us

Pemerintahan

Dispendukcapil Situbondo Layani Masyarakat dengan New Normal

Diterbitkan

||

Dispendukcapil Situbondo Layani Masyarakat dengan New Normal

Memontum Situbondo – Menuju tatanan New Normal di masa pandemi Covid-19, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Situbondo telah melakukan berbagai cara dalam melakukan upaya pencegahan dan mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19.

Pantauan wartawan Memontum.com di lokasi, memang terlihat sangat ramai para pemohon di depan pintu masuk kantor Dispendukcapil Kabupaten Situbondo yang berlokasi di jalan Sucipto Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo Kota.

Petugas Dispendukcapil Situbondo saat melakukan pengecekan suhu badan kepada pemohon dokumen menggunakan thermo gun. (her)

Petugas Dispendukcapil Situbondo saat melakukan pengecekan suhu badan kepada pemohon dokumen menggunakan thermo gun. (her)

Disinyalir mengabaikan Protokol Kesehatan Covid-19 ternyata dari penelusuran wartawan Memontum.com faktanya justru berbanding terbalik. Pencegahan dan antisipasi wabah virus Corona atau Covid-19 sangat ekstra ketat serta disiplin yang diterapkan dan dilakukan oleh pegawai Dispendukcapil Situbondo terhadap para pemohon.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Situbondo Drs H Sofwan Hadi M Si saat ditemui di kantornya menjelaskan, sistem penerapan antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 dalam melayani masyarakat di kantor kami sangat diutamakan, oleh karena itu kita juga meminta serta mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

” Dari pintu masuk kita sudah siapkan petugas untuk melakukan pengecekan masker, ketika masuk kita siapkan lagi petugas untuk melakukan pengecekan suhu badan, kita siapkan beberapa tempat cuci tangan, dan hingga tempat duduk pun juga kita beri tanda silang sebagai penerapan physical distancing, ” ujar Sofwan Hadi kepada wartawan, Selasa (16/6/2020) sore.

Sofwan Hadi menambahkan, meskipun dalam situasi seperti ini, terlebih ini sudah memasuki era new normal, kita tetap mengusahakan tidak mengurangi nilai pelayanan, justru kita maksimalkan. Tentunya dengan pelayanan yang cepat.

” Memang didepan terlihat ramai, karena didalam kita terapkan sesuai anjuran protokol kesehatan dan kami meminta yang di luar pintu masuk supaya sabar untuk mengantri dan juga tetap disiplin protokol kesehatan, kita pastikan untuk pelayanan yang prima, ” pungkasnya.

Sementara itu, Sofiyah Yulianti (22) salah satu pemohon asal Kelurahan Dawuhan sangat mengapresiasi langkah Dispendukcapil dalam melayani dengan situasi pandemi wabah virus Corona atau Covid-19.

” Kita apresiasi langkah petugas Dispendukcapil, ini sangat mengedukasi masyarakat untuk disiplin dalam pencegahan virus. Mulai dari depan pintu kita sudah dilayani, di ruangan pun kita dicek suhu, wajib bermasker, tempat cuci tangan tersedia, tempat duduk juga ada pembatasan. Bisa dibayangkan jika semua pemohon masuk ke dalam ruang pelayanan sangat berbahaya sekali karena pasti berjubel. Kalau antre di luar kita lebih bisa jaga jarak, jadi kita menunggu antrean di luar sudah pasti menyadari karena ini untuk kebaikan kita bersama,” katanya. (her/yan)

Jombang

Wamendes Bersama Komisi V DPR RI Kunjungi Jombang

Diterbitkan

||

Kegiatan Wamen Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng-Jombang.
Kegiatan Wamen Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng-Jombang.

Memontum Jombang – Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Sadarestuwati, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10) tadi.

Dalam kegiatan yang dikonsentrasikan di Balai Tani Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng-Jombang, turut hadir Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, didampingi Wakil Ketua DPRD Jombang, Doni Anggun, bersama sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Jombang.

Anggota DPR-RI, Sadarestuwati, dalam sambutan mengatakan, banyak desa-desa yang mendapatkan program langsung dari pemerintah pusat. Baik bantuan dari Kementerian Desa, Kementerian PUPR, Kementrian Perhubungan dan lain sebagainya.

“Bagaimana pengelolaan anggarannya, itu yang perlu diketahui. Tujuannya, agar Kepala Desa (Kades) di dalam melaksanakan atau membuat perencanaan, tidak salah,” katanya.

Sehingga, tambahnya, di kemudian hari tidak ada Kades, khususnya dari Kabupaten Jombang, harus berurusan dengan hukum. Gara-garanya, ketidak tahunan di dalam pengelolaan anggaran.

“Dari awal, selalu ada kekhawatiran itu. Kalau sampai ada ke tidak mampuan dalam pengelolaan anggaran, sangat amat bahaya. Alangkah baiknya, jika tidak tahu, maka bertanya,” ujar Sadarestuwati.

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Ari, dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa inti dari pada membangun desa, itu sama dengan membangun masa depan Indonesia. Karena itulah, yang menjadi fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo, seluruhnya diarahkan pada pembangunan desa.

“Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, angka kemiskinan di kota 3,9% sedangkan di desa 12%. Ini hal yang menyedihkan. Artinya, desa masih memberikan sumbangan dan kontribusi bagi problematika kemiskinan di Indonesia. Makanya banyak orang desa datang ke kota,” ujar Budi Ari.

Karena alasan itulah, tambahnya, dirinya selalu mengatakan kepada Kades di setiap berkunjung ke desa-desa di Indonesia. Selain mengenai penggunaan anggaran, paradigma tentang pembangunan desa adalah bagaimana menjadikan desa sebagai basis produksi nasional. Sehingga, anak-anak muda desa jangan pergi ke kota. Caranya, berikan kesempatan anak-anak muda di desa melalui Bumdes karena akan ada harapan Bumdes akan maju di tangan anak-anak muda yang kreatif dan inovatif. (azl/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Lumajang Pimpin Apel Kesiapsiagaan

Diterbitkan

||

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat dikonfirmasi terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat dikonfirmasi terkait penanggulangan bencana.

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, memimpin pelaksanaan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana bersama BPBD Lumajang. Langkah itu dilakukan, sebagai bagian antisipasi terhadap kondisi geografis dan kontur tanah di Lumajang, yang memiliki potensi bencana.

Bupati Lumajang berharap, agar ada sinergitas yang kuat antara semua relawan penanggulangan bencana alam dengan pihak BPBD Lumajang. Sehingga, kesiapsiagaan mengatasi bencana yang sewaktu-waktu akan terjadi, bisa teratasi dengan cepat dan tepat.

“Kesiapsiagaannya mulai dari kemungkinan adanya banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan rumah yang rusak. Itu semua, hari ini kita siapsiagakan. Baik kesiapan dalam menghadapi bencana, juga kesiapan peralatannya,” terang bupati setelah memimpin apel di Lapangan GOR Wira Bhakti Lumajang.

Menyinggung fasilitas dan perlengkapan dalam mengatasi bencana, Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, menjelaskan bahwa pihak BPBD Kabupaten Lumajang beserta semua tim penanggulangan bencana, sudah memiliki kelengkapan property yang memadai. “Peralatan yang BPBD miliki, saya kira sudah mencukupi,” ujarnya.

Dalam kesempatan apel itu, Bupati juga menyampaikan ucapkan terimakasih terhadap pihak BPBD Kabupaten Lumajang. Utamanya, para relawan kebencanaan yang selalu siap dalam mengantisipasi penanggulangan bencana di Kabupaten Lumajang. (kom/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler