Connect with us

Kabar Desa

Tuntaskan Penyaluran BLT DD II, Pemdes Gelung Berikan ke 142 KPM

Diterbitkan

||

Tuntaskan Penyaluran BLT DD II, Pemdes Gelung Berikan ke 142 KPM

Memontum Situbondo – Pemerintah Desa Gelung telah menuntaskan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa (DD) tahun anggaran 2020. Dana yang dikucurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19 sebanyak 142 KK terdiri dari 6 dusun secara merata, Rabu (17/6/2020).

Kepala Desa Gelung Panarukan, H Hadi Baiquni mengatakan, bahwa bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang sudah memenuhi kriteria yang datanya sudah ditentukan oleh Musdes.

“Bantuan ini diharapkan tersalur pada warga kami yang terdampak secara ekonomi dengan adanya pandemi virus Corona atau Covid 19 dan kami ucapkan terima kasih banyak atas bantaun dan kerjasamanya satgas desa, yang sudah mengawal mulai dari proses perencanaan sampai pelaksanaan, ” katanya.

Kades Gelung yang panggilan akrabnya dikenal masyarakat H Kukuk itu menyampaikan, kami berharap tidak ada persoalan baru, karena dana bantuan ini disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak pandemi Covid-19.

“Kepada masyarakat penerima. Kami meminta agar memanfatkan bantuan BLT-DD ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-harinya,” pungkasnya.

Dari 142 KPM ada satu warga yang sakit atas nama Sinamo (70) tidak bisa hadir dikarenakan sakit, namun satgas desa Gelung yang didampingi Babinsa langsung mengantarkan ke rumah Sinamo RT 06 RW O3 dusun Gumuk Utara Desa Gelung Kecamatan Panarukan. Pada penyaluran BLT DD tahap II ini selain Kepala Desa dihadiri juga oleh BPD Desa Gelung, Camat Panarukan, Babinsa dan Babinkamtibmas serta Pendamping Desa Kecamatan Panarukan.

Camat Panarukan dan Kades Gelung saat menyalurkan BLT-DD tahap II tahun anggaran 2020 secara simbolis. (her)

Camat Panarukan dan Kades Gelung saat menyalurkan BLT-DD tahap II tahun anggaran 2020 secara simbolis. (her)

Sementara itu, Camat Panarukan H Marjulis menghimbau kepada warga penerima manfaat untuk memperhatikan protap protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, selalu cuci tangan dan jaga jarak.

“Kami selaku Camat Panarukan menghimbau kepada seluruh kepala desa yang ada di wilayah kecamatan panarukan untuk memajang atau dipampang di balai desa daftar nama-nama penerima BLT – DD agar dapat diketahui oleh warganya, ” pintanya. (her/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Muspika Wonoasih Serukan “Jatim Bermasker”

Diterbitkan

||

Kampanye gerakan “Jatim Bermasker” di Pasar pasar tradisional juga di Kampung Tempe, Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Minggu (9/8/2020)
Kampanye gerakan “Jatim Bermasker” di Pasar pasar tradisional juga di Kampung Tempe, Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Minggu (9/8/2020)

Memontum Probolinggo – Muspika Wonoasih bersama masyarakat setempat ikut serta dalam upaya pencegahan dan peningkatan kewaspadaan untuk mengantisipasi laju penyebaran virus Covid-19. Salah satu bentuk kegiatan yang diselenggarakan adalah mengkampanyekan gerakan “Jatim Bermasker” di Pasar pasar tradisional juga di Kampung Tempe, Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Minggu (9/8/2020).

Sebelumnya, hal yang sama juga dilakukan oleh Muspika setempat bersama Dinkes, BPBD Kota Probolinggo serta Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPM, Pokmas Dinkes Kota Probolinggo BPBD Kota Probolinggo dengan melakukan pembagian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat yang sedang berada di Pasar Wonoasih.

“Penggunaan masker dengan benar bisa membantu pencegahan virus dan bakteri yang menyebar melalui percikan lendir atau yang keluar saat bersin atau batuk,” pinta Kapolsek Wonoasih, Kompol H.Kuzaini.

“Secara akumulatif, maka masyarakat Insya Allah dapat berpeluang terhindar dari penyebaran virus Corona sebesar 90% apabila tertib dalam melakukan seluruh protokol kesehatan,” tambah Camat Wonoasih, Deus Nawandi.

Yanto, salah satu pengunjung pasar mengaku malu saat dihimbau untuk memakai masker.

“Kami sempat kaget juga bahwa penyebaran virus corona di Kota Probolinggo terus naik, hal ini membuat saya harus lebih hati hati dan disiplin untuk selalu menggunakan masker,” ujarnya. (geo/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Semarak Lomba Agustusan Ditengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

||

Lomba berenang di atas gedebok (batang pisang, red) di Sungai Bedadung
Lomba berenang di atas gedebok (batang pisang, red) di Sungai Bedadung

Memontum Jember – Warga Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi tetap menggelar lomba memperingati HUT ke 75 RI di tengah pandemi Covid-19 dengan mengadakan lomba berenang di atas gedebok (batang pisang, red) di Sungai Bedadung.Menurut penanggung jawab acara lomba, Achmad Supriadi, selain lomba-lomba lainnya yang umum saat agustusan, berenang di atas batang pisang dipilih karena memiliki nilai filosofi kemerdekaan.

“Kita memilih lomba berenang di atas gedebok dengan melawan arus, karena nilai sejarahnya bagaimana dulu para pejuang kemerdekaan berjuang untuk melawan penjajah dengan sekuat tenaga,” kata pria yang akrab dipanggil Supriadi ini, Minggu (9/8/2020) sore.

Lomba yang khusus bagi orang-orang dewasa itu, diikuti oleh 50 orang peserta. “Yang harus memiliki kemampuan berenang, karena lomba ini kan di sungai. Jadi agar juga tetap mengutamakan keamanan. Tapi kami juga ada tim keamanan yang membawa ban pelampung untuk kondisi tidak diinginkan,” katanya.

Namun demikian, meskipun masih menggelar giat lomba di tengah pandemi Covid-19. Warga setempat oleh panitia tetap ditekankan menerapkan protokol kesehatan. “Penonton saling jaga jarak dan menggunakan masker. Kami juga menyediakan tempat cuci tangan agar tetap terjaga dari Covid-19,” ujarnya.

Tidak sedikit peserta kewalahan berenang, dan saat menuju garis finish melenceng dari tujuan. Dalam giat tersebut terlaksana dengan baik, dan giat tersebut diketahui juga sebagai bentuk kampanye peduli lingkungan khususnya di kawasan sekitar sungai.

“Lomba ini sengaja digelar di aliran sungai bedadung, karena warga disekitar masih kurang kesadaran untuk menjaga lingkungan. Lewat giat ini, sebagai bentuk edukasi untuk cinta lingkungan dan menjaga sungai. Khusunya tumpukan sampah,” kata Kepala Desa Jubung Bhisma Perdana.

Selain itu, warga juga bermaksud untuk mengenalkan potensi wisata baru Jembatan Gantung Cinta yang nantinya menjadi ikon wisata baru di desa tersebut.

“Jembatan sepanjang 100 meter ini menghubungkan tiga kecamatan dan dua desa, yakni dari Desa Jubung dan Desa lainnya di Kecamatan Ajung, Kecamatan Sukorambi, dan Kecamatan Rambipuji. Apalagi juga jalur alternatif strategis untuk mengurai kecamatan Ke depan potensi wisata yang ada di jembatan gantung ini akan menjadi ikon baru kami,” imbuhnya. (ark/tog/mzm)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler