Connect with us

Hukum & Kriminal

Video Polres Blitar Kota Bongkar 8 Kasus Narkotika

Diterbitkan

||

Memontum Blitar – Ditengah pandemi Covid-19, Satresnarkoba Polres Blitar Kota berhasil membongkar 8 kasus peredaran narkotika. Dari 8 kasus tersebut berhasil diamankan 9 tersangka beserta barang bukti, 9 poket sabu dengan berat 20 gram, 342 butir pil dobel L, 2 butir pil ekstasi, 3 buah timbangan dan alat pakai hisap sabu, uang hasil transaksi Rp. 1.350.000 dan 9 buah handphone berbagai merk.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, dari 8 kasus ini ada dua yang menonjol. Pertama, kepemilikan pil ekstasi oleh seorang sopir truk antar provinsi. Dia adalah Heri Siswanto (36), warga Jalan Melati Kota Blitar. Heri diketahui juga merupakan residivis kasus narkoba. Dia berhasil diamankan SatresNarkoba Polres Blitar Kota dengan barang bukti dua butir pil ekstasi. .

Satresnarkoba Polres Blitar Kota berhasil mengamankan 9 tersangka kasus peredaran narkotika

Satresnarkoba Polres Blitar Kota berhasil mengamankan 9 tersangka kasus peredaran narkotika

“Ekstasi ini disita dari tersangka Heri Siswanto. Pengakuannya dia mendapatkan ekstasi ini dari rekannya di Lampung. Karena yang bersangkutan adalah sopir antar provinsi,” kata AKBP Leonar M Sinambela, Sabtu (27/6/2020).

Lebih lanjut Leobard menyampaikan, selain pil ekstasi, Satresnarkoba Polres Blitar Kota juga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu dari jaringan Lapas Porong Sidoarjo. Dari tersangka Edy Susilo (49), warga Jalan Cemara Kota Blitar disita hampir 10 gram sabu. Dalam aksinya Edy, menggunakan kurir atas nama Dedy (39), warga Perum Taman Janti Kota Malang yang ternyata menyuplai barang haram tersebut dari pelaku di Lapas Porong Sidoarjo.

“Edy mengaku dikonsumsi sendiri sampai habis, kemudian begitu habis dia pesan kembali. Setiap kali transaksi dia membeli sekitar 10 gram. Ini sudah berlangsung cukup lama,” pungkas Kapolres Bltar Kota.

Akibat perbuatannya, seluruh tersangka melanggar undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan undang-undang nomor 36 tahun 2009, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (jar/yan)

 

Hukum & Kriminal

Produksi Dupa Wagir Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang – Gudang Dupa di Dusun Sekar Putih Rt 17 Rw 05, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi sasaran amuk si jago merah, Kamis (29/10) malam.

Beruntung, meski menghabiskan tempat produksi dupa, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa dan merambat kemana-mana.

“Kejadiannya sekitar pukul 22.05. Untuk memadamkan kobaran api, kami mengerahkan tiga unit mobil pemadam,” kata Kepala PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Jum’at (30/10) tadi.

Dari keterangan di lokasi, tempat usaha tersebut milik Sodikin (36) warga setempat. Sementara bangunan yang menjadi tempat produksi, berukuran sekitar 8 meter x 12 meter.

“Yang terbakar hanya di tempat tersebut. Karena barang-barang yang ada mudah terbakar, akibatnya semua isi bangunan habis. Untuk penyebabnya, masih ditangani petugas kepolisian,” ujarnya. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

67 Warga Jadi Korban Investasi Bodong

Diterbitkan

||

Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.
Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.

Mengaku Sebagai Pegawai Bank, Janjikan Bunga dan Hadiah

Memontum Malang – Sekitar 67 warga dari Kecamatan Jabung dan Kecamatan Pakis, beramai-ramai mendatangi Mapolsek Pakis, Rabu (28/10) petang. Kedatangan sejumlah warga tersebut, untuk mengadu perkara dugaan penipuan investasi yang menimpanya.

Penipuan tersebut, dilakukan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah. Dalam aksinya, terduga pelaki menawarkan deposito berbunga.

Kepala Unit I Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Margas, menyampaikan bahwa untuk mempermudah penyelidikan, Satreskrim Polres Malang membuka posko pengaduan guna melayani para warga yang tertipu.

Dipilihnya Mapolsek Pakis sebagai tempat penyelidikan, karena lantaran sebagian besar korbannya, adalah warga dari Kecamatan Pakis. “Kami dari Polres Malang, telah melakukan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana penipuan tersebut. Sementara, korban yang sudah melapor, tercatat ada sebanyak 67 orang. Jumlah itu, kemungkinan akan terus bertambah dan kami akan menyelidikinya,” ujar Ronny, Kamis (29/10) tadi.

Ronny menambahkan, dengan adanya posko pengaduan atas tindak pidana ini, diharapkan dapat memudahkan warga yang menjadi korban penipuan, untuk mengadu dan melapor. Secara bergantian, seluruh korban nantinya dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Dari pemeriksaan sementara, korban tersebut menyetorkan uang untuk deposito dengan jumlah yang bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta hingga ratusan juta. Mereka dijanjikan mendapatkan bunga, yang diantaranya untuk setoran Rp 10 juta perbulan, akan menerima Rp 400 ribu,” tambahnya.

Untuk lebih meyakinkan korban, lanjut Ronny, pelaku ini juga memberikan iming-iming hadiah setelah korban menyetorkan depositonya. “Korban ini diberi iming-iming hadiah mulai dari mulai payung, kipas hingga sepeda motor. Itu sesuai dengan jumlah deposito yang disetorkan,” tambahnya.

Salah seorang korban, yakni Muhammad Alfan Suhudi (29) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, menjelaskan kalau dirinya telah menyetorkan deposito sebesar Rp 20 juta kepada pelaku. “Awalnya, itu istri saya menyetorkan deposit Rp 10 juta. Lalu, setoran itu saya tambahi Rp 10 juta. Saat itu, kami dijanjikan bunga Rp 400 ribu dan ditambah dengan HP merk Vivo,” ungkapnya.

Uang sebesar Rp 20 juta yang disetorkan kepada pelaku tersebut, tambahnya, guna mengikuti program Desposito Faedah yang di tawarkan pelaku.

“Ketika saya menyetor, saya dimintai uang tunai dan langsung diberi kuitansi, HP dan payung. Pelaku dalam setiap kali aksinya, mengatakan kalau dirinya adalahnya karyawan BRI Syariah sebagai Account Officer (AO) di Jalan Kawi. Namun, ketika saya cek ternyata kantornya sudah pindah di Suhat dan karyawan disana mengaku tidak ada yang mengenal pelaku sama sekali,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler