Connect with us

Pemerintahan

GTPP Covid-19 Situbondo, Segera Gunakan alat Tes Cepat Molekuler TBC, Deteksi Pasien Covid-19

Diterbitkan

||

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH. (her)
Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH. (her)

Memontum Situbondo – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berencana menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) TBC, untuk mendeteksi pasien virus Corona atau Covid-19. Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH yang juga menjadi Ketua GTPP Covid-19 mengaku, solusi terbaik untuk mengetahui secara cepat hasil swab, yaitu dengan menggunakan TCM TBC.

” TCM ini sebenarnya alat untuk mendeteksi virus di paru-paru yang dimodifikasi dengan komponen catridge, ” ujar H Dadang Wigiarto SH.

Menurut H Dadang, untuk tahap awal GTPP Covid-19 akan membeli 100 catridge yang harganya setiap catridge sebesar Rp 600 ribu. Satu catridge ini berlaku untuk satu orang pasien, dalam sehari terbatas 10 pasien yang bisa dilakukan tes usap.

” Rencana kita akan memesan ribuan catridge. Hanya saja alat ini dalam sehari hanya bisa untuk 10 orang, ” bebernya.

Bupati H Dadang mengemukakan, selama ini upaya gugus tugas untuk menangani penularan virus Corona atau Covid-19, terkendala dengan hasil swab yang lama. Karena ada rentang waktu hingga dua Minggu, untuk mengetahui hasil swab.

” Pasien dikatakan sembuh, setelah test swab kedua dinyatakan negatif lagi. P0Nah, menunggu hasil swab kedua ini cukup lama, sehingga untuk mengatasi penularan virus Corona menjadi lamban, ” tegasnya.

Sementara penanganan terhadap pasien Covid-19 tanpa gejala, yang dikarantina di gedung observasi di kawasan objek wisata bahari pantai Pasir Putih, dinilai cukup efektif dan berdampak sangat baik terhadap kesembuhan pasien.

” Ternyata karantina di gedung observasi pasir putih berdampak baik sekali, ” ucapnya.

Saat ditanya terkait rencana menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal, H Dadang mengaku, gugus tugas masih fokus membahas tentang tingkat penyebaran yang masih tinggi.

” Untuk menuju new normal, kita masih seriusi bagaimana tingkat penyebaran bisa ditekan. Karena Situbondo masih cukup tinggi tingkat penyebarannya, ” akunya.

Menurut Peta Sebaran Covid-19 Pemkab Situbondo Update : 28 Juni 2020-pukul 18.00 WIB, tercatat 97 orang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, dengan rincian; 70 orang dalam perawatan, meninggal 9 orang, sembuh 18 orang.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 64 orang, dengan rincian; dalam pengawasan 10 orang, meninggal 9 orang, dan selesai pengawasan 45 orang.

Sementara orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 493 orang. 459 orang diantaranya selesai pemantauan, 26 orang dalam perawatan. (her/yan)

 

Jombang

Wamendes Bersama Komisi V DPR RI Kunjungi Jombang

Diterbitkan

||

Kegiatan Wamen Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng-Jombang.
Kegiatan Wamen Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng-Jombang.

Memontum Jombang – Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Sadarestuwati, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10) tadi.

Dalam kegiatan yang dikonsentrasikan di Balai Tani Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng-Jombang, turut hadir Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, didampingi Wakil Ketua DPRD Jombang, Doni Anggun, bersama sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Jombang.

Anggota DPR-RI, Sadarestuwati, dalam sambutan mengatakan, banyak desa-desa yang mendapatkan program langsung dari pemerintah pusat. Baik bantuan dari Kementerian Desa, Kementerian PUPR, Kementrian Perhubungan dan lain sebagainya.

“Bagaimana pengelolaan anggarannya, itu yang perlu diketahui. Tujuannya, agar Kepala Desa (Kades) di dalam melaksanakan atau membuat perencanaan, tidak salah,” katanya.

Sehingga, tambahnya, di kemudian hari tidak ada Kades, khususnya dari Kabupaten Jombang, harus berurusan dengan hukum. Gara-garanya, ketidak tahunan di dalam pengelolaan anggaran.

“Dari awal, selalu ada kekhawatiran itu. Kalau sampai ada ke tidak mampuan dalam pengelolaan anggaran, sangat amat bahaya. Alangkah baiknya, jika tidak tahu, maka bertanya,” ujar Sadarestuwati.

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Ari, dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa inti dari pada membangun desa, itu sama dengan membangun masa depan Indonesia. Karena itulah, yang menjadi fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo, seluruhnya diarahkan pada pembangunan desa.

“Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, angka kemiskinan di kota 3,9% sedangkan di desa 12%. Ini hal yang menyedihkan. Artinya, desa masih memberikan sumbangan dan kontribusi bagi problematika kemiskinan di Indonesia. Makanya banyak orang desa datang ke kota,” ujar Budi Ari.

Karena alasan itulah, tambahnya, dirinya selalu mengatakan kepada Kades di setiap berkunjung ke desa-desa di Indonesia. Selain mengenai penggunaan anggaran, paradigma tentang pembangunan desa adalah bagaimana menjadikan desa sebagai basis produksi nasional. Sehingga, anak-anak muda desa jangan pergi ke kota. Caranya, berikan kesempatan anak-anak muda di desa melalui Bumdes karena akan ada harapan Bumdes akan maju di tangan anak-anak muda yang kreatif dan inovatif. (azl/sit)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Lumajang Pimpin Apel Kesiapsiagaan

Diterbitkan

||

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat dikonfirmasi terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat dikonfirmasi terkait penanggulangan bencana.

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, memimpin pelaksanaan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana bersama BPBD Lumajang. Langkah itu dilakukan, sebagai bagian antisipasi terhadap kondisi geografis dan kontur tanah di Lumajang, yang memiliki potensi bencana.

Bupati Lumajang berharap, agar ada sinergitas yang kuat antara semua relawan penanggulangan bencana alam dengan pihak BPBD Lumajang. Sehingga, kesiapsiagaan mengatasi bencana yang sewaktu-waktu akan terjadi, bisa teratasi dengan cepat dan tepat.

“Kesiapsiagaannya mulai dari kemungkinan adanya banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan rumah yang rusak. Itu semua, hari ini kita siapsiagakan. Baik kesiapan dalam menghadapi bencana, juga kesiapan peralatannya,” terang bupati setelah memimpin apel di Lapangan GOR Wira Bhakti Lumajang.

Menyinggung fasilitas dan perlengkapan dalam mengatasi bencana, Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, menjelaskan bahwa pihak BPBD Kabupaten Lumajang beserta semua tim penanggulangan bencana, sudah memiliki kelengkapan property yang memadai. “Peralatan yang BPBD miliki, saya kira sudah mencukupi,” ujarnya.

Dalam kesempatan apel itu, Bupati juga menyampaikan ucapkan terimakasih terhadap pihak BPBD Kabupaten Lumajang. Utamanya, para relawan kebencanaan yang selalu siap dalam mengantisipasi penanggulangan bencana di Kabupaten Lumajang. (kom/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler