Connect with us

Pemerintahan

Komisi IV DPRD Trenggalek Gelar Raker Bersama OPD Soal Covid-19

Diterbitkan

||

Rapat Kerja Komisi IV di aula DPRD Kabupaten Trenggalek. (ist)
Rapat Kerja Komisi IV di aula DPRD Kabupaten Trenggalek. (ist)

Memontum Trenggalek – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) terkait Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kota Keripik Tempe.

Seperti yang diketahui, masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini memang menjadi perhatian masyarakat. Meski era Kenormalan Baru (New Normal) mulai diberlakukan, namun hal tersebut perlu dilakukan secara bertahap.

Dikonfirmasi usai rapat, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Mugiyanto mengatakan agar Dinas Sosial diminta untuk mencermati dan menghitung ulang warga masyarakat miskin yang ada di Trenggalek yang sudah menerima bantuan atau minus daerah mana saja.

“Jadi kami ingin tau prosentase masing-masing desa di setiap kecamatan terkait jumlah masyarakat miskin yang sudah atau belum menerima bantuan,” ucap Mugiyanto, Senin (29/06/2020) siang.

Dikatakan politisi Partai Demokrat ini, jika memang masih ada desa atau kecamatan yang masih belum banyak warga masyarakat yang menerima bantuan, tentu itu harus segera ditindaklanjuti.

“Dan Camat atau Kepala Desa juga akan kita koordinasikan kembali, agar warganya yang benar-benar membutuhkan bantuan segera diusulkan kembali,” imbuhnya.

Terkait pendistribusian Kartu Penyangga Ekonomi (KPE) di Kabupaten Trenggalek, sampai saat ini sudah terdistribusi 15.000.

Rencananya akhir bulan Juli 5.000 KPE akan didistribusikan, sehingga total ada 20.000 yang sudah tersalurkan kepada warga masyarakat Trenggalek.

“Untuk total anggaran, Mugiyanto menjelaskan pihaknya memberikan kelonggaran anggaran sekitar Rp 30 miliar. Jika di hitung anggaran yang dikeluarkan kemungkinan hanya Rp 25 miliar saja hingga bulan Oktober mendatang,” jelasnya.

Disinggung terkait KPE yang tidak ada logo Pemerintah Daerah, Komisi IV menegaskan jika memang sebelumnya dana yang dipakai tidak bersumber dari APBD namun dari Basnaz.

“Jadi saat ini KPE nya sudah menggunakan logo Pemerintah Daerah. Dan sudah diklarifikasi, karena pada tahap awal kemarin memang tidak bersumber dari APBD,” tegas Obeng sapaan akrabnya.

Selain penyaluran KPE, Komisi IV juga menegaskan terkait efisiensi lokasi check point yang ada di 3 titik pintu masuk Kabupaten Trenggalek.

Untuk keberadaan Check Point ini tetap akan dipertahankan, akan tetapi harus mengutamakan efisensi baik petugas maupun anggaran yang dikeluarkan.

“Kenapa dipertahankan karena dampak dari check point sendiri adalah sebagai screening awal. Jadi masyarakat bisa merasa aman nyaman, termasuk Pemerintah Daerah ada upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Trenggalek,” tuturnya.

Masih terang Mugiyanto, seperti yang disampaikan oleh Kalaksa BPBD Trenggalek bahwa bagi masyarakat yang ada diluar kota dan ingin mudik atau datang dari zona merah (PSBB), itu dipersyaratkan harus membawa surat PCR, Swab atau minimal Rapid.

“Termasuk santri pondok yang datang dari zona merah diwajibkan untuk membawa surat Rapid Test. Minimal itu,” pungkas Mugiyanto. (mil/oso)

 

Pemerintahan

Penyebab Utama Angka Kematian Corona di Jawa Timur

Diterbitkan

||

KUNJUNGI : Mendagri RI Tito Karnavian saat mengunjungi Pendopo Agung, Kabupaten Malang jumat kemarin. (memo x/cw3/man)
KUNJUNGI : Mendagri RI Tito Karnavian saat mengunjungi Pendopo Agung, Kabupaten Malang jumat kemarin. (memo x/cw3/man)

Komorbid Diabetes

Memontum, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, dari hasil penelitian para ahli kesehatan ditemukan penyebab tertinggi kematian Covid-19/corona di Jawa Timur karena Komorbid Diabetes.

Penegasan itu disamapaikan saat menyambut kunjungan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian di Pendopo Agung Kabupaten Malang dalam acara launching 26 Juta Masker untuk Jatim.

Saat Pembukaan akan berlangsung Khofifah menjelaskan bahwa telah melakukan penelitian atas tingkat kematian covid-19 di Jawa timur. Dan telah menemukan penyebab utama Tingkat kematian tertinggi Pasien Covid-19 di Jawa Timur adalah pengidap diabetes.

Oleh karena itu Khofifah menghimbau kepada seluruh warga Jatim yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes agar saling menjaga satu sama lain. “Kalau punya keluarga yang punya penyakit diabetes harap dijaga betul, jangan sampai terpapar atau terkonfirmasi positif covid-19,” tuturnya.

Dibalik untuk mengurangi tingkat Kematian Pasien Covid-19 sekaligus mengantisipasi untuk setiap Keluarga agar lebih berhati-hati dan lebih mengutamakan penerapan Protokol kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit diabetes.

Lalu menurut, Mendagri Tito Karnavian, saat ini formula yang sangat penting untuk menangani Covid-19 ini dengan melakukan proteksi untuk diri yaitu Penggunaan Masker, Cuci Tangan, Jaga Jarak, dan melarang adanya Kerumunan Sosial.

Namun dalam prakteknya bagaimana caranya bisa menerapakan Protokol Kesehatan itu di ikuti dan di Patuhi, salah satunya Penggunaan Masker. “Ada tiga jenis penularan, baik itu percikan droplet air liur, Bersin, Batuk,” ungkapnya saat Pidato Peresmian di Kabupaten Malang.

Menurut Tito jika penggunaan masker secara benar diterapkan, bakal menjadi hal yang sangat efektif dalam pencegahan Covid-19 ini hingga sebesar 60%,” tinggal bagaimana cara mampu menerapkan di seluruh Indonesia terutama Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.

Oleh karena itu Provinsi Jawa Timur harus melakukan Protokol Kesehatan ini secara All Out dalam pelaksanaannya, dengan begitu saat ini Kegiatan Gerakan 26 Juta Masker se Jatim ini merupakan langkah pertama pihak Pemerintah untuk melaksanakan secara all out. (cw3/man)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Emil Dardak Dorong UKM Inovatif Cari Jalur Pemasaran

Diterbitkan

||

Wakil Gubernur Emil mengunjungi kelompok tani yang ada di Kelurahan Kareng Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo
Wakil Gubernur Emil mengunjungi kelompok tani yang ada di Kelurahan Kareng Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo

Kunjungi Gapoktan dan Nelayan Pantai Mayangan

Memontum Probolinggo – Wakil Gubernur Provinsi Jatim, Emil Dardak memberikan support kepada UKM perikanan yang ada di Kota Probolinggo. Ia meninjau display produk UKM di pusat perbelanjaan Graha Mulia didampingi Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.

Pameran produk UMKM ini merupakan terobosan guna mendongkrak perekonomian para UKM, di masa pandemi Covid 19. Ada sekitar 70 macam produk perikanan kering maupun basah yang disajikan dengan kemasan menarik, Minggu (9/8/2020) sore.

Menurutnya, Kota Probolinggo punya UKM yang mampu memaksimalkan potensi perikanan sebagai kota perdagangan bisa mewadahi UMKM berjualan.

“Terobosan semacam ini harus dilanjutkan dan didorong, karena biasanya mereka hanya mengandalkan pusat oleh-oleh. Namun sekarang kondisinya sepi karena wisatawan menurun. Selain penjualan on line memang harus inovatif dalam mencari jalur pemasaran atau gimmick,” sarannya.

Wagub Emil juga menyarankan ada evaluasi, dilihat feedback-nya. Produk mana yang laku dan yang tidak laku harus dipelajari. Bagi produk yang bagus diperkuat, apabila masih kurang menarik harus diperbaiki. Program semacam ini juga dilakukan di Kota Madiun. Jika berhasil akan dikembangkan di daerah lainnya.

“Jika ini berhenti maka efeknya sampai ke hulu yakni para nelayan. Jika usaha dari UKM ini lancar maka bisa lancar menyerap produk nelayan. Saat ini perekonomian menyusut, yang menolong dari pertanian. Industri tidak separah pariwisata, tetapi ada penurunan sekitar 7 persen, dan upaya semacam ini bisa membantu,” imbuh Emil.

Wagub Emil berpesan kepada para UKM agar jangan pernah berhenti berinovasi. “Kata kuncinya jangan melupakan perbaikan produk. Pemasaran terbaik adalah produk berkualitas. Selalu mengevaluasi produksinya, efisiensinya, quality controlnya (QC). Saya sudah mengkaji agar QC Dinas Perikanan bisa dipasang di produk perikanan kota untuk memperkuat nilai jual dan punya keunggulan tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu UKM penjual abon ikan dan sambal cumi, merasa senang karena omzetnya bertambah setelah produknya ditampilkan di pusat perbelanjaan di kota ini. Setiap hari rata-rata bisa meraup omzet lebih dari Rp 2 juta, bahkan tembus hingga Rp 4 juta. Program display di pusat perbelanjaan di Jalan Dr Soetomo berlangsung mulai 4 Agustus hingga 16 Agustus mendatang.

Sebelumnya Wakil Gubernur Emil mengunjungi kelompok tani yang ada di Kelurahan Kareng Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo dan dilanjutkan menuju Kelomok Nelayan, H.Jupri yang ada di Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Hadir juga dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jatim, Ir Gunawan Saleh, Kepala UPT Mayangan yang diwakili oleh Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Arif Wahyudi. (geo/mzm)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Lowongan Pekerjaan Memontum
Advertisement Iklan SemarakHUT RI PDAM Banyuwangi
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler