Connect with us

Hukum & Kriminal

Kabar Gadis Klakah Diduga Diperkosa Teman Sekolah, Ternyata Diseret Tangan dan Kaki

Diterbitkan

||

Kabar Gadis Klakah Diduga Diperkosa Teman Sekolah, Ternyata Diseret Tangan dan Kaki

Memontum Lumajang – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap gadis belia asal klakah yang ‘menghebohkan’ Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Hari ini dilaporkan ke Polres Lumajang oleh Dummy Hidayat SH. Bahkan fakta baru, ada saksi yang menemukan korban di area pemandian Sumber Brutu Desa Pandan Sari Kecamatan Kedungjajang menyampaikan jika korban diseret tangan dan kaki oleh dua orang terduga pelaku

“Saya melihat anak itu diseret tangan dan kakinya oleh dua pria, lalu saya tanya opo’o lhe (kenapa) mabuk pak, kata mereka. Kenapa tidak digendong, kata saya, lalu tak tolong tak mandikan setelah itu muntah dan sadar saya bawa, saya hubungi keluarganya, Kok diseret, lha wong dia bukan kucing,” terang SK warga setempat, Jumat (3/7/2020) pagi di Sumber Brutu.

Sementara itu Dummy Hidayat SH, pasca mengantar surat pengaduan ke Polres Lumajang pada wartawan memontum.com mengatakan, ia melaporkan Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur yang diduga dilakukan lebih dari satu orang secara bersama-sama yaitu, SHL, HNF NVL, IDR, FRS, HDN dan juga turut terlapor BL (Wanita).

“Para terlapor ini adalah teman dan kakak kelas pelapor di Salah satu sekolah kejuruan di Klakah,” kata Dummy Hidayat SH, Advokat dan konsultan hukum yang beralamat di Jln. Ahmad Yani No 93 Lumajang itu.

Sebelumnya telah diberitakan oleh media koran motim, Warga Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang mendadak geger setelah menemukan seorang gadis dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar wisata alam Sumber Brutu, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, pada Senin (29/6/2020), sekitar pukul 17:30.

Melihat kondisi gadis yang cukup memprihatinkan itu beberapa saat kemudian setelah siuman, salah satu warga setempat menanyakan nama dan alamat rumahnya. Ternyata gadis itu mengaku bernama DY asal Kecamatan Klakah. Selanjutnya warga menghubungi orang tua DY. Tak lama kemudian orang tua DY datang ke lokasi yang kemudian membawa DY ke Klinik KHM 2 Klakah. Lalu melapor ke Polsek Klakah.

Kanit Reskrim Polsek Klakah, Bripka Hadi Saputra, SH ketika dikonfirmasi awak media menyampaikan, Polsek Klakah begitu menerima laporan warga, petugas piket langsung mendatangi kemudian membawa ke Rumah Sakit supaya gadis mendapat perawatan medis.

Setelah itu petugas terus mengantar orang tua ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang berharap terbit laporan. Apakah sudah terbit laporan Kanit Reskrim mengaku belum tahu. “Polsek Klakah membantu sebatas itu. Karena gadis itu masih di bawah umur,” ucap Hadi. (adi/yan)

 

Hukum & Kriminal

Produksi Dupa Wagir Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang – Gudang Dupa di Dusun Sekar Putih Rt 17 Rw 05, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi sasaran amuk si jago merah, Kamis (29/10) malam.

Beruntung, meski menghabiskan tempat produksi dupa, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa dan merambat kemana-mana.

“Kejadiannya sekitar pukul 22.05. Untuk memadamkan kobaran api, kami mengerahkan tiga unit mobil pemadam,” kata Kepala PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Jum’at (30/10) tadi.

Dari keterangan di lokasi, tempat usaha tersebut milik Sodikin (36) warga setempat. Sementara bangunan yang menjadi tempat produksi, berukuran sekitar 8 meter x 12 meter.

“Yang terbakar hanya di tempat tersebut. Karena barang-barang yang ada mudah terbakar, akibatnya semua isi bangunan habis. Untuk penyebabnya, masih ditangani petugas kepolisian,” ujarnya. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

67 Warga Jadi Korban Investasi Bodong

Diterbitkan

||

Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.
Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.

Mengaku Sebagai Pegawai Bank, Janjikan Bunga dan Hadiah

Memontum Malang – Sekitar 67 warga dari Kecamatan Jabung dan Kecamatan Pakis, beramai-ramai mendatangi Mapolsek Pakis, Rabu (28/10) petang. Kedatangan sejumlah warga tersebut, untuk mengadu perkara dugaan penipuan investasi yang menimpanya.

Penipuan tersebut, dilakukan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah. Dalam aksinya, terduga pelaki menawarkan deposito berbunga.

Kepala Unit I Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Margas, menyampaikan bahwa untuk mempermudah penyelidikan, Satreskrim Polres Malang membuka posko pengaduan guna melayani para warga yang tertipu.

Dipilihnya Mapolsek Pakis sebagai tempat penyelidikan, karena lantaran sebagian besar korbannya, adalah warga dari Kecamatan Pakis. “Kami dari Polres Malang, telah melakukan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana penipuan tersebut. Sementara, korban yang sudah melapor, tercatat ada sebanyak 67 orang. Jumlah itu, kemungkinan akan terus bertambah dan kami akan menyelidikinya,” ujar Ronny, Kamis (29/10) tadi.

Ronny menambahkan, dengan adanya posko pengaduan atas tindak pidana ini, diharapkan dapat memudahkan warga yang menjadi korban penipuan, untuk mengadu dan melapor. Secara bergantian, seluruh korban nantinya dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Dari pemeriksaan sementara, korban tersebut menyetorkan uang untuk deposito dengan jumlah yang bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta hingga ratusan juta. Mereka dijanjikan mendapatkan bunga, yang diantaranya untuk setoran Rp 10 juta perbulan, akan menerima Rp 400 ribu,” tambahnya.

Untuk lebih meyakinkan korban, lanjut Ronny, pelaku ini juga memberikan iming-iming hadiah setelah korban menyetorkan depositonya. “Korban ini diberi iming-iming hadiah mulai dari mulai payung, kipas hingga sepeda motor. Itu sesuai dengan jumlah deposito yang disetorkan,” tambahnya.

Salah seorang korban, yakni Muhammad Alfan Suhudi (29) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, menjelaskan kalau dirinya telah menyetorkan deposito sebesar Rp 20 juta kepada pelaku. “Awalnya, itu istri saya menyetorkan deposit Rp 10 juta. Lalu, setoran itu saya tambahi Rp 10 juta. Saat itu, kami dijanjikan bunga Rp 400 ribu dan ditambah dengan HP merk Vivo,” ungkapnya.

Uang sebesar Rp 20 juta yang disetorkan kepada pelaku tersebut, tambahnya, guna mengikuti program Desposito Faedah yang di tawarkan pelaku.

“Ketika saya menyetor, saya dimintai uang tunai dan langsung diberi kuitansi, HP dan payung. Pelaku dalam setiap kali aksinya, mengatakan kalau dirinya adalahnya karyawan BRI Syariah sebagai Account Officer (AO) di Jalan Kawi. Namun, ketika saya cek ternyata kantornya sudah pindah di Suhat dan karyawan disana mengaku tidak ada yang mengenal pelaku sama sekali,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler