Connect with us

Kota Malang

Tunggu Istri di Tepi Jalan, Tewas Ditabrak Fortuner

Diterbitkan

||

Mobil Fortuner yang diamankan di Unit Laka Lantas. (ist)

Memontum Kota MalangMas’ri alias Jinggo (60) warga Jl Jaksa Agung Suprapto Dalam/Kampung Putih, RT 05/RW 07, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 03.40, tewas usai dengan luka parah dibagian kepala. Dia baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas saat duduk di atas motor Honda Supra C N 6961 AZ menunggu istrinya di depan Gang Buntu Jl Jaksa Agung Suprapto.

 

Tubuhnya ditabrak mobil Fortuner warna putih Nopol S 1436 QF yang dikemudikan Muhammad Suhartono (56), warga Jl. Bromo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Jinggo akhirnya dipastikan meninggal saat tiba di IGD RSSA Malang hingga jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk mendapatkan visum dokter.

 

Informasi Memo X (Grup Memontum.com) menyebutkan bahwa seperti biasanya Jinggo bersiap mengantar istri untuk berbelanja sayur di Pasar Kebalen. Aktifitas itu selalu dilakukan dikarenakan untuk kulakan sayur yang nantinya akan dijual oleh istri di rumah.

 

Pagi itu sekitar pukul 03.40, Jinggo duduk di atas motornya menunggu di depan gang. Dia menunggu istrinya yang sedang berjalan. Namun tiba-tiba dari arah utara melaju mobil Fortuner warna putih dengan kecepatan tinggi. Mobil itu melaju terlalu ke kiri hingga menabrak tubuh motor dan tubuh Jinggo.

 

Tubuh Jinggo pun terpental hingga ke tengah jalan. Suara benturan itu cukup keras, warga pun kemudian berdatangan ke lokasi untuk melakukan pertolongan. Dengan kondisi luka parah dikepala, Jinggo kemudian dibawa ke IGD RSSA Malang. Namun sayangnya saat diperiksa oleh tim medis, dia sudah dipastikan dalam kondisi tak bernyawa. Jenazahnya pun kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk mendapatkan visum.

 

Sementara itu, sopir Fortuner segera diamankan oleh petugas Unit Laka Lantas POlres Malang Kota. Kini barang bukti mobil sudah diamankan ke unit laka. “Kecelakaan ini masih kita tangani. Dugaan sementara karena kelalean sopir Fortuner yang tidak  waspada depan,” ujar Kanit Laka Lantas Ipda Yuliana Plantika saat dikonfirmasi Memo X. (gie/yan)  

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

Penanggungan Juara I Kampung Tangguh Bencana se-Jatim

Diterbitkan

||

Penyerahan piala dan piagam penghargaan Juara 1 kampung tangguh bencana Tahun 2020 tingkat provinsi Jawa Timur.
Penyerahan piala dan piagam penghargaan Juara 1 kampung tangguh bencana Tahun 2020 tingkat provinsi Jawa Timur.

Memontum Kota Malang – Kelurahan Penanggungan Kota Malang, mendapat predikat sebagai Juara 1 kampung tangguh bencana Tahun 2020 tingkat provinsi Jawa Timur. Pengumuman tersebut, disampaikan pada saat Hari Ulang Tahun (HUT) Jatim, oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, beberapa hari lalu.

Pada Senin (19/10) tadi, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko memberikan piala dan piagam penghargaan kepada Lurah Penanggungan, Yuyun Nanik Ekowati. Penyerahan dilakukan pada saat usai apel pagi di halaman Balaikota, Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangganya dan mengapresiasi kinerja Kelurahan Penanggungan.Ditambahkan, bahwa kemenangan tersebut dapat terwujud karena adanya kerjasama yang baik antar seluruh elemen, baik masyarakat, pemerintahan, Universitas dan lain-lain dalam mewujudkan pentahelix.

“Pentahelixnya benar-benar terwujud, kalangan pengusaha juga turut membantu masyarakat dalam penanganan bencana. Itu nampak sekali di Kelurahan penanggungan, dan yang tidak dimiliki oleh kota-kota yang lain,” ujar Bung Edi, sapaan akrabnya.

Bung Edy juga mengharap, supaya kedepannya Kelurahan Penanggungan, dapat semakin bergerak maju dan dapat menjadi contoh bagi kelurahan yang lain.

“Saya ingin semakin banyak lagi, kelurahan-kelurahan seperti penanggungan. Bisa menjadikan penanggungan pilot untuk melakukan projek-projek lain yang bermanfaat,” tukasnya.

Lurah Penanggungan dalam.kesempatan itu menyampaikan, kolaborasi pentahelix yang dilakukan berkat nota Kesepakatan dalam dunia usaha. Diantaranya adalah Matos (Malang Town Square), Transmart, Swiss berlin dan lainnya.

“Yang paling utama adalah kolaborasi pentahelix, yang mana kelurahan penanggungan tidak hanya Pemerintah dan masyarakat, tetapi juga melibatkan dunia usaha,” terangnya.

Selain itu, imbuhnya, di Kelurahan Penanggungan juga terdapat aspek penilaian yang lain. Diantaranya adalah kesehatan, penganggaran yang mendukung, serta kekompakan dan kebersamaan dari semua elemen masyarakat.

“Saya berharap, kedepan aktivitas ini tidak berhenti sampai disini. Dan bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Diduga Karena Api Lilin, Rumah Warga Gadang Ludes Terbakar

Diterbitkan

||

Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman kobaran api. (ist)
Petugas PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman kobaran api. (ist)

Memontum Kota Malang – Rumah milik Budi di Perum Sakinah Kav 3, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 03.50 terbakar. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke petugas PMK Kota Malang.

Api yang diduga berasal dari nyala lilin ini dengan cepat membakar ruang berukuran 3×2 meter yang berada di halaman dalam rumah. Api segera berhasil dipadamkan petugas PMK Kota Malang, namun akibat dari kebakaran ini diperkirakan Budi mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian terjadi, sempat ada pemadaman listrik hingga Budi menyalakan lilin di atas meja. “Informasi yang kami petoleh bahwa sempat terjadi pemadaman listrik hingga korban menyalakan lilin,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Teguh Budi Wibowo.

Sekitar pukul 03.50, Budi terbangun dan melihat kepulan asap tebal di rumahnya. Dia pun kemudian membangunkan keluarganya untuk keluar rumah. Dengan kondisi panik, Budi meminta tolong warga sekitar. Warga banyak yang berdatangan ke lokasi mencoba memadamkannya dengan air seadanya.

Namun api semakin membesar hingga kejadian ini dilaporkan ke PMK Kota Malang. “Laporan masuk pukul 04.51. Sebanyak 3 unit mobil pemadam dengan 12 personel,” ujar Teguh. Petugas segera mencari titik-titik kobaran api hingga segera berhasil melakukan pemadaman.

Teguh Budi Wibowo mengimbau masyarakat supaya berhati-hati saat menyalakan lilin. Pastikan diletakkan di tempat aman jauh dari bahan yang mudah terbakar. “Jauhkan dari bahan mudah terbakar. Seperti kardus dan bahan-bahan mudah terbakar lainnya. Untuk lebih aman gunakanlah emergency lamp,” ujar Teguh. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler