Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

LPG 3 Kg Mulai Langka di Kabupaten Malang

  • Senin, 11 Desember 2017 | 18:48
  • / 22 Rabiul Uula 1439
LPG 3 Kg Mulai Langka di Kabupaten Malang
Erfan Tunjukkan Tumpukan LPG Kosong. (Sur)

Memontum Malang—Kelangkaan LPG seberat 3 kg mulai merambah wilayah Kabupaten Malang, bahkan Malang Raya. Seperti yang terjadi di daerah Kecamatan Bululawang. Penduduk di sana mengeluhkan jumlah stok yang saat ini telah dibatasi. Mereka berharap agar pasokan kebutuhan pokok rumah tangga ini kembali normal.

Kelangkaan tersebut dipicu dari pasokan elpiji yang terbatas, sehungga pengiriman menjadi tidak lancar. Seperti dikatakan Munawar(50) salah seorang agen elpiji di Desa Gading Kulon Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang Senin (11/12/2017) kemarin. Dikatakan, saat ini jumlah kiriman stok elpiji melon dibatasi.

“Jika sebelumnya kami dijatah 50 tabung,tetapi akibat kelangkaan saat ini maka sekarang hanya mendapatkan jatah 30 tabung saja,” katanya.

Lanjutnya, adanya pembatasan jumlah permintaan elpiji tersebut dilakukan karena jumlah persediaan elpiji yang terbatas di tingkat distributor. Selanjutnya Munawar berharap, pasokan atau supplay elpiji hijau kembali stabil agar tidak menyusahkan warga, apalagi itu jadi kebutuhan pokok sehari-hari. Hal yang sama juga terjadi di Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

Akibat kelangkaan elpiji seberat 3 Kg ini, sebagian warga mulai menggunakan kayu bakar. Marmi (45) warga Dusun Sidodadi Desa Ringinsari mengatakan, terhitung sejak seminggu belakangan ini pihaknya mengaku kesulitan untuk mendapatkan LPG.

“Saya sudah membelinya kesana kemari. Tetapi tidak semua toko ada.Untuk kebutuhan memasak setiap hari,kami menggunakan kayu bakar. Habis gimana lagi,daripada tidak masak. Kami berharap, kejadian ini agar ada keseriusan pemerintah untuk menormalkan kembali,” ujar Marmi berharap.

Sementara Erfan seorang pemilik toko sembako juga mengatakan dengan langkanya LPG 3 kg ini membuat resah baik konsumen maupun penjual karena masyarakat sekarang sudah tidak jaman lagi gunakan kayu bakar. “Sebagai pedagang pendapatan kami saat ini berkurang. Saya berharap kelangkahan LPG seberat 3kg agar bisa teratasi secepatnya agar tidak membuat resah masyarakat,” pungkas Erfan. (sur)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional