Connect with us

SEKITAR KITA

Tindak Lanjuti Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Forkopimda Situbondo Bagikan Masker

Diterbitkan

||

Forkopimda Situbondo turun kejalan dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat dan pengendara di depan Mapolres Situbondo, Senin (24/08/2020) pagi

Memontum Situbondo – Forkopimda Situbondo turun kejalan dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat dan pengendara di depan Mapolres Situbondo, Senin (24/08/2020) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai implementasi Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan pelibatan peran tugas TNI Polri dalam melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan bagi masyarakat, khususnya kewajiban memakai masker saat beraktifitas diluar rumah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH, Kapolres Situbondo AKBP Achmad Imam Rifa’i SH SIK M PICT M ISS, Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Neggy Kuntagina SIP, Kajari Situbondo Nur Slamet SH MH, Ketua PN Situbondo I Ketut Suarta SH MH, Ketua MUI KH Saiful Muhyi, Kepala BPBD Drs Priyo Andoko M Si, Kasatpol PP Drs Abdur Rasit, Ketua Al-Irsad Ustad Sodiq, Ketua PD Muhammadiyah Drs Samsuri, Sekretaris PC NU H Zaini Ridwan serta Ketua Bhayangkari, Dharma Wanita dan Persit Candra Kirana.

Kapolres Situbondo AKBP Achmad Imam Rifa’i SH SIK M PICT M ISS pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa pada konteks ini aparatur Pemerintah diharapkan dapat menyamakan persepsi dan pola pikir dalam upaya optimalisasi pendisiplinan protokol kesehatan.

Sambung Kapolres, ini sebagai dukungan terhadap Inpres Nomor 6 tahun 2020 dalam menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19. Lanjutnya, untuk mencapai hal itu, perlu adanya langkah-langkah pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 yang terpadu, terarah dan terukur serta menyeluruh dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Kita semua dan seluruh elemen masyarakat Situbondo harus bersatu, bersinergi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di segala tempat guna menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19, mulai dari pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,“ terang Kapolres AKBP Achmad Imam Rifa’i

Pantauan di lokasi, sambil membagikan masker, Forkopimda juga mengedukasi masyarakat dan pengendara agar semakin semakin sadar, semakin disiplin menggunakan protokol kesehatan demi menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain. (im/mzm)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SEKITAR KITA

Unjuk Rasa Penolakan Omnibus Law Berlangsung Tertib

Diterbitkan

||

Massa yang megatasnamakan Aliansi Masyarakat Malang gelar aksi tolak omnibus law.
Massa yang megatasnamakan Aliansi Masyarakat Malang gelar aksi tolak omnibus law.

Memontun Kota Malang – Gelombang ke dua aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law di Alun-alun Tugu, Kota Malang, berlangsung tertib, Selasa (20/10) siang. Sejumlah massa yang memadati Alun-alun dari Perempatan Rajabali itu, berlangsung cukup rapi dan damai. Terpantau, pengunjuk yang terdiri dari aliansi masyarakat Malang, hanya melakukan orasi meminta hak rakyat.

Koordinator Lapangan, Wahyu Ramadhan, menjamin bahwa aksi yang dilakukan tidak akan menimbulkan kerusuhan seperti sebelumnya. Terkait dengan aksi lanjutan, dirinya mengungkapkan, bahwa UU Cipta Kerja telah menindas rakyat dan akan terus disuarakan sampai presiden menerbitkan Perpu.

“Kalau nanti tidak menerbitkan Perpu untuk menghapus Omnibus Law, maka kita akan katakan Jokowi antirakyat. Mari kita bersama-sama meminta Jokowi, bahwa dia dipilih bukan untuk menindas rakyat. Hentikan bicara soal retorika investasi. Undang-Undang Cipta Kerja, tidak akan mewujudkan itu semua,” katanya.

Dalam aksi tersebut, juga hadir pula komunitas Aremania Zona Dinoyo (Amazon), yang turut mengamankan aksi unjuk rasa. Koordinator Wilayah (Korwil) Amazon, mengatakan bahwa mereka menolak tindakan anarkis dan merusak fasilitas di Kota Malang.

“Boleh saja melakukan aksi, tetapi jangan merusak rumah kita (gedung dewan),” ujar Korwil Aremania Dinoyo, Iin.

Dalam kesempatan itu, juga sempat terjadi dialog. Termasuk, berpesan tentang aksi yang sah-sah saja dilakukan dan melakukan orasi, guna menyuarakan kepentingan rakyat. Namun, dengan cara tanpa anarkhis. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

SEKITAR KITA

Tenaga Asing di Lumajang Ternyata Bisa

Diterbitkan

||

Ilustrasi pengisian dokumen.
Pengisian formulir IMTA.

Memontum Lumajang – Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang, Siti Lailatul Badriyah, memberikan layanan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan rekomendasi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) di Lumajang.

Untuk mendapatkan rekomendasi IMTA, pemohon diminta untuk mengajukan dokumen persyaratan sesuai standar pelayanan yang telah ditentukan serta prosedur-prosedur lainnya.

“Sesuai standart pelayanan, pemohon diminta mengajukan beberapa dokumen. Seperti, Paspor Tenaga Kerja Asing (TKA), Daftar Riwayat Hidup, fotocoppy Ijazah/Pengalaman Kerja Tenaga Asing dan surat Penunjukan Tenaga Kerja Asing Pendatang,” kata Siti.

Ditambahkan, terkait dengan prosedur, pemohon nantinya bisa langsung mengajukan permohonan kepada Kepala Disnaker Kabupaten Lumajang. Tentunya, dilampiri dengan dokumen sesuai standar pelayanan.

“Dari prosedur itu, nantinya sekretariat akan memproses surat masuk tersebut untuk didisposisi kepada kepala dinas. Selanjutnya, akan didistribusikan ke Bidang

Penempatan dan Pelatihan Disnaker, yang kemudian dikonsultasikan. Termasuk, kepada Seksi Pelatihan dan Pemagangan Disnaker untuk proses penerbitan izin, penerbitan izin setelah ditandatangani oleh Kepala Dinas Disnaker,” ungkapnya.

Untuk waktu pelayanan, tambahnya, satu hari dengan catatan berkas lengkap. Pengaduan ketidaksesuaian layanan dapat dilakukan melalui kotak saran/kotak pengaduan Telp (0334)881546 pengaduan Email disnaker@lumajangkab.go.id,” imbuhnya. (adi/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler