Connect with us

Berita

Akibat Angin Kencang, Dua Rumah Tertimpa Pohon

Diterbitkan

||

Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo bersama warga sekitar saat mengevakuasi rumah korban tertimpa pohon kelapa. (tik/im)

Memontum Situbondo – Dua rumah masing-masing milik Sukkur Wadi (43) dan Budi Hariyanto alias Pak Suyoto (63) di Dusun Sidomulyo, RT 02 RW 08, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur nyaris ambruk tertimpa pohon kelapa dan mangga, Rabu (26/08/2020).

Saat kejadian pemilik rumah (korban) tidak ada di rumah dan sedang bekerja di bengkel motor yang agak jauh dari rumah korban, sedangkan istrinya juga tidak ada di rumah. Kejadian ini pertama kali terlihat oleh warga setempat (tetangga korban) yang tinggal di Dusun Sidomulyo RT 02 RW 08 Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

Sesaat sebelum pohon tumbang ada angin sangat kencang. Tiba-tiba ada suara benda jatuh, setelah dilihat ke luar rumah ternyata pohon kelapa yang ada di dekat rumah korban tumbang. Spontan berteriak minta tolong pada warga lainnya, kemudian warga sekitar ada yang menghubungi Kepala Desa dan Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo. Sedangkan warga lainnya bahu membahu membantu mengumpulkan reruntuhan rumah tersebut.

Menurut Kepala Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Imam Anshori mengatakan, kedua rumah yang rusak milik warganya tersebut akibat tertimpa pohon kelapa dengan ukuran besar dan sudah lapuk bagian akarnya. “Dua rumah rusak yang tertimpa pohon kelapa, akibat angin kencang dan akarnya sudah lapuk, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugiannya ditafsir sekitar 10 juta rupiah,” kata Imam Anshori.

Sementara itu, Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono menjelaskan, kejadian dua rumah tertimpa pohon kelapa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. “Dua rumah warga berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.00 WIB, setelah anggota Tim Pusdalops BPBD dikerahkan ke lokasi dengan dibantu oleh warga sekitar. Kerugian ditaksir lebih dari Rp 10 Jutaan,” kata Puriyono. (tik/im/mzm)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Panitia Pemilihan Ketua Sublok Tetap Memperhatikan Protokol Kesehatan

Diterbitkan

||

Prosesi Pemilihan Ketua sublok Desa Lamongan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. (her/im)
Prosesi Pemilihan Ketua sublok Desa Lamongan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. (her/im)

Memontum Situbondo – Panitia Pemilihan Ketua sublok Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa masa pandemi Covid-19 adakan pemilihan Ketua sublok di Lapangan Bola Volly Pajero Bukkolan, Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Selasa (22/09/2020). Dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Arjasa, Kepala Desa Lamongan Hariyanto, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan para DPT.

Pemilihan Ketua sublok dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu pemilihan ketua sublok Dam Patemon Sumber Pinang dan pemilihan ketua sublok Dam Sampean lama bukkolan. Adapun para calon kandidat Ketua sublok Patemon Sumber Pinang di TPS 1 yaitu, nomor urut 1 Jumari dan nomor urut 2 Sujono. Sedangkan para calon kandidat ketua sublok Dam Sampean Lama Bukkolan di TPS 2 yaitu, nomor urut 1 Bungso, nomor urut 2 Samsul Arifin serta nomor urut 3 Suyanto.

Hariyanto selaku Kepala Desa Lamongan mengatakan, siapapun ketua sublok yang terpilih nantinya agar melaksanakan tugasnya sebaik mungkin dan amanah, sedangkan para calon yang tidak terpilih agar tetap lapang – dada serta tetap mendukung kebijakan program ketua sublok terpilih. “Kami berharap kegiatan pemilihan ketua sublok berjalan dengan lancar, kondusif dan selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak, memakai masker serta selalu cuci tangan,” ujarnya.

Lanjut dia, tidak hanya itu, di pintu masuk TPS bagi para pemilih di cek suhunya menggunakan thermo gun. “Total jumlah DPT atau pemilih ada 100 orang, yaitu TPS 1 ada 46 pemilih dan TPS ada 54 pemilih,” jelas Hariyanto yang juga pembina HIPPA Desa Lamongan.

Sementara itu, Camat Arjasa Sudarto SE dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa giat pemilihan ketua sublok ini sebagai bentuk sosialisasi menghadapi Pilkada nanti. Sekaligus pelaksanaan pemilihan HIPPA yang selanjutnya bisa ditiru nanti oleh TPS-TPS lain karena sangat ketat dalam penanganan protokol kesehatan. “Supaya betul-betul diterapkan protokol kesehatan mulai awal sampai akhir sebagai bentuk simulasi Pilkada seperti ini pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurutnya, protokol kesehatan agar tetap di utamakan walaupun pengunjung juga harus memakai masker. “Apabila kedapatan tidak memakai masker. Panitia penyelenggara harus memulangkan pengunjung tersebut,” pungkasnya. (her/im/mzm)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Digelontor 1,7 Miliar, Akhir Desember Jembatan Boreng Bakal Bisa Dipergunakan Lagi

Diterbitkan

||

Proses pembangunan jembatan di Desa Boreng yang dikerjakan mulai 8 September 2020 lalu.
Proses pembangunan jembatan di Desa Boreng yang dikerjakan mulai 8 September 2020 lalu.

Memontum Lumajang – Pembangunan Jembatan di Desa Boreng Kecamatan Lumajang yang mulai dikerjakan dengan menelan anggaran 1,7 Miliar sebentar lagi sudah bisa dilewati kembali.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lumajang, Agus Siswanto, kepada memontum.com Sabtu (19/9/2020) menjelaskan, proses pembangunan jembatan di Desa Boreng tersebut dikerjakan mulai 8 September 2020 lalu. Diperkirakan akhir Desember selesai.

Dijelaskannya, proses pembangunan dimulai dengan pembongkaran kepala jembatan atau abutment yang lama sebelum nantinya diganti dengan abutment baru.

“Saat ini sudah proses pembongkaran abutment yang lama, diharapkan minggu ini sudah selesai, minggu depan sudah mulai dikerjakan pembangunan pondasi jembatan,” terangnya.

Pembangunan Jembatan Boreng menelan anggaran Rp 1,7 milyar.

Pembangunan Jembatan Boreng menelan anggaran Rp 1,7 milyar.

Agus menyampaikan bahwa proyek yang menelan anggaran Rp 1,7 milyar tersebut ditangani oleh CV. Dharma Bhakti Jaya dan diawasi oleh Konsultan Pengawas dari CV. Alam Persada Consultant.

Dinas PUTR Kab. Lumajang menargetkan dalam 105 hari atau pada 21 Desember 2020 mendatang jembatan tersebut rampung dan dapat digunakan oleh masyarakat.

“Waktunya 105 hari selesai direncanakan 21 Desember, harapan kami di awal Desember sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya. (adi/ono)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler