Connect with us

Berita

Pemohon Gugat Cerai Naik di Tengah Pandemi

Diterbitkan

||

Munasikh, Humas PA Kabupaten Kediri.

Memontum Kediri – Di tengah penyebaran pandemi Covid-19, pihak Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri, membuka dua jalur pendaftaran pengajuan permohonan talak atau cerai. Yaitu jalur manual (reguler) dan jalur online. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Untuk jalur menual, pihak PA membatasi jumlah pemohon maksimal 10 pemohon/hari. Namun, bagi pemohon yang menggunakan jalur reguler harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini seperti yang disampaikan Munasikh, Humas PA Kabupaten Kediri, dimusim pandemi ini pihak PA membatasi jumlah pendaftar, yakni 10 pemohon/hari. “Bagi yang memahami elektronik, bisa mendaftarkan secara online dan sidang pun juga digelar secara online atau E-litigasi. Hal ini kami lakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19″,” ujar Humas asal Madura ini, Rabu (2/9/2020).

Sebenarnya, lanjut Munasikh, pendaftaran permohonan gugatan cerai atau pendaftaran lainnya, sangat dianjurkan. “Jadi pendaftaran melalui elektronik atau online kami tidak membatasi. Bagi masyarakat yang belum memahami elektronik atau E-litigasi, pihak PA sudah merancang pelaksanaan tersendiri. “Saat ini sudah dirancang pelaksanaan sidang antara hakim dan para pihak bisa hadir, namun beda ruangan,” kata Munasikh.

Saat ini, tambah Munasikh, yang mengajukan permohonan cerai gugat lebih banyak bila dibandingkan dengan pengajuan permohonan cerai talak, dengan angka perbandingan 70% cerai gugat dan 30% cerai talak. “Rata-rata pihak istri mengajukan cerai gugat adalah masalah faktor ekonomi dan kehadiran pihak ke tiga dalam rumah tangga,” tambahnya

Munasikh juga menjelaskan dari angka 70% yang mengajukan cerai gugat rata-rata mayoritas adalah pekerja migran sekitar 60%. Sisanya 10% dari kalangan swasta dan PNS.

Dari data PA Kabupaten Kediri yang mengajukan permohonan cerai talak maupun cerai gugat, baik yang melalui E-litigasi maupun langsung mulai bulan Maret – Juli 2020, tercatat sebagai berikut :

1. Bulan Maret : gugatan cerai talak 71 kasus dan cerai gugat 217 kasus. 2. Bulan April: cerai talak 41 kasus dan cerai gugat 147. 3. Bulan Mei: cerai talak 21 kasus dan cerai gugat 76. 4. Bulan Juni: cerai talak 122 kasus dan cerai gugat 348 kasus. 5. Bulan Juli: cerai talak 248 kasus dan cerai gugat 748 kasus.

Dari data tersebut diatas, di bulan Mei, gugatan cerai talak maupun cerai gugat mengalami penurunan. “Karena dibulan tersebut puncaknya pandemi covid-19. Setelah itu, dibulan-bulan berikutnya terus mengalami kenaikan,” pungkas Munasikh. (uni/im/mzm)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *