Connect with us

Bondowoso

Sudah 5 Hari Belum Ada Tanda-tanda

Diterbitkan

||

Korban dengan Yus (sam)

Memontum Bondowoso – KH. Imam Mawardi, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam Grujugan Lor Kecamatan Grujukan kehilangan uang sebesar Rp 100 juta hari Jumat yang lalu. Kasus ini langsung dilaporkan pada Polisi.

Ketika dikonfirmasi di rumahnya kemarin, Kyai Imam membenarkan telah kehilangan uang pribadinya. Hal itu diketahui setelah Polisi memberitahukan pada dirinya saat berada di ATM BRI. “Sebelumnya saya mengambil uang di BNI sebesar Rp 100 juta. Karena kurang, saya mengambil ATM BRI. Mobil Grand Max saya parkir diluar karena penuh dan mepet dengan waktu shalat Jum’at,” kata Kyai Imam.

Mobil korban diperiksa petugas (sam)

Sedianya, kata alumni PP Sidogiri Pasuruan ini, uang tersebut akan digunakan untuk belanja kebutuhan Sembako. Karena toko miliknya termasuk agen BNI yang meyalurkan bantuan dari pemerintah. “Setelah mengambil uang sebanyak 3 kali di ATM, kami didatangi Polisi memberitahukan bahwa ada orang masuk mobil saya. Rencananya, kami akan menarik 10 kali di ATM tersebut,” ujarnya.

Akhirnya setelah penarikan ketiga dihentikan, untuk mengkroscek mobilnya. Ternyata pintu depan sebelah kanan sudah dirusak dan uang yang ditaruh dibawah dashboard sudah lenyap. “Saya berharap Polisi segera mengungkap kasus ini dan saya percaya Polisi akan bekerja secara profesional. Walaupun sampai saat ini belum ada tanda-tanda perkembangan penyelidikan,” kata Kyai Imam.

Dihubungi melalui telpon selulernya, Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Agung Aribowo, SH membenarkan kasus pencurian dengan mencongkel mobil korbannya. Sekarang kasusnya sedang dilidik. “Petugas terus bergerak mencari pelakunya. Mudah-mudahan cepat ketemu,” kata Agung melalui telepon selulernya kemarin pada Memo X. (sam/mzm)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *