Connect with us

Berita

Jatuh Dari Lantai 5 Proyek RSI Unisma, 4 Tewas 6 Luka Parah

Diterbitkan

||

Lokasi kejadian terpasang police line. (gie)

Memontum Kota Malang – Kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.

Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga ,Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Persiapan jenazah korban saat akan dibawa ambulan. (gie)

Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan. Namun saat mereka sudah berada di lantai 5 mendadak seling besi terputus.

Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH saat ditemui Memontum.com di lokasi kejadian membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. ” Kejadian pukul 12.30. Korban ada 10 orang. Sebanyak 6 luka parah dan 4 meninggal dunia. Untuk yang luka-luka masih dalam perawatan di RSI Unisma,” ujar AKP Azi.

Saat ditanya apakah adanya kelalaian kerja karena kurang safety, AKP Azi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.  “Apakah Human Error, masih dalam penyelidikan. Para saksi, mandor atau pengawasnya akan kita panggil. Dugaan sementara selingnya putus hingga pijakan roboh,” ujar AKP Azi. (gie)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *