Connect with us

Berita

Wadul Dewan, Menunggu Diterima Asdos UB

Diterbitkan

||

MENGADU: Nabiyah (21), peraih Medali Perunggu olimpiade Matematika India, mengadukan keluhannya, kepada anggota Komisi Bidang Pendidikan Propinsi, Rabu (15/09/20).
MENGADU: Nabiyah (21), peraih Medali Perunggu olimpiade Matematika India, mengadukan keluhannya, kepada anggota Komisi Bidang Pendidikan Propinsi, Rabu (15/09/20).

Nabiyah, Peraih Medali Perunggu India Nasibmu Kini

Memontum Pamekasan – Olimpiade Internasional selalu melahirkan bintang baru. Kali ini olimpiade bidang matematika telah menjadi ajang bagi Nabiyah (21), warga Desa Tambaru Laok, Sokobanah untuk menunjukkan prestasinya. Ia keluar sebagai peraih medali perunggu.

Dara yang aktifitas sehari-harinya sebagai pengajar itu saat ini berusaha untuk melamar menjadi asisten dosen (asdos) di almamaternya, Universitas Brawijaya (UB) Malang. Alumnus Bustanul Ulum Waru saat ini juga berusaha untuk berusaha meningkatkan mental anak muda di desanya. “Caranya dengan mendirikan yayasan khusus olimpiade atau yayasan umum. Saat ini yayasan yang dikelola orang tua belum lengkap izin-izinnya,” ujarnya.

Penerima beasiswa S1 UB Malang itu mengaku bertekad untuk membentuk mental eksak. Hanya saja, legalitas lembaganya yang dinilai masih menjadi kendala. “Makanya saya minta minimal melalui anggota DPRD Jatim Mathur Husyairi untuk kelengkapan adminitrasi yayasan,” ujar mahasiswa S2 Unibraw Malang program beasiswa tersebut.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi mengaku sangat mengapresiasi keinginan luhur peraih medali bergengsi tersebut. Bahkan, Mathur berusaha akan membantu pengurusan izin ke Kementrian Hukum dan HAM.

Mathur menantang Nabiyah untuk memunculkan Nabiyah-Nabiyah baru di lingkungannya. Jika, tidak bisa menularkan ilmunya dinilainya gagal. “Saya harap itu dijadikan komiten untuk menciptakan generasi-generasi baru,” pintanya. “Regenerasi baru itu minimal keluarga sendiri dulu. Kalau bisa Sokobanah daya ada yang muncul,” paparnya.

Mantan aktivis anti korupsi itu mewanti-wanti untuk melegalkan yayasan milik keluarga Nabiyah. Direktur LSM Cide’s Bangkalan juga berharap Nabiyah mengajari anak-anak untuk punya mental eksak. “Saya bantu, maksimal lembaga dan gedung. Tapi harus komitmen untuk menciptakan generasi baru. Caranya, dengan mendatangi SD-SD mencari siswa yang minat matematika untuk diseleksi, dibina dan dikembangkan,” ucapnya. (adi/syn)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *