Connect with us

Hukum & Kriminal

Kemudikan Truk Tangki Dalam Kondisi Mabuk, Lindas Motor

Diterbitkan

||

Truk Tangki yang dikemudikan Ali. (ist)
Truk Tangki yang dikemudikan Ali. (ist)

Memontum Kota Malang – Gara-gara mengemudikan Tractor Head/ Truk Tangki Nopol N-8705-UA dalam kondisi mabuk, Ali (61) warga Jl Nanas, Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2020) pukul 18.00, sangat membahayakan pengguna jalan.

Puncaknya dia menyerempet motor Honda Supra Nopol N 6087 B yang dikendarai Suhariyono (40) warga Jl Diponegoro, Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang di Jl Raya Raden Tumenggung Suryo, Kota Malang. Beruntung saat itu Suhariyono berhasil melompat hinga tidak sampai terlindas. Namun motornya rusak parah terlindas ban kiri belakang.

Informasi Memontum.com bahwa truk tangki yang dikemudikan Ali melaju dari utara ke selatan. Diduga karena pengaruh miras, Ali menerobos rambu larangan masuk di Jl Hamid Rusdi, Kelurahan Bunul, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Akibatnya dia menyerempet motor dikendarai Suhariyono yang melaju di samping kirinya.

Ali saat baru datang ke unit Laka Lantas Polresta Malang Kota. (ist)

Ali saat baru datang ke unit Laka Lantas Polresta Malang Kota. (ist)

Saat ditabrak dari belakang, Suhariyono berhasil melompat. Namun motornya rusak parah akibat terlindas ban truk. Kejadian itu cukup mengundang perhatian warga sekitar hingga petugas Laka Lantas segera tiba di lokasi kejadian.

Petugas kemudian mengamankan Ali ke Unit Laka Lantas. Saat itu Ali masih terlihat mabuk dengan tiduran di kursi unit Laka. Kepada petugas, dia mengatakan kalau habis “minum” di area parkiran di kawasan Lawang, Kabupaten Malang. “Saya ini maunya nelok kiri kok jadinya nganan. Saya mengaku salah pak,” ujar Ali saat diperiksa petugas.

Panit 1 Unit Laka Lantas Ipda Deddy Cattur membenarkan adanya kejadian laka lantas tersebut. “Karena kurang hati-hati dan akibat pengaruh minuman beralkohol saat mengemudi kemudian menerobos rambu larangan masuk di Jalan Hamid Rusdi Kota Malang, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan sepeda motor honda supra yang berjalan di sampingnya,” ujar Ipda Deddy. (gie)

 

Hukum & Kriminal

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kecelakaan Kerja Proyek RSI Unisma

Diterbitkan

||

Foto dokumentasi saat petugas Polresta Malang Kota saat melakukan olah TKP di RSI Unisma. (gie)
Foto dokumentasi saat petugas Polresta Malang Kota saat melakukan olah TKP di RSI Unisma. (gie)

Memontum Kota Malang – Petugas Reskrim Polresta Malang Kota menetapkan dua tersangka dalam kasus kecelakaan kerja proyek pembangunan RSI Unisma. Yakni tersangka berinisial BW, kepala mandor dan tersangka berinisial CA, operator lift proyek.

Penetapan dua tersangka ini setelah petugas Satreskrim melakukan gelar perkara pada, Sabtu (24/10/2020) siang. Dari gelar perkara ini akhirnya petugas menentukan dua tersangka. Dua orang yang bertanggung jawab atas tewasnya 5 pekerja proyek yang terjatuh dari lift di lantai 5 proyek gedung baru RSI Unisma.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK, saat konfirmasi Memontum.com.pada Sabtu (31/10/) sore, membenarkan penetapan dua tersangka tersebut.

“Kepala mandor dan operator lift proyek. Untuk peranan kepala mandor, dia seharusnya bertanggung jawab terhadap anak buahnya baik dalam pekerjaan, perlengkapan maupun keamanan. Sedangkan untuk operator lift, dia seharusnya sudah tahu kalau lift tersebut tidak dibuat untuk orang namun tetap saja masih melakukannya juga. Mereka kami kenakan Pasal 359 KUHP subsider Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama lima tahun,” ujar AKP Azi.

Apakah nantinya ada tersangka lain, kini petugas masih terus melakukan pendalaman. “Saat ini keduanya belum kami lakukan penahanan. Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus laka kerja ini,” ujar AKP Azi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.

Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga, Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P. (30) warga Pakis, Kabupaten Malang.

Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat sling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan.

Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala.

Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma. Namun setelah menjalani perawatan, salah seorang pekerja yang alami luka parah akhirnya meninggal dunia hingga total ada 5 pekerja meningal akibat kecelakaan kerja ini. (gie)

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Produksi Dupa Wagir Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang – Gudang Dupa di Dusun Sekar Putih Rt 17 Rw 05, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi sasaran amuk si jago merah, Kamis (29/10) malam.

Beruntung, meski menghabiskan tempat produksi dupa, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa dan merambat kemana-mana.

“Kejadiannya sekitar pukul 22.05. Untuk memadamkan kobaran api, kami mengerahkan tiga unit mobil pemadam,” kata Kepala PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Jum’at (30/10) tadi.

Dari keterangan di lokasi, tempat usaha tersebut milik Sodikin (36) warga setempat. Sementara bangunan yang menjadi tempat produksi, berukuran sekitar 8 meter x 12 meter.

“Yang terbakar hanya di tempat tersebut. Karena barang-barang yang ada mudah terbakar, akibatnya semua isi bangunan habis. Untuk penyebabnya, masih ditangani petugas kepolisian,” ujarnya. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler