Connect with us

Pemerintahan

Pertumbuhan Hotel dan Restoran Jadi Perhatian

Diterbitkan

||

BANGUN: Hotel Grand Kanjuruhan yang sekarang tengah proses pembangunan.
BANGUN: Hotel Grand Kanjuruhan yang sekarang tengah proses pembangunan.

Memontum Malang – Lambatnya pertumbuhan hotel dan lestoran di wilayah Kabupaten Malang, menjadi perhatian serius Bupati Malang, HM Sanusi. Maklum, lambatnya pertumbuhan dua bangunan yang mampu menampung sejumlah wisatawan itu, juga membawa dampak pada sektor pendapatan asli daerah (PAD).

“Jumlah hotel dan restoran di Kabupaten Malang, masih sangat kurang. Padahal, dari ke dua bangunan itu, akan menunjang sektor pendapatan asli daerah. Selain, tentunya menunjang untuk sektor kepariwisataan di Kabupaten Malang,” kata Sanusi saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan penyusunan rancangan induk kepariwisataan Kabupaten Malang, Jumat (18/9) kemarin.

Selama ini, tambahnya, Pemkab hanya mengandalkan pemasukan dari pajak objek wisata. Itu pun, sumbangsihnya juga masih sedikit untuk menambah sektor PAD. “Kita hanya menerima pajak porporasi dari karcis masuk objek wisata. Untuk nilainya, tidak seberapa besar,” tambahnya.

Menyikapi kondisi itu, Sanusi mengharap agar pertumbuhan itu terus digenjot. Sehingga, akan terus muncul dan berkembang. “Hotel Grand Kanjuruhan di Kepanjen, saat ini masih proses pembangunan. Hotel tersebut, menjadi satu-satunya harapan membantu sektor PAD. Apalagi, kamar hotel yang akan dibangun mencapai 600,” ujarnya. (mg2/sit)

 

Pemerintahan

Gubernur Jatim Kunjungi Petani Buah hingga Beri Bantuan Masker

Diterbitkan

||

Khofifah Indar Parawansa petik buah mangga alpukat di salah satu kebun milik petani. 
Khofifah Indar Parawansa petik buah mangga alpukat di salah satu kebun milik petani. 

Memontum Pasuruan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke salah satu kebun milik petani mangga alpukat di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (31/10) tadi.

Kunjungan orang nomor satu di pemerintah Provinsi Jatim itu, selain untuk menikmati masa panen buah Alpukat atau buah yang menjadi buah khas Kabupaten Pasuruan, juga untuk memberikan bantuan masker dan sembako, kepada warga sekitar.

Dalam kunjungannya itu, Gubernur juga didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Heru Tjahjono. Sementara di lokasi kebun, Gubernur bersama warga atau pengunjung, langsung menikmati panen Alpukat dari pohonnya.

Disampaikan Gubernur Jatim, mangga alpukat adalah salah satu komoditas buah unggulan di Jawa Timur. Yang mana, saat ini menjadi tren di kalangan pecinta buah tanah air.

Selain rasanya yang legit dan tekstur buah yang bagus, cara makan mangga alpukat, pun menurut Khofifah sangat unik. Karena, tak perlu dikupas sampai terlihat daging buahnya. Tetapi, cukup diiris di bagian tengah kemudian diputar hingga terbelah dua dan dimakan dengan menggunakan sendok.

“Cukup higienis, karena kita tak perlu menggunakan sarung tangan atau alat bantu lain. Cukup dibelah, diputar dan dimakan dengan sendok,” ujarnya.
Di hadapan petani buah, Khofifah menyampaikan, akan membantu dalam memperluas jaringan ekspor. Sehingga, mangga alpukat semakin dikenal luas di seluruh wilayah tanah air maupun luar negeri.

“Varietas mangga di Indonesia, sesungguhnya memiliki tingkat keunggulan yang luar biasa. Seperti mangga alpukat dari Kabupaten Pasuruan ini. Cara mengupasnya yang berbeda dan ini yang bisa dijual. Mudah mudahan menjadi bagian dari ikhtiyar penguatan kepada petani mangga. Kita akan membangun akses market hingga ekspor. Sehingga, ketika musim mangga seperti sekarang, harga jualnya tidak jatuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, selain panen juga memberikan bantuan sedikitnya 5 ribu masker dan 150 paket bantuan sembako kepada warga sekitar Desa Wonokerto. Bantuan itu, diberikan setelah Gubernur Jatim melakukan gowes bersama para petani mangga alpukat. (kom/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Lamongan

Pemkab Lamongan Buat Skala Prioritas Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Diterbitkan

||

Bupati Fadeli saat rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Lamongan.
Bupati Fadeli saat rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Lamongan.

Memontum Lamongan – Pemulihan ekonomi lokal akibat Covid-19, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Mensikapi kondisi tersebut, Pemkab Lamongan bersama DPRD, mensepakati untuk Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2021, menyasar pada program prioritas pemulihan ekonomi.

Dalam rapat paripurna yang digelar Bupati Lamongan, H Fadeli, bersama DPRD Kabupaten Lamongan, menyampaikan bahwa program prioritas tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi akibat Covid-19.

Program itu, diantaranya peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan jalan, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui peningkatan ketersediaan pangan hasil pertanian, perikanan dan pangan hasil laut secara berkelanjutan.

“Peningkatan kemitraan usaha antara usaha mikro kecil dan usaha menengah besar, peningkatan kapasitas, jangkauan, dan inovasi koperasi. Lalu, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk dan usaha kreatif serta digital. Kemudian, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan industry 4.0, dan peningkatan penerapan praktik berkelanjutan di industri pengolahan dan pariwisata,” kata Fadeli di hadapan anggota DPRD Kabupaten Lamongan, kemarin (28/10).

Pada peningkatan infrastruktur dalam upaya penguatan konektifitas antar wilayah dan pemerataan pembangunan, tambah Bupati, dapat melalui penguatan konektivitas infrastruktur darat, laut dan udara dalam mendukung keadilan akses bagi masyarakat daerah marjinal. Di samping, optimalisasi pemanfaatan telekomunikasi dan informatika serta peningkatan manajemen penanganan kebencanaan.

“Untuk peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan produktivitas dan daya saing ketenagakerjaan, disertai perluasan kesempatan kerja dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Peningkatan lainnya, yakni pada sisi peningkatan kualitas pendidikan menengah dan pendidikan khusus serta pendidikan layanan khusus. Lalu, kompetensi guru dan sarana prasarana, peningkatan kualitas kesehatan melalui penurunan angka kematian ibu melahirkan, stunting, pemberantasan penyakit menular dan tidak menular.

“Percepatan penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup perempuan dan penguatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender, dan peningkatan kualitas perumahan serta permukiman. Lalu, pengurangan kawasan kumuh serta penyediaan sarana sanitasi dan air bersih,” urai Bupati Fadeli. (kom/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler