Connect with us

Pemerintahan

Tunjang Operasional, PGRI Peroleh Bantuan Mobil

Diterbitkan

||

KUNCI: Bupati Malang saat menyerahkan kunci kendaraan untuk bantuan operasional.
KUNCI: Bupati Malang saat menyerahkan kunci kendaraan untuk bantuan operasional.

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, menyerahkan bantuan satu unit mobil kepada PGRI Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) siang tadi. Penyerahan kendaraan untuk menunjang operasional bagi PGRI Malang itu, dilakukan seusai konferensi PGRI Malang di Gedung PGRI Kecamatan Pakisaji.

“Rencananya untuk semua lembaga – lembaga yang telah menunjang dunia pendidikan, akan mendapatkan bantuan untuk kelancaran operasional,” kata Bupati Malang.

Ketua PGRI Kab Malang, Dwi Sucipto, dalam kesempatan itu mengaku sangat berterima kasih dengan perhatian yang telah diberikan. Terkait bantuan, akan dioptimalkan semaksimal mungkin untuk menunjang dunia pendikan.

“Dengan adanya kendaraan ini, tentunya akan sangat membantu untuk mobilitas PGRI,” ungkapnya. (mg2/sit)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Pemkab Malang Gelar Monitoring dan Evaluasi DD

Diterbitkan

||

Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam membuka pelaksanaan Workshop Monitoring dan Evaluasi, Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa di Pendopo Agung Malang.
Pelaksanaan Workshop Monitoring dan Evaluasi, Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa di Pendopo Agung Malang.

Memontum Malang – Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, membuka pelaksanaan Workshop Monitoring dan Evaluasi, Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Malang, di Pendopo Agung Malang, Selasa (20/10) pagi.

Dalam kesempatan itu, juga hadir anggota Komisi 11 DPR RI, Andreas Eddy Susetya, Perwakilan Kepala KPPN Malang, Teguh Setiawan dan juga Kasi Kepala Seksi) perencanaan dan pengelolaan aset Desa Kemendagri, Sandra, secara virtual.

Dalam pelaksanaan itu, salah satunya membahas terkait UU No 6 tahun 2015 tentang desa dan peraturan pemerintah No 20 tahun 2014, perihal anggaran desa yang bersumber dari anggaran negara. Termasuk, dengan kondisi masyarakat dan adanya aspek yang harus dipenuhi seperti Sumber Daya Manusia (SDM), kontrol dan pengawasan dana desa.

“Pemerintah desa diharapakan bisa mengikuti UU desa untuk selanjutnya dapat diterapkan. Sehingga, dapat memotivasi bagi kita semua dalam pelaksanaan pembangunan desa, agar lebih baik dan bisa membangkitkan dalam sektor ekonomi,” ujar Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam.

Sementara Komisi 11 DPR RI, mengungkapkan bahwa komisi memiliki fungsi dalam pembuatan perundang-undangan. Di samping, juga melakukan kontrol.

“Kami di komisi 11, tentu mempunyai fungsi dalam pembuatan perundang-undangan. Kita ingin, dalam kegiatan workshop ini, nantinya juga mendapatkan saran langsung terkait kendala dan implementasi dana desa,” ungkap Andreas Eddy Susetyo.

Fokus lainnya, karena ini terkait dana desa, tentu bagaimana bisa disalurkan dengan baik dan benar. Sehingga, bisa membantu untuk pembangunan ekonomi di tengah pandemi.

“Kami akan langsung mengecek kegiatan administrasi dan penyalurannya. Apakah ada hambatan atau berjalan dengan baik,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kota Malang Siap Menuju Zona Kuning

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang.

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, optimis bahwa Kota Malang bisa masuk kategori zona kuning, dalam penanganan Covid 19. Hal tersebut, disampaikannya saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang, Selasa (20/10) tadi.

“Kita targetkan mulai minggu depan, Kota Malang bisa masuk zona kuning,” kata Sutiaji.

Ditambahkannya, ada beberapa alasan, terkait dengan optimistis tersebut Diantaranya, mengenai angka kesembuhan yang tinggi. Di samping, pengadaan kampung tangguh dan menggerakkan operasi yustisi secara kontinue yang dapat mengubah zona orange menjadi kuning.

“Karena ada kota-kota lain yang semula orange, sekarang menjadi merah kembali. Atau, juga sebaliknya. Nah, saya tidak ingin nantinya Kota Malang, memberi oleh-oleh Corona,” imbuhnya.

Ditambahkannya, bahwa tingkat kesembuhan di Kota Malang, sudah mencapai 80 persen. Untuk itu, ia berterimakasih dan mengapresiasi seluruh komponen masyarakat Kota Malang, yang terus memberikan pembelajaran dan menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Tentunya, ini semua tidak bisa lepas dari komponen masyarakat dan terimakasih juga kepada stakeholder yang terus memberikan literasi dalam disiplin protokol kesehatan,” ungkapnya.

Jika target yang diharapkan itu terwujud, kata Sutiaji, wisatawan yang datang ke Kota Malang, tentu akan meningkat. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler