Connect with us

Kabupaten Malang

MTsN Malang 4 Sumawe Kembali Tergenang, Camat Berharap Perhatian Pemerintah

Diterbitkan

||

Memontum Malang – Akibat hujan deras mengguyur wilayah Malang Selatan sejak Senin –Selasa (22/9/2020) membuat sebagian ruangan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Malang 4 di Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjjng Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang tergenang air.

Kepala  MTsN Malang 4 Drs.Ahmad Ali MM menjelaskan, hujan turun sejak Senin (21/9) pukul 18.30 WiB hingga Selasa(22/9/2020) sore dengan ketinggian hingga mencapai 1,5 meter. Ada sebagian ruangan yang tergenang seperti ruang kelas VIII G, kantin dan tempat parkir. “Sejak bulan Maret lalu, DPU  Bina Marga Kabupaten Malang sudah melakukan pengerukan, namun karena  bersamaan dengan pandemi covid-19, pembangunan tersebut akhirnya dihentikan,” terang Ahmad Ali Selasa (22/9/2020) siang.

Di tempat yang sama, Camat Sumawe Budi Suliono, SH memaparkan, guna  mengatasi banjir yang terjadi hampir setiap tahun ini, pihak MTSN sudah mengajukan proposal ke Kemenag Kabupaten Malang untuk pembangunan talut (penahan banjir). “Banjir tahun ini kayaknya lebih parah dari tahun sebelumnya. Selain penyebab utama karena sampah dari perkampungan sekitar juga karena urukan tanah yang belum sempat dibersihkan. Karena kondisi covid-19, pembangunan itu terpaksa dihentikan. Karenanya, kami berharap perhatian lebih lanjut dari pemerintah,” pinta Budi berharap.

Seperti diketahui, kejadian serupa di lembaga pendidikan Islam termegah di wilayah Malang Selatan ini pada Januari 2020 lalu dengan kerusakan pada  ruang kelas ini yaitu satu kaca jendela, pintu kantin, beberapa gelas dan piring sempat pecah, dengan total kerugian sekitar Rp 50 juta.

Adapun penyebab lain, karena luapan air bah dari warga yang masuk ke halaman sekolah. Pasalnya, keberadaan sekolah lebih rendah dibanding permukiman warga. Air tidak bisa keluar, lantaran saluran pembuangan air terbatas dan buntu. (sur/syn).

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Komisi III DPRD Tak Bisa Pastikan Tujuan Pembuatan Animasi

Diterbitkan

||

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

RPJMD Kabupaten Malang Soal Alun-alun

Memontum Malang – Rencana pembuatan animasi pengembangan Alun-alun (Kabupaten Malang) yang akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, dengan anggaran sekitar Rp 100 juta, siapa sangka juga tidak dipahami Komisi III DPRD Kabupaten Malang.

Dalam keterangan kepada Memontum.com, pihaknya justru belum tahu maksud dari rencana pembuatan animasi tersebut.

“Mengenai rencana itu (animasi), saya kurang paham. Apakah, pembuatan maket rencana pengembangan alun-alun, ataukah bagaimana. Nanti, akan saya cek kembali,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

Ketika disinggung mengenai rencana pembuatan alun-alun sebagaimana RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kabupaten Malang, anggota FPDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu, menerangkan jika terakhir sudah sampai pada rencana pembuatan jalan tembus.

Termasuk, rencana pembebasan lahan untuk perluasan atau keberadaan alun-alun tersebut. “Seingat saya, sudah pada tahap jalan tembus dan perluasan lahan. Jadi, untuk tahapannya sudah berjalan,” ujarnya singkat.

Sebagaimana diberitakan, terkait rencana pembuatan animasi pengembangan alun-alun, Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin, pun belum mengetahuinya secara rinci maksud dan tujuan dari pada pembuatan. Apakah pembuatan animasi menjadi sarana penunjang atau pendukung, dari pembangunan alun-alun, ataukah bukan.

Sedangkan Plt DPKPCK, sampai sejauh enggan merinci maksud dan tujuan pembuatan tersebut. Sementara pembangunan alun-alun sendiri, masuk dalam RPJMD Bupati sebelumnya. (sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kabupaten Malang

SDN 1 Sekarbanyu Sumawe Gunakan Luring

Diterbitkan

||

Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.
Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.

Guru Antar Jemput Naskah ke Siswa Selama PTS

Memontum Malang – Penilaian Tengah Semester (PTS) SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, akhirnya mulus digelar. Meski pun, menyisakan sedikit tantangan bagi sejumlah guru kelas, selama menggelar pelaksanaan tersebut.

Kondisi itu, tidak terlepas dari tersendatnya jaringan internet. Faktor geografis dan kondisi infrastruktur di daerah, menjadi salah satu faktor. Akibatnya, guru harus antar jemput naskah ke siswa.

Kepala SDN 1 Sekarbanyu, Supiyanto SPd, menjelaskan dengan batasan waktu yang telah ditentukan, seorang guru harus mengantar dan mengambil kembali naskah.

“Untuk satu kelas terdiri dari lima kelompok dengan jumlah keseluruhan 30 kelompok. Mereka terdiri dari 6 kelas, mulai dari kelas I hingga kelas V,” terang Supiyanto, Selasa (27/10) tadi.

Ditambahkan, untuk jumlah keseluruhan siswa di SDN perbatasan Kecamatan Dampit ini, sebanyak 175 murid. Sehingga, untuk menghemat waktu dan tenaga, jumlah itu dipetakan menjadi beberapa titik.

“Apa pun kondisinya, tetap kita jalani. Karena guru adalah profesi mulia didasarkan pada cita-cita dan impian untuk menciptakan perubahan lewat pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, Supiyanto juga menjelaskan, dirinya sangat mengapreasi para guru yang mau bekerja keras demi pendidikan para muridnya. Hal yang tak kalah penting, juga meningkatkan penerapan kesehatan di lingkungan SDN setempat.

“Selain cuci tangan dengan menggunakan sabun, di sini juga kami siapkan wastafel termasuk beberapa kali kami lakukan pembagian masker kepada semua murid,” ungkapnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler