Connect with us

Situbondo

Ritual Ojung, Tolak Bencana dan Selamatan Desa

Diterbitkan

||

Tampak bertarung dua peserta di acara Ritual Ojung yang digelar setiap tahun di Desa Bugeman Kecamatan Kendit. (im)

Memontum SitubondoRibuan Pengunjung membludak padati acara ritual Ojung yang menurut petuah atau para leluhur Desa Bugeman untuk memohon atau terhindar dari bencana di wilayahnya setiap tahun rutin digelar di Dusun Belengguen, Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Selasa (12/12/2017) siang.

Informasi yang berhasil dihimpun Memontum.com, pertarungan Ojung adalah duel dengan pecutan cambuk rotan. Para petarung naik ke atas ring dan beradu cambuk dengan lawannya. Siapa yang cambukannya banyak mengenai tubuh lawan, dialah sebagai pemenangnya.

Ritual yang dikenal dengan istilah ojung itu digelar di Dusun Belengguen Desa Bugeman Kecamatan Kendit. Selain sebagai ritual menghindari bencana, kegiatan itu juga untuk menghormati petuah para leluhur desa setempat,Sehingga diyakini dapat menjadi perantara datangnya kemakmuran bagi warganya.

“Ojung ini rangkaian dari kegiatan selamatan desa. Ojung rutin kami gelar setiap tahun, sesuai petuah atau para leluhur pembabat desa dahulu. Jika tidak dilaksanakan, warga di sini optimis bisa mendatangkan bencana. Jadi selamatan desa ini sekaligus untuk menghindari bencana,” kata Kepala Desa Bugeman, Udit Yuliasto saat diwawancarai Memontum.com.


Pantauan Memontum.com dalam kegiatan ini walaupun rintik-rintik hujan dan berlangsung hingga pukul 16.45 Wib ini tetap ramai disaksikan ribuan para pengunjung. Tidak hanya dari Kecamatan Kendit, pengunjung juga berdatangan dari berbagai daerah di Situbondo dan Bondowoso serta kota lainnya Bahkan, seorang penonton bernama Fika Wulandari (29) asal Surabaya juga tampak menikmati sajian ritual Ojung.

Mereka rela berdesak desakan di bawah panggung yang disulap mirip ring tinju oleh panitia selamatan desa bugeman kecamatan kendit. Para petarung ojung juga tidak dibatasi. Peserta bisa datang dari daerah mana saja. Mereka juga bebas mencari lawan tanding di bawah ring.

Begitu cocok, kedua petarung mendaftar ke panitia langsung naik ke panggung. Di atas ring, panitia menyiapkan sarung dan rotan sebagai kewajiban untuk digunakan setiap petarung. Setelah diberitahu aturan mainnya, para petarung pun langsung duel.

Dalam setiap pertarungan setiap peserta hanya dibatasi mencambukkan rotan di tangan masing-masing sebanyak tiga kali secara bergantian. Setiap pukulan yang mengenai tubuh akan ditandai dengan coretan spidol merah.


Siapa pukulannya terbanyak mengenai tubuh lawan maka tampil sebagai pemenangnya. walaupun hadiah bagi pemenangnya hanya mendapatkan berupa sarung dan baju serta rokok 1 bungkus bagi yang kalah, namun mereka tampak bangga bisa tampil di atas ring ojung.

“Saya sudah sejak muda tampil terus di petarungan ojung. walaupun hadiahnya tidak seberapa, tapi saya senang bisa ikut tampil. Bekas pukulan ini sakit mass… bisa tiga hari terasa perih. Tapi namanya sudah hobi ya tidak peduli,” ujar seorang petarung Ojung dari dusun belengguen yang dijuluki lanceng gegek yang tidak pernah terkalahkan setiap ritual Ojung digelar.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kendit Ir H Timbul Surjanto, yang hadir didampingi bersama muspika kecamatan kendit di lokasi ritual ojung mengatakan, ojung merupakan kesenian tradisional yang harus terus dilestarikan. Dinas Pariwisata Situbondo diminta aktif mempromosikan ojung agar bisa menjadi salah satu aset wisata di kabupaten Situbondo dan untuk mempersiapkan diri pada tahun 2019 Kabupaten Situbondo akan menjadi tahun kunjungan wisata yang sudah digagas oleh Bupati H Dadang Wigiarto SH.

“Pagelaran ojung ini ditampilkan dalam acara seni budaya di Jakarta beberapa tahun yang lalu, Makanya perlu terus dilestarikan. Khusus di Desa Bugeman, Ojung bagian dari selamatan desa. Kalau tidak digelar, masyarakat punya keyakinan akan datang bencana,” tutur Ir H Timbul. (im/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Dua Pemotor Terlibat Kecelakaan di Jalur Pantura Banyuputih Situbondo

Diterbitkan

||

KECELAKAAN: Kondisi 2 pengendara saat kecelakaan di TKP. (tik)

Memontum Situbondo – BRAAKK! Dua pemotor dari arah yang sama mengalami laka lantas di jalan raya Pantura Banyuputih tepatnya di Km 229.9 arah Surabaya, Keduanya dilarikan ke Puskesmas Banyuputih dengan luka luka disekujur tubuh. Selasa (24/9/2019) siang.

Wahet (30) warga Dusun Blangguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengemudikan Sepada motor Honda scoopy nopol. AE 3622 NB melaju dari arah Banyuwangi, tepatnya pada pukul 10.25 Wib di KM 229.9 mendadak sepeda motor pedagang penthol ( tanpa platnomer) yang dikemudikan oleh Kikik (35) asal Dusun dan Desa yang sama, menyebrang jalan, karena jarak terlalu dekat, keduanya hingga terjadi benturan tidak bisa dihindari.

Sehingga membuat keduanya terkapar ditengah jalan, dibantu warga sekitar kedua korban akibat kecelakaan dilarikan ke Puskesmas Banyuputih, sementara dua unit kendaraan diamankan di Mapolsek Banyuputih.

Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto SH saat ditemui Wartawan Memontum.com dikantornya membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk sementara ini tidak ada korban jiwa, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapatkan perawatan dan dua kendaraan langsung kami amankan di Polsek Banyuputih, ” kata Kapolsek AKP Didik Rudianto. (tik/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Kunjungi Polsek Jajaran, Kasi Propam Tekankan Netralitas dalam Pilkades Serentak

Diterbitkan

||

Kasi Propam Polres Situbondo, IPDA Harsono SH saat kunjungi Polsek Kapongan Situbondo dan tampak memberikan arahan kepada Kapolsek serta pada semua anggotanya. (im)

Memontum Situbondo – Propam Polres Situbondo melaksanakan safari keliling pada Polsek Jajaran dalam rangka sosialisasi dan pemasangan banner penekanan Kapolres Situbondo terkait netralitas Polri dalam Pilkades serentak tahun 2019 di Kabupaten Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasi Propam Ipda Harsono SH yang menindaklanjuti dan meneruskan penekanan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH terkait netralitas anggota Polri dalam pelaksanaan Pilkades dimana netralitas Polri dalam pilkada diatur dalam pasal 28 UU No.2/2002 tentang Polri.

“Tugas Polri adalah pengamanan, ada sangsi tegas bagi yang melanggar atau tidak netral mulai dari teguran, demosi hingga dipecat, ” terang Ipda Harsono, kepada Memontum.com.

Selain itu, Kasi Propam juga menyampaikan pesan Kapolres Situbondo kepada para Bhabinkamtibmas, bahwa di masing-masing desa agar meningkatkan komunikasi, koordinasi lintas sektoral.

“Untuk mencegah sekecil apapun permasalahan, agar dapat diselesaikan secara bersama-sama sebelum timbul konflik yang besar, ” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner netralitas anggota Polri dalam Pilkades tersebut dilaksanakan di 17 Polsek Jajaran Polres Situbondo. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler