Connect with us

Hukum & Kriminal

Polres Kediri Tangkap Dua Pelaku Spesialis Kabel

Diterbitkan

||

Tim Buser Polres Kediri rilis tersangka aksi pencurian kabel.
Tim Buser Polres Kediri rilis tersangka aksi pencurian kabel.

Memontum Kediri – Buser Polres Kediri berhasil menangkap dua pelaku spesialis kabel yang beroperasi di wilayah Kediri. Kedua tersangka itu, masing-masing Eko Sunaryo (30) dan Septian Budi Prabowo (34), keduanya warga Desa/Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono S.I.K, melalui Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar, mengatakan bahwa penangkapan keduanya dari hasil pengembangan aksi pencurian pada Sabtu (27/9) dini hari. Ada pun aksi pencurian yang dilakukan keduanya, berlangsung di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih.

“Dari laporan awal yang disampaikan pihak PLN, anggota kemudian melakukan pengembangan di sekitar TKP. Hasilnya, ditemukan barang bukti kabel pudeng line B yang sudah terputus,” kata Kasatreskrim, Rabu (7/10) siang.

Selain barang bukti itu, tambahnya, juga menemukan bukti lain yang mengarah kepada kedua pelaku. Karenanya, dilakukan pengembang penyelidikan. “Saat akan diamankan, kedua tersangka berusaha kabur dan melakukan perlawanan. Akhirnya, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua tersangka,” jelas AKP Gilang.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui telah melakukan kejahatan tersebut. Bahkan, juga melakukan aksi lain di wilayah Kabupaten maupun Kota Kediri.

Beberapa aksi pencurian pelaku, seperti di wilayah Kabupaten Kediri terjadi di Gardu PLN Tegalan, Gardu PLN Selosari, Gardu PLN Ngletih Kecamatan Kandat, Gardu PLN Pojok Ngletih Kecamatan Wates, dan Gardu PLN Selomanen Kecamatan Ngadiluwih, serta Gardu PLN SD Jambean Kecamatan Kras. Khusus Gardu PLN, aksinya tidak kesampaian.

Sedangkan untuk wilayah Kota Kediri, dilakukan di Gardu PLN Grogol Singonegaran, Gardu PLN Doko Harmony masih percobaan pencurian, Gardu PLN Manisrenggo, Gardu PLN Perum Griya Ngronggo, Kabel CVT Perum Dhoho Harmony, dan Gardu PLN Mojo. “Pengakuan kedua tersangka melakukan pencurian dan pemberatan di wilayah Kabupaten serta Kota Kediri,” ungkap AKP Gilang.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti 2 buah gergaji besi, 1 buah palu martil, 1 buah tang, 1 buah kunci inggris besar, 1 buah kunci inggris kecil, 1 buah kunci pas ukuran 11. Selain itu, petugas juga menyita 1 buah cutter warna merah, 2 buah penutup kabel sambungan, 6 buah pengunci kabel atau clam, 1 ikat Kulit kabel warna warni, 1 ikat kulit kabel warna hitam, 2 unit sepeda motor yang digunakan oleh pelaku. (kdr1/sit)

 

 

Hukum & Kriminal

Nabrak Pohon, Ibu 4 Anak Tewas

Diterbitkan

||

Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)
Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Dwi Hariani (39) warga Jl Mayjend Sungkono Gang VI, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (4/12/2020) pukul 12.45 WIB, tewas seketika setelah motor Yamaha Jupiter Nopol N 5668 BX yang dikendarainya menabrak pohon di Jl Citra Garden City didepan perumahan CGC Kota Malang.

Ibu 4 anak ini tewas seketika dengan luka parah pada bagian kepala. Semula belum diketahui identitasnya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polreata Malang Kota hingga jenazah Dwi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kecelakaan Dwi mengendarai motornya melaju dari arah timur ke barat. Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Namun sesampainya di lokasi, kondisi jalanan menurun.

Dia kaget karena di depannya melaju pesepeda pancal searah di depannya. Dwi pun mencoba menghindari pesepeda angin tersebut. Namun malah kehilangan kendali hingga haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon yang berada di pinggir jalan.

Benturan keras pun terjadi hingga banyak warga yang berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun saat itu kondisi Dwi sudah meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polresta Malang Kota.

Saat petugas datang, kondisi Dwi masih berstatus Mrs X dikarenakan tidak ada identitas yang melekat. Setelah petugas Laka melakukan penelusuran akhirnya diketahui identitas korban. Sementara suami korban Anang (40) saat ditemui wartawan di kamar jenasah mengatakan kalau istrinya berangkat ke rumah saudaranya di Tlogosari Kecamatan Tlogowaru

“Tadi rencanaya mau Tlogosari. Saya kaget tiba -tiba saja dapat kabar dari kepolisian kalau istri saya mengalami kecelakaan. Saya tidak menyangka, istri saya meninggalkan 4 anak yang masih kecil kecil,” ujar Anang.

Kasubnit 1 Unit Laka Lantas Ipda Deddy Cattur mengatakan bahwa korban kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan menurun.

“Di depannya ada sepeda angin hingga korban lehilangan kendali haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon di pinggir jalan,” ujar Ipda Deddy. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Posting Pembegalan yang Dialami Ayahnya, Malah Jadi Korban Penipuan

Diterbitkan

||

TKP pembegalan yang berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Memontum Kota Malang – Masih ingat dengan kasus pembegalan yang dialami oleh seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Selasa (24/11/2020) pukul 04.00 WIB, di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ternyata Christofer Hurek Making (32), anak CHM, juga telah menjadi korban penipuan. Hal itu terjadi saat usai Christofer memposting kejadian yang dialami oleh ayahnya tersebut ke media sosial. Bukannya menemukan motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik ayahnya yang hilang, Christofer malah tertipu Rp 800 ribu.

Informasi Memontum.com. bahwa usai memposting peristiwa yang dialami ayahnya di media sosial Facebook, Christofer dihubungi oleh seseorang yang mengaku mengetahui motor tersebut.

“Saya posting kejadian pembegalan yang dialami ayah saya di media sosial. Siapa tahu ada yang mengetahui keberadaan motor milik ayah saya. Dalam postingan itu saya mencantumkan nomer telp,” ujar Christofer.

Tak lama setelah itu Christofer ditelepon oleh seseorang yang memberitahukan bahwa motor Honda Beat tersebut berada di rumahnya.

“Orang yang telepon mengatakan kalau saya tidak boleh ramai-ramai kalau motor ayah saya berada di rumahnya. Selanjutnya si penipu mengaku kalau motor tersebut digadaikan kepadanya sebesar Rp 1,7 juta. Selanjutnya pelaku meminta kami datang ke Indomaret Bululawang dengan alasan untuk bertemu,” ujar Christofer, Rabu (3/12/2020) siang.

Christofer awalnya percaya hingga datang ke Indomaret Bululawang bersama ayah dan adiknya. “Pelaku menelepon menggunakan WhatsApp dan memakai foto profil seorang wanita. Bicaranya meyakinkan hingga kami merasa percaya dan datang ke Indomaret Bululawang. Bahwa pelaku yang mengaku menerima gadai meminta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Christofer.

Namun ternyata si pelaku tidak datang hingga Christofer menghubunginya. Diluar dugaan pelaku tidak mau bertemu sebelum Christofer menebus motor tersebut sebesar Rp 1,7 juta.

“Saat hendak kami tranfer, pelaku mengaku tidak memiliki rekening. Awalnya minta diganti pulsa hingga kami belikan Rp 100 ribu. Selanjutnya berdalih nilai gadai motor cukup besar yakni Rp. 1,7 juta, pelaku meminta supaya kembali dikirim pulsa Rp 700 ribu. Namun setelah kami kirim pulsa, nomer ponsel pelaku tidak bisa lagi dihubungi,” ujar Christofer.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat memposting di media sosial. Jangan sampai peristiwa yang dialaminya ini terjadi kepada orang lain. “Ini menjadi pelajaran supaya selalu berhati-hati saat posting di medsos,” ujar Christofer.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (24/11/2020) pukul 04.00, menjadi korban begal saat berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pelaku berjumlah dua orang melakukan aksinya dengan memukul kepala korban dengan kayu balok. Pelaku juga membawa kabur motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik korban. Hingga Rabu (25/11/2020) siang, kejadian ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler