Connect with us

Kota Malang

FMP3D Suguhkan Kopi dan Jajanan Gratis di Aksi Penolakan Omnibus Law

Diterbitkan

||

FMP3D Suguhkan Kopi dan Jajanan Gratis di Aksi Penolakan Omnibus Law

Di aksi penolakan Omnibus Law

Memontum Kota Malang – Bentuk kepedulian penolakan Omnibus Law, juga diperlihatkan Forum Masyarakat Peduli Pelayanan Publik Dasar (FMP3D) atau binaan dari Malang Corruption Watch (MCW), Kamis (8/10) pagi. Adalah membagikan kopi dan roti gratis kepada peserta pengunjuk rasa yang berlangsung di halaman depan Kantor DPRD Kota Malang, yang dilakukan oleh FMP3D.

Masa buruh dan mahasiswa yang ikut unjuk rasa, mendapatkan jatah kopi dan kue dengan cara langsung mengambil satu persatu. Sementara aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja sendiri, dimulai sejak pukul 10.00 WIB.

Koordinator pembagian kopi dan jajanan gratis, A Chodijah Hamim (40), mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya, sebagai bentuk keperdulian kepada mahasiswa dan buruh yang turun melakukan aksi unjuk rasa.

“Kita ya kesadaran diri saja untuk membantu. Ada juga donatur-donatur yang tidak bisa turun aksi dan membantu memberikan suntikan dana untuk minuman dan jajanan ini,” ujar Chodijah.

Ditambahkannya, aksi kepedulian yang dilakukan, juga diberikan kepada petugas kepolisian yang melintas didepan tempatnya memberikan kopi dan jajan gratis. Dengan pertimbangan, petugas kepolisian juga membantu dalam menjaga dan mengamankan aksi unjuk rasa.

“Kita ini masyarakat binaan dari MCW. Kita tadi standby sejak pukul 09.00 WIB. Bisa dilihat juga ada kue, aqua dan kopi,” tambahnya ringan.

Selama aksi berlangsung, total konsumsi yang dibagikan ada 3 kardus air mineral, 100 cup kopi gratis dan 100 kue.

“Semua harus di support demi keadilan. Saya kan sebagai ibu, jadi cuma ini yang bisa saya lakukan. Semoga aspirasi bisa tersalurkan dengan baik dan benar,” tutupnya. (riz/sit)

Kota Malang

Unikama Gelar Wisuda Online

Diterbitkan

||

Dr Ninik Indawati MPd, Dr Sudi Dul Aji M.Si dan Retno Wulandari SE MSA. (gie)
Dr Ninik Indawati MPd, Dr Sudi Dul Aji M.Si dan Retno Wulandari SE MSA. (gie)

Cegah Penyebaran Covid-19

Memontum, Kota Malang – Karena tidak ingin ada kluster baru penyebaran Covid-19, pihak Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bakal mengelar wisuda online atau dengan sistem daring, pada Sabtu (31/10/2020) pukul 08.30. Ini adalah proses wisuda pertama sejak masa pandemi dan dikuti oleh 1397 wisudawan.

Ketua Pelaksana Wisuda, Dr Ninik Indawati MPd, mengatakan bahwa wisuda kali ini akan dilaksanakan secara online dengan aplikasi Zoom. “Wisuda online ini akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2020. Sebanyak 17 program studi S1 dan 3 program studi pasca sarjana. Sehingga semuanya ada 20 program studi di Universitas Kanjuruhan Malang yang akan mengikuti wisuda secara online,” ujar Ninik.

Wisuda online ini akan dimukai pukul 08.30 hingga pukul 11.50 yang akan dibagi menjadi dua link Zoom. “Prosesnya ada tetap ada pembacaan hasil terbaik dari mahasiswa terbaik yang akan disampaikan oleh Pak Warek I, ada ucapan sambutan dan ucapan selamat oleh Pak Rektor Universitas Kanjuruhan Malang hingga pengukuhan secara simbolis. Semoga bisa berjalan lancar,” ujar Ninik, Jumat (30/10/2020) siang.

Sementara itu Dr Sudi Dul Aji M.Si Wakil Rektor I Unikama mengatakan bahwa setiap calon wisudawan sebelum prosesi wisuda dimulai harus sudah menyerahkan foto bertoga. “Untuk toga bisa diambil di kampus atau kita kirimkan. Sebelum pengukuhan mereka harus uploud foto bertoga. Saat wisuda memang ada dua link Zoom. Kapasitas keduanya bisa melihat prosesi yang sama,” ujar Dr Sudi.

Diceritakan oleh Dr Sudi, bahwa ini adalah wisuda pertama di masa pandemi. “Awalnya akan dilakukan April 2020. Namun karena ada pandemi, kita belum siap benar sambil mengantisipasi. Kita berharap masa pandemi bisa segera berakhir dan melakukan wisuda manual. Ternyata saat ini pandemi belum berakhir hingga kita putusakan gelar wisuda secara daring,” ujar Dr Sudi.

Jika dilakukan manual ada prosesi dimana wisudawan akan berjalan lalu diucapkan selamat oleh dekan kemudian menerima ijazah lalu ke rektor diberikan selamat kemudian turun kembali. Namun saat wisuda online ada perbedaan karena peserta wisudah hanya bisa mengikuti melalui link Zoom.

“Saat wisuda online, wisudawan dipanggil namanya, maka fotonya bertoga akan muncul bersamaan dengan foto rektor dan foto dekan nya. Proses wisuda ruangannya terpusat di Sarwakirti. Kita semua disana seperti proses wisuda biasanya hanya pesertanya yang di rumah masing-masing. Setelah proses wisuda, ijazah bisa diambil. Namun jika ingin dikirim, akan kita kirim. Wisuda daring ini tidak akan mengurangi bahagianya wisudawan. Merka pasti tetap bahagia dan bisa memahami karena saat ini memang masih dalam masa pendemi,” ijar Dr Sudi. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Koperasi MNT Gelar Penanaman Seribu Pohon Cavendish

Diterbitkan

||

Penanaman pohon pisang jenis cavendish yang digelar Koperasi MNT di Jalan Pelabuhan Tanjung Perak Rt 07 Rw 01, Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Penanaman pohon pisang jenis cavendish yang digelar Koperasi MNT di Jalan Pelabuhan Tanjung Perak Rt 07 Rw 01, Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Memontum Kota Malang – Bertempat di Jalan Pelabuhan Tanjung Perak Rt 07 Rw 01, Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Koperasi Multidaya Nusantara Tiga (MNT), menggelar kegiatan penanaman pohon Pisang Cavendish, Selasa (27/10) tadi.

Kegiatan yang bertujuan untuk membantu peningkatan ketahanan pangan itu, juga bertujuan untuk mengajak masyarakat menggunakan lahan untuk ditanami pohon.

“Tujuan dari kegiatan ini, itu untuk mengajak dan mendorong masyarakat agar lebih banyak yang peduli dengan lahan kosong di sekitar. Sehingga, tanah tidak ditinggalkan sampai tandus atau jangan sampai dijadikan lahan pabrik,” ujar Ketua Lembaga Koperasi Multidaya Nusantara Tiga (MNT) Malang Raya, Sujadi.

Ditambahkan Sujadi, terkait pemilihan pohon pisang Cavendish sebagai bibit yang ditanam, itu dikarenakan nilai jual di pasar yang tinggi dan banyak yang menyukai pisang itu. Sementara dalam perawatannya, juga sangat mudah.

“Buah dari tanaman ini, kandungan vitaminnya banyak. Disamping itu, juga lebih tahan lama buahnya dan juga mudah menanamnya,” terangnya.

Masih menurut dirinya, untuk sistem tanam, yang digunakan adalah dengan menggunakan metode biosfer dan infus water. Di mana, tanaman fungsi dari biosfer tersebut adalah untuk menyimpan air dan air digunakan untuk memenuhi kebutuhan air dari pohon pisang.

“Cara tersebut bisa dibilang cukup mudah. Apalagi, buat orang-orang yang malas untuk ngecek tanaman pisangnya. Kalau memasuki musim hujan, pupuk tersebut merubah zat unsur hara dan merubah zat asam hujan jadi oksigennya tumbuhan,” paparnya dengan detail.

Saat ini, tambahnya, masih ada sekitar 500 pohon yang siap ditanam. “Hasil dari penanaman ini, nanti hasil panennya kita beli. Kalau ada yang menanam 1000, akan kami ambil dan beli hasil panennya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang turut hadir dan menanam pohon pisang, sangat menyambut baik langkah tersebut. Apalagi, gebrakan yang dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi lebih produktif.

“Alhamdulilah, sekarang sudah dicanangkan. Semoga delapan bulan lagi bisa segera panen,” ujar Wakil Wali Kota Malang. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler