Connect with us

Banyuwangi

Pasar Hewan Sepi Pedagang Merugi

Diterbitkan

||

Puluhan ekor sapi di pasar hewan Glenmore, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi yang tidak laku dijual karena sepi pembeli
Puluhan ekor sapi di pasar hewan Glenmore, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi yang tidak laku dijual karena sepi pembeli. (git)

Memontum Banyuwangi – Dampak Covid-19 juga dialami sejumlah pedagang di Pasar Hewan Glenmore, Kecamatan Glenmore atau pasar hewan terbesar diwilayah di Karesidenan Besuki. Sejak merebaknya Virus Corona, tingkat penjualan mengalami penurunan yang sangat drastis.

“Sejak ada Covid-19, dagangan saya banyak yang tidak laku. Biasanya, saya pertahun mampu menjual 20 ekor sapi. Tapi, pada tahun ini cuma laku 2 ekor saja,” kata blantik Sapi, H Sarito, kepada memontum.com, Jum’at (9/10).

Padahal, tambahnya, sapi yang dipasarkan tidak hanya dijual di Pasar Hewan Glenmore. Namun, juga dijual secara keliling di pasar hewan Banyuwangi.

“Saya berdagang sapi, itu tidak hanya di Pasar Glenmore. Namun, saya memasarkannya dengan keliling pula. Hanya saja, tetap sepi,” imbuhnya.

Hal tidak jauh berbeda, juga disampaikan pengepul Sapi asal Kendenglembu, Glenmore yakni Ipa (60). Akibat tidak adanya pembeli yang datang ke pasar hewan, membuat tingkat penjualan sapi ikut menurun.

“Sebelum virus Corona, pertahunnya saya mampu menjual 25 ekor sapi. Tapi untuk tahun ini, turun drastis alias anjlok,” paparnya.

Koordinator Pasar Glenmore, Slamet Budiyono, ketika dikonfirmasi memontum.com membenarkan jika pengunjung pasar hewan ada penurunan. Salah satu sebab, sejak munculnya Covid-19.

“Sudah enam minggu ini, pasar hewan sepi pengunjung. Akibatnya, penjual pun terkena dampaknya,” ujar Slamet Budiyono. (git/sit)