Connect with us

Pendidikan

Jumlah Guru PNS dan Non-PNS Timpang

Diterbitkan

||

Sekretaris Dispendikbud Kota Malang, Totok Kisyanto.
Sekretaris Dispendikbud Kota Malang, Totok Kisyanto.

Memontum Kota Malang – Jumlah Guru PNS dan non PNS di Kota Malang, mengalami ketimpangan. Hal itu, diketahui dari data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Malang, pada akhir pekan kemarin (09/10).

Berdasarkan update data terakhir pada akhir September, tercatat 5.562 guru berstatus non PNS. Sedangkan 2.702 guru, berstatus PNS. Dari total 5.562 guru non PNS, terdiri masing-masing 1.696 guru PNS di tingkat Taman Kanak-kanak (TK), 2.436 guru PNS di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 1.430 di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sementara dari 2.702 guru PNS, ada 95 guru di tingkat TK, 1.713 guru di tingkat SD dan 894 guru di tingkat SMP. Di sisi yang lain, ada 92 guru PNS yang tidak memiliki gelar Sarjana (S1). Di mana, ada 62 diantaranya mengajar di tingkat SD.

Kondisi itulah, yang kemudian sempat menjadi perhatian Wakil Presiden, Maaruf Amin, dalam acara Focused Group Discussion (FGD) penguatan peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Di mana, pada acara itu salah satunya membahas mengenai jumlah guru PNS dan banyaknya guru yang tidak memiliki gelar sarjana (S1) di Indonesia.

Sekretaris Dispendikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Malang, Totok Kisyanto, saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya tidak bisa menentukan jumlah pengajar yang berpredikat PNS. Dengan alasan, karena hal tersebut merupakan wewenang dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Selain itu, Totok juga menjelaskan, terkait kualifikasi pendidikan bagi guru, telah ditetapkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005, yang berisi bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademis melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat.

“Saat ini, kami sedang melakukan analisis kompetensi guru. Harapannya, November sudah selesai,” jelasnya.
Menyangkut analisis kompetiensi, dirinya menambahkan, diantaranya adalah mengenai pendidikannya. Linier atau tidaknya, hingga kompetensi kemampuan.

“Kami kembali kepada ketentuan. Kalau tidak memenuhi kompetensi, maka akan ada solusinya. Misalnya, di pendidikannya. Jadi, meski sudah mengantongi PNS, berarti harus melakukan pelatihan-pelatihan,” pungkasnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

Unikama Gelar Wisuda Online

Diterbitkan

||

Dr Ninik Indawati MPd, Dr Sudi Dul Aji M.Si dan Retno Wulandari SE MSA. (gie)
Dr Ninik Indawati MPd, Dr Sudi Dul Aji M.Si dan Retno Wulandari SE MSA. (gie)

Cegah Penyebaran Covid-19

Memontum, Kota Malang – Karena tidak ingin ada kluster baru penyebaran Covid-19, pihak Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bakal mengelar wisuda online atau dengan sistem daring, pada Sabtu (31/10/2020) pukul 08.30. Ini adalah proses wisuda pertama sejak masa pandemi dan dikuti oleh 1397 wisudawan.

Ketua Pelaksana Wisuda, Dr Ninik Indawati MPd, mengatakan bahwa wisuda kali ini akan dilaksanakan secara online dengan aplikasi Zoom. “Wisuda online ini akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2020. Sebanyak 17 program studi S1 dan 3 program studi pasca sarjana. Sehingga semuanya ada 20 program studi di Universitas Kanjuruhan Malang yang akan mengikuti wisuda secara online,” ujar Ninik.

Wisuda online ini akan dimukai pukul 08.30 hingga pukul 11.50 yang akan dibagi menjadi dua link Zoom. “Prosesnya ada tetap ada pembacaan hasil terbaik dari mahasiswa terbaik yang akan disampaikan oleh Pak Warek I, ada ucapan sambutan dan ucapan selamat oleh Pak Rektor Universitas Kanjuruhan Malang hingga pengukuhan secara simbolis. Semoga bisa berjalan lancar,” ujar Ninik, Jumat (30/10/2020) siang.

Sementara itu Dr Sudi Dul Aji M.Si Wakil Rektor I Unikama mengatakan bahwa setiap calon wisudawan sebelum prosesi wisuda dimulai harus sudah menyerahkan foto bertoga. “Untuk toga bisa diambil di kampus atau kita kirimkan. Sebelum pengukuhan mereka harus uploud foto bertoga. Saat wisuda memang ada dua link Zoom. Kapasitas keduanya bisa melihat prosesi yang sama,” ujar Dr Sudi.

Diceritakan oleh Dr Sudi, bahwa ini adalah wisuda pertama di masa pandemi. “Awalnya akan dilakukan April 2020. Namun karena ada pandemi, kita belum siap benar sambil mengantisipasi. Kita berharap masa pandemi bisa segera berakhir dan melakukan wisuda manual. Ternyata saat ini pandemi belum berakhir hingga kita putusakan gelar wisuda secara daring,” ujar Dr Sudi.

Jika dilakukan manual ada prosesi dimana wisudawan akan berjalan lalu diucapkan selamat oleh dekan kemudian menerima ijazah lalu ke rektor diberikan selamat kemudian turun kembali. Namun saat wisuda online ada perbedaan karena peserta wisudah hanya bisa mengikuti melalui link Zoom.

“Saat wisuda online, wisudawan dipanggil namanya, maka fotonya bertoga akan muncul bersamaan dengan foto rektor dan foto dekan nya. Proses wisuda ruangannya terpusat di Sarwakirti. Kita semua disana seperti proses wisuda biasanya hanya pesertanya yang di rumah masing-masing. Setelah proses wisuda, ijazah bisa diambil. Namun jika ingin dikirim, akan kita kirim. Wisuda daring ini tidak akan mengurangi bahagianya wisudawan. Merka pasti tetap bahagia dan bisa memahami karena saat ini memang masih dalam masa pendemi,” ijar Dr Sudi. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

Tingkatkan Kompetensi Guru SMK, BBPPMPV BOE Gelar Workshop untuk Widyaiswara

Diterbitkan

||

Workshop Penyusunan dan Digitalisasi Perangkat Diklat Daring Upskilling Dan Reskilling yang digelar BBPPMPV BOE Malang di Hotel Atria. (ist)
Workshop Penyusunan dan Digitalisasi Perangkat Diklat Daring Upskilling Dan Reskilling yang digelar BBPPMPV BOE Malang di Hotel Atria. (ist)

Memontum Kota Malang – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronik (BBPPMPV BOE) Malang, mengelar Workshop untuk widyaiswara. Hal ini tentunya untuk meningkatkan kompetensi guru SMK. Terkait Penyusunan dan Digitalisasi Perangkat Diklat Daring Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berbasis Industri.

Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari mulai 28-30 Oktober 2020 di Hotel Atria, Kota Malang. Plt Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr Ir Abd Rochim, MM mengatakan bahwa Workshop itu tentang Penyusunan dan Digitalisasi Perangkat Diklat Daring Upskilling dan Reskilling.

Pesertanya adalah widyaiswara. Nantinya diharapkan bisa mengajarkan pada para guru SMK. Materinya kata dia terkait Penyusunan dan Digitalisasi Perangkat Diklat Daring Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berbasis Industri,” ujar Rochim.

Pemberi materi dalam workshop tersebut merupakan pakar di bidangnya. Di antaranya disebutkan seperti Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, Anwar Sidarta, M.Si dan Pengembang Teknologi Pembelajaran Suprianto SPd MPd.

Acara workshop penyusunan perangkat diklat dan digitalisasi itu akan dipergunakan untuk proses pembelajaran secara online kepada guru vokasi. Lebih spesifik yaitu pada guru bangunan, elektronika, otomotif, mesin, dan teknologi informasi. “Model yang dikembangkan ini adalah satu satunya yang menggunakan LMS (Learning Manajemen Sistem). Itu mempunyai keunggulan dibanding dengan sistem yang lain,” ujarnya.

Menurutnya akan mempermudah guru dalam menerima materi meskipun melalui online. Apalagi terang dia, Upskiling dan Reskilling itu merupakan program kerjasama dengan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Industri. Hal ini di bawah naungan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Dijelaskan bahwa desain diklat secara keseluruhan meliputi diklat daring. Lalu pendalaman dengan tatap muka, on the job training di industri dan diakhiri dengan uji sertifikasi di industri. “Itu tujuannya agar guru kompeten sesuai tuntutan dunia industri. Sehingga harus menerapkan budaya kerja industri,” ujarnya lagi.

Hasil workshop itu diharapkan bisa membuat para guru nanti kompeten. Sehingga mampu mengajar dan mencetak siswa yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Di sisi lain, secara terpisah nanti grup manajemen membahas terkait dengan strategi penjadwalan, keuangan dan kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam proses diklat. Karena itu, dia berharap workshop tersebut menghasilkan seperti yang diharapkan.

Sementara itu, Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Anwar Sidarta MSi mengatakan jika workshop ini sangat penting. Menurutnya peserta workshop merupakan instruktur untuk diklat selanjutnya yang pesertanya adalah para guru SMK.

“Materi yang harus mereka serap terkait dengan Penyusunan dan Digitalisasi Perangkat Diklat Daring Upskilling dan Reskilling. Setelah itu mereka harus menjalani pemasangan beberapa hari di dunia industri. Lalu menjalani uji kompetensi untuk sertifikasi,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Pengembang Teknologi Pembelajaran Suprianto SPd MPd Diklat Daring Upskilling dan Reskiling Guru SMK berstandar Industri yang diselenggarakan BBPPMPV BOE Malang akan memasuki tahap 4 pada 2 Nov 2020.

“Untuk mempersiapkan seluruh perangkat diklat agar siap di Learning Manajemen System (LMS) mereka diminta untuk mendalami materi yang ada di website. Hal itu sebagai ruang belajar virtual seluruh peserta diklat,” ujarnya

Workshop ini merupakan rangkaian dari beberapa workshop sebelumnya. Meliputi tahapan bedah modul yang sudah dimiliki BBPPMPV BOE. Lalu reorganisasi materi. Sedangka tahapan berikutnya adalah Penyusunan GBIM, JM dan Naskah hypermedia.

“Setelah selesai dilanjutkan upload ke LMS. Kemudian dilakukan tahap Uji Keterbacaan/Review. Tiga tahap terakhir ini diselenggarakan di Hotel Atria Malang selama 3 hari, dengan partisipasi dari unsur Widyaiswara penjab modul, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) dan Fungsional Umum,” jelas dia.

Hasil dari kegiatan ini tersedianya naskah hypermedia, hasil review dan perangkat diklat daring di LMS yang akan digunakan pada Diklat Daring Upskilling dan Reskiling Guru SMK. Untuk tahap 4 akan dimulai 2 November 2020. (gie)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler