Connect with us

Politik

Mas Dhito Cek Potensi Berbagai Sektor

Diterbitkan

||

Calon Bupati Kediri, Hanandhito Himawan Pramana temui sejumlah pelaku UMKM ikan hias di Kecamatan Badas.
Calon Bupati Kediri, Hanandhito Himawan Pramana temui sejumlah pelaku UMKM ikan hias di Kecamatan Badas.

Juga Lakukan Komunikasi dengan Warga

Memontum Kediri – Calon Tunggal Bupati Kediri, Hanandhito Himawan Pramana, untuk kesekian kalinya kembali melakukan blusukan dan sapa salam kepada masyarakat Kabupaten Kediri. Adalah menyapa dan silaturahmi dengan warga di seputaran Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, yang dilakukan pada Kamis (15/10) tadi.

Dalam blusukan itu, sektor perikanan dan UMKM yang menjadi sasaran utama Mas Dhito-sapaan akrab Calon Bupati muda tersebut. Potensi perikanan di Kabupaten Kediri, terbilang sangat besar dan tinggi. Baik itu ikan hias, atau pun ikan konsumsi.

“Budidaya ikan air tawar di Kabupaten Kediri, adalah terbesar secara nasional. Untuk prosentase angkanya, sekitar 70 persen atau sekitar dua hingga tiga juta bibit perhari,” katanya.

Mas Dhito menambahkan, yang menjadi permasalahan di sini, untuk bibit ikan utamanya di ikan hias Koi. Karena, terbilang masih kalah dengan Kabupaten Blitar. “Jadi, perlunya pembudidaya ikan hias guna menunjang potensi lebih baik,” tambahnya.

Di tempat terpisah, atau saat bertemu dengan para pelaku usaha UMKM ataupun tokoh masyarakat serta relawan, Mas Dhito tak henti-hentinya menyampaikan visi dan misi serta program pembangun Kabupaten Kediri.

“Hal yang paling mendasar untuk perubahan Kabupaten Kediri,.adalah pola komunikasinya. Maksudnya adalah, jangan sampai ada jarak antara masyarakat dengan para pejabat. Termasuk, bagi bupati sendiri, harus dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Terkait dengan program kerja, dirinya menjelaskan, tentang rencana reformasi birokrasi. Maksudnya, cara pendisiplinan kinerja sesuai dengan tupoksinya.

“Saya tidak mau nantinya pegawai yang ada ditubuh birokrasi, menyalahgunakan jabatan atau wewenangnya. Apabila ketahuan, saya minta untuk yang bersangkutan mengundurkan diri atau harus berhenti dengan tidak hormat,” terang Mas Dhito.

Pada kunjungan terakhir, Mas Dhito menyambangi salah satu wisata sumber air urung-urung di Desa Lamong Kecamatan Badas. Di lokasi itu, calon tunggal Bupati Kediri selain melihat potensi wisatanya, juga lebih bercengkrama santai dengan warga sekitar. (kdr1/sit)

 

 

Politik

BHS – Taufiq Siap Mempercepat Seluruh Jenis Perizinan UMKM dan IKM

Diterbitkan

||

DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono berdialog dengan produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang selama ini mengurus perizinan tak kunjung selesai, Kamis (22/10/2020) - BHS - Taufiq Siap Mempercepat Seluruh Jenis Perizinan UMKM dan IKM
DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono berdialog dengan produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang selama ini mengurus perizinan tak kunjung selesai, Kamis (22/10/2020).

Memontum Sidoarjo – Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS – Taufiq) terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) cukup serius. Bahkan Paslon yang diusung 5 partai dengan jumlah 18 kursi di DPRD Sidoarjo ini, dalam 100 hari kerjanya bakal siap menyelesaikan sejumlah kendala perizinan yang selama ini dikeluhkan pemilik UMKM dan IKM di Sidoarjo.

“Saya mengapresiasi usaha produksi (pentol) ini. Karena bisa membuka lapangan pekerjaan cukup banyak. Ada sekitar 30 karyawan yang bekerja. Bagi saya ini perusahaan yang profesional. Ini sudah patut mendapatkan berbagai bentuk dan jenis perizinan,” ujar Cabup Sidoarjo, BHS saat mengunjungi produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (22/10/2020).

Namun sayangnya, kata BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini, pabrik pentol Mbak Ira itu perizinannya yang sudah diajukan agak mengalami kesulitan. Bahkan usaha yang berjalan sekitar 15 tahun terakhir ini, belum ada perizinan yang bisa diselesaikan meski sudah diajukan ke Pemkab Sidoarjo dan sejumlah lembaga lainnya. “Ini pasti akan menjadi perhatian saya bila saya jadi bupati. Saya akan mempercepat semua proses perizinan untuk UMKM dan IKM di Sidoarjo. Mulai perizinan PIRT, BPOM, sertifikasi halal dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI),” imbuhnya.

Caranya kata Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, dengan berinisiatif mengirim Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sidoarjo yang terbaik untuk belajar sertifikasi perizinan BPOM, halal, PIRT dan bisa mengantongi SNI secara lokal (internal). Bahkan pengurusan perizinan dan sertifikasi itu, bakal diselesaikan dalam pelayanan satu atap agar prosesnya bisa lebih cepat.

“Nanti Pemkab Sidoarjo bakal mengeluarkan sertifiaksi internal untuk BPOM, Depkes, halal dan SNI itu dalam pelayanan satu atap. Bahkan seluruh perizinan untuk UMKM dan IKM di seluruh Sidoarjo dipercepat. Agar UMKM dan IKM menjalankan usahanya sudah sah demi hukum. Mereka juga bisa mengoperasionalkan usahanya lebih baik,” tegasnya.

Selama ini, seperti produsen pentol (Bakso) ini tidak ada kendala. Bahkan tak ada keluham warga yang sakit usai mengkonsumsi pentol ini. Bagi BHS sudah selayaknya usaha Pentol Mbak Ira itu lolos seleksi kesehatan (Depkes) dan selayaknya BPOM sudah dikeluarkan. Apalagi, sudah teruji berproduksi selama 15 tahun belum selesai perizinannya. Baik izin PIRT dan lainnya.

“100 hari kerja saya, semua perizinan UMKM dan IKM harus selesai. Itu harus direalisasikan. Karena UMKM pejuang ekonomi kerakyatan dengan sumbangan penghasilan 60 persen. Lebih besar dari pabrikan. Sekaligus menyerap tenaga kerja 90 persen lebih. Kami juga akan mengajak agar UMKM dan IKM di Sidoarjo tak kesulitan modal dengan bekerjasama dengan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kami juga siap membantu memasarkan produk UMKM dan IKM Sidoarjo,” jelasnya.

Sementara pemilik pabrik Pentol Mbak Ira, Imam Nur Hadi mengaku sudah mengajukan berbagai perizinan ke Pemkab Sidoarjo termasuk melalui sistem OSS. Tapi belum juga selesai.  “Kami minta pendampingan di dinas juga katanya belum diajari sistem OSS hingga perizinan saya masih proses sampai sekarang. Padahal, kami sudah mempekerjakan 30 karyawan dengan produksi 500 kilogram pentol per hari. Pemasarannya ke PKL dan warung binaan serta ke Mojokerto, Gresik Lamongan, Jombang dan Kediri,” ungkapnya.

Produsen pentol bakso lainnya, Isa Ansori usahanya terhambat perizinan BPOM. Menurutnya jika izin BPOM selesai akan mendongkrak pemasaran dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

“Kalau Pak BHS memimpin Sidoarjo dan berhasil mengeluarkan izin BPOM bagi UMKM dan IKM pentol di Sidoarjo kami akan sangat salut dan mengacungi dua jempol. Karena selama ini bantuan modal saja kami belum pernah mendapatkannya,” tandasnya. (wan/syn)

Lanjutkan Membaca

Politik

Kader Senior dan Aktivis ProMeg Siap Menangkan Eri- Armudji

Diterbitkan

||

DEKLARASI - Sejumlah kader senior PDI Perjuangan dan aktivis Promeg menggelar deklarasi pemenangan pasangan Eri Cahyadi - Armuji
DEKLARASI: Sejumlah kader senior PDI Perjuangan dan aktivis Promeg menggelar deklarasi pemenangan pasangan Eri Cahyadi - Armuji.

Bentuk Posko “Banteng Lawas”

(lebih…)

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler