Connect with us

Politik

BHS-Taufiq Siap Kembangkan Kesenian Ludruk Lewat Pentas Rutin

Diterbitkan

||

DIALOG : Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan para Ketua Kelompok Kesenian Ludruk di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo untuk menampung aspirasi sekaligus proyeksi pengembangan kesenian tradisional itu, Kamis (15/10/2020).
DIALOG : Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan para Ketua Kelompok Kesenian Ludruk di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo untuk menampung aspirasi sekaligus proyeksi pengembangan kesenian tradisional itu, Kamis (15/10/2020).

Memontum Sidoarjo – ­ Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) terhadap kesenian cukup besar. Salah satunya, Paslon nomor urut 1 ini, berkeinginan mengembangkan kembali Kesenian Ludruk asal Sidoarjo.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, dari sekitar 40 grup kesenian ludruk di Sidoarjo, tinggal 14 grup kesenian ludruk. Sebanyak 6 kelompok ludruk diantaranya berada di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. “Seni Ludruk ini dari Sidoarjo. Dulu digemari mulai generasi muda hingga para orangtua. Tapi sekarang mulai terlupakan. Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19 ini. Kalau diamanahi jadi bupati, saya berkewajiban mengembalikan agar kesenian rakyat ini

betul-betul kembali digemari masyarakat. Karena Ludruk itu cikal bakal lahirnya Srimulat. Sekitar 90 persen pemain Srimulat dari pemain Ludruk,” ujar BHS usai berdialog dengan para Ketua Kelompok (Grup) Kesenian Ludruk di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Kamis (15/10/2020).

Karena itu, lanjut mantan anggota DPR RI ini, pihaknya bakal menyiapkan anggaran di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Sidoarjo untuk pengembangan Kesenian Ludruk. Bahkan pihaknya berharap Kesenian Ludruk dapat menarik wisatawan mulai kabupaten dan kota tetangga seperti Surabaya, Mojokerto, Pasuruan dan Gresik hingga wisatawan dari berbagai penjuru nusantara (nasional) mau mengunjungi Sidoarjo. Termasuk warga Sidoarjo agar semakin menggemari Kesenian Ludruk.

“Nanti, kami siapkan gedung seni di Kampoeng Seni. Kalau lantai 1 dan 2 bakal digunakan sentra market, untuk gedung lantai 3 bakal digunakan gedung pusat kesenian dan pertunjukkan. Setiap Minggu para seniman ludruk akan 3 kali pertunjukkan dibagi 14 grup secara bergiliran. Puncaknya di Alun-Alun Sidoarjo agar bisa dilihat seluruh masyarakat Sidoarjo,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kata Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, pihaknya juga bakal melibatkan semua kelompok Kesenian Ludruk agar ikut meramaikan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo serta beberapa hari besar lainnya. Bahkan BHS bakal mengajak seluruh desa di Sidoarjo yang menggelar acara ruwatan desa bisa menampilkan Kesenian Ludruk di acara itu.

“Tujuannya agar warga tahu budaya dan sejarah Sidoarjo. Nilai sejarah ini harus digali. Misalnya soal sejarah Eyang Tjokro Negoro Bupati Pertama Sidoarjo dan Eyang Tjondro Negoro dan Eyang Brawijaya V sebagai asal usul dan cikal bakal Sidoarjo. Saya berharap masyarakat mau kembali mengenal budaya,” tegas Cabup BHS yang bergandengan dengan Cawabup Taufiq ini.

Selama berdialog dengan para seniman Ludruk itu, kata Cabup yang diusung 5 partai dalam Pilkada Sidoarjo ini, para seniman mengeluhkan tak pernah mendapatkan pekerjaan manggung (pentas). Apalagi, selama pandemi Covid-19. Menurutnya, seharusnya Pemkab Sidoarjo memberi semacam bantuan insentif agar para seniman Ludruk bisa bertahan hidup. Bahkan tetap mau terus menerus berlatih.

“Jangan sampai para seniman ini mencari pekerjaan lain. Akibatnya, seni dan budaya akan mati. Padahal, seni ludruk itu aset tinggalan nenek moyang dan sesepuh Sidoarjo. Diluar negeri seperti Thailand dan Perancis kultur dan budaya ini yang dikembangkan untuk menarik wisatawan dalam dan luar negeri,” pintah pengusaha transportasi sukses ini.

Sementara Pimpinan Ludruk Gemah Wijaya Balongbendo, Suwardi Wijaya mengaku selama pandemi dari 6 grup ludruk di Balongbendo tak ada yang mendapatkan bantuan apa pun dari Pemkab Sidoarjo. Bahkan jika Tahun 2012 – 2015 ada perlombaan dan pertunjukkan, kini sudah tidak adalagi. “Karena tak dapat perhatian, kami sangat mengeluh. Saya berharap ada Bupati yang mau memperhatikan dan peduli seniman ludruk. Saya sangat mendukung gagasan Pak BHS,” tandasnya. (wan/syn)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

BHS – Taufiq Siap Mempercepat Seluruh Jenis Perizinan UMKM dan IKM

Diterbitkan

||

DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono berdialog dengan produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang selama ini mengurus perizinan tak kunjung selesai, Kamis (22/10/2020) - BHS - Taufiq Siap Mempercepat Seluruh Jenis Perizinan UMKM dan IKM
DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono berdialog dengan produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang selama ini mengurus perizinan tak kunjung selesai, Kamis (22/10/2020).

Memontum Sidoarjo – Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS – Taufiq) terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) cukup serius. Bahkan Paslon yang diusung 5 partai dengan jumlah 18 kursi di DPRD Sidoarjo ini, dalam 100 hari kerjanya bakal siap menyelesaikan sejumlah kendala perizinan yang selama ini dikeluhkan pemilik UMKM dan IKM di Sidoarjo.

“Saya mengapresiasi usaha produksi (pentol) ini. Karena bisa membuka lapangan pekerjaan cukup banyak. Ada sekitar 30 karyawan yang bekerja. Bagi saya ini perusahaan yang profesional. Ini sudah patut mendapatkan berbagai bentuk dan jenis perizinan,” ujar Cabup Sidoarjo, BHS saat mengunjungi produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (22/10/2020).

Namun sayangnya, kata BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini, pabrik pentol Mbak Ira itu perizinannya yang sudah diajukan agak mengalami kesulitan. Bahkan usaha yang berjalan sekitar 15 tahun terakhir ini, belum ada perizinan yang bisa diselesaikan meski sudah diajukan ke Pemkab Sidoarjo dan sejumlah lembaga lainnya. “Ini pasti akan menjadi perhatian saya bila saya jadi bupati. Saya akan mempercepat semua proses perizinan untuk UMKM dan IKM di Sidoarjo. Mulai perizinan PIRT, BPOM, sertifikasi halal dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI),” imbuhnya.

Caranya kata Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, dengan berinisiatif mengirim Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sidoarjo yang terbaik untuk belajar sertifikasi perizinan BPOM, halal, PIRT dan bisa mengantongi SNI secara lokal (internal). Bahkan pengurusan perizinan dan sertifikasi itu, bakal diselesaikan dalam pelayanan satu atap agar prosesnya bisa lebih cepat.

“Nanti Pemkab Sidoarjo bakal mengeluarkan sertifiaksi internal untuk BPOM, Depkes, halal dan SNI itu dalam pelayanan satu atap. Bahkan seluruh perizinan untuk UMKM dan IKM di seluruh Sidoarjo dipercepat. Agar UMKM dan IKM menjalankan usahanya sudah sah demi hukum. Mereka juga bisa mengoperasionalkan usahanya lebih baik,” tegasnya.

Selama ini, seperti produsen pentol (Bakso) ini tidak ada kendala. Bahkan tak ada keluham warga yang sakit usai mengkonsumsi pentol ini. Bagi BHS sudah selayaknya usaha Pentol Mbak Ira itu lolos seleksi kesehatan (Depkes) dan selayaknya BPOM sudah dikeluarkan. Apalagi, sudah teruji berproduksi selama 15 tahun belum selesai perizinannya. Baik izin PIRT dan lainnya.

“100 hari kerja saya, semua perizinan UMKM dan IKM harus selesai. Itu harus direalisasikan. Karena UMKM pejuang ekonomi kerakyatan dengan sumbangan penghasilan 60 persen. Lebih besar dari pabrikan. Sekaligus menyerap tenaga kerja 90 persen lebih. Kami juga akan mengajak agar UMKM dan IKM di Sidoarjo tak kesulitan modal dengan bekerjasama dengan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kami juga siap membantu memasarkan produk UMKM dan IKM Sidoarjo,” jelasnya.

Sementara pemilik pabrik Pentol Mbak Ira, Imam Nur Hadi mengaku sudah mengajukan berbagai perizinan ke Pemkab Sidoarjo termasuk melalui sistem OSS. Tapi belum juga selesai.  “Kami minta pendampingan di dinas juga katanya belum diajari sistem OSS hingga perizinan saya masih proses sampai sekarang. Padahal, kami sudah mempekerjakan 30 karyawan dengan produksi 500 kilogram pentol per hari. Pemasarannya ke PKL dan warung binaan serta ke Mojokerto, Gresik Lamongan, Jombang dan Kediri,” ungkapnya.

Produsen pentol bakso lainnya, Isa Ansori usahanya terhambat perizinan BPOM. Menurutnya jika izin BPOM selesai akan mendongkrak pemasaran dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

“Kalau Pak BHS memimpin Sidoarjo dan berhasil mengeluarkan izin BPOM bagi UMKM dan IKM pentol di Sidoarjo kami akan sangat salut dan mengacungi dua jempol. Karena selama ini bantuan modal saja kami belum pernah mendapatkannya,” tandasnya. (wan/syn)

Lanjutkan Membaca

Politik

Kader Senior dan Aktivis ProMeg Siap Menangkan Eri- Armudji

Diterbitkan

||

DEKLARASI - Sejumlah kader senior PDI Perjuangan dan aktivis Promeg menggelar deklarasi pemenangan pasangan Eri Cahyadi - Armuji
DEKLARASI: Sejumlah kader senior PDI Perjuangan dan aktivis Promeg menggelar deklarasi pemenangan pasangan Eri Cahyadi - Armuji.

Bentuk Posko “Banteng Lawas”

(lebih…)

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler