Connect with us

Hukum & Kriminal

Curanmor Satroni Sudimoro, Curi CBR 150 CC

Diterbitkan

||

Sekitar lokasi kejadian. (ist)
Sekitar lokasi kejadian. (ist)

Memontum Kota Malang – Tak pernah dibayangkan oleh M Deni (26) mahasiswa, asal Tumpang yang sehari-harinya tinggal di kawasan Jl Ki Ageng Gribik, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kalau pada Rabu (14/10/2020) dini hari bakal kehilangan motor Honda CBR 150 CC tipe Moto GP.

Motor tersebut hilang saat diparkir di Sentra Kopi Jl Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Akibat dari kejadian ini, dia alami kerugian sebesar Rp 17 juta. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru.

Informasi Memontum.com bahwa bahwa M Deni bekerja salah satu kafe di Jl Sudimoro. Motor miliknya diparkir sejak Selasa (13/10) pukul 21.00. “Motor tidak saya kunci stang karena lahan parkiran bersama,” ujar Deni. Tentunya motor tidak dikunci stang stir untuk memudahkan penataan parkir karena juga banyak pelanggan yang parkir.

Usai kerja Deni menginap di kafe dan sempat memastikan kalau motornya masih ada di parkiran pada Rabu pukul 00.30. “Saya bersama teman menginap karena untuk menjaga kafe,” ujar Deni.

Pelaku cukup profesional dikarenakan aksinya tanpa menimbulkan suara gaduh. “Saya baru mengetahui motor hilang sekitar pukul 05.30,” ujar Deni. Karena motornya sudah tidak ada di parkiran. Dia sempat menanyakannya ke beberapa teman. Namun tidak ada yang mengetahui keberadaan motornya.

Dalam rekaman CCTV, pelaku berjumlah dua orang mengendarai motor matic. Satu pelaku sebagai eksekutor dan satu pelaku lainnya mengendarai motor mengawasi dari kejauhan. Hanya dalam hitungan menit, pelaku sudah berhasil mengusai motor tersebut dan kabur ke arah utara. “Saya sudah melapor ke polisi. Berharap motor saya bisa ditemukan kembali,” ujar Deni. (gie)

 

 

Hukum & Kriminal

Produksi Dupa Wagir Terbakar

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Malang – Gudang Dupa di Dusun Sekar Putih Rt 17 Rw 05, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi sasaran amuk si jago merah, Kamis (29/10) malam.

Beruntung, meski menghabiskan tempat produksi dupa, dalam kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa dan merambat kemana-mana.

“Kejadiannya sekitar pukul 22.05. Untuk memadamkan kobaran api, kami mengerahkan tiga unit mobil pemadam,” kata Kepala PMK Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Jum’at (30/10) tadi.

Dari keterangan di lokasi, tempat usaha tersebut milik Sodikin (36) warga setempat. Sementara bangunan yang menjadi tempat produksi, berukuran sekitar 8 meter x 12 meter.

“Yang terbakar hanya di tempat tersebut. Karena barang-barang yang ada mudah terbakar, akibatnya semua isi bangunan habis. Untuk penyebabnya, masih ditangani petugas kepolisian,” ujarnya. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

67 Warga Jadi Korban Investasi Bodong

Diterbitkan

||

Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.
Korban investasi bodong melaporkan dugaan penipuan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.

Mengaku Sebagai Pegawai Bank, Janjikan Bunga dan Hadiah

Memontum Malang – Sekitar 67 warga dari Kecamatan Jabung dan Kecamatan Pakis, beramai-ramai mendatangi Mapolsek Pakis, Rabu (28/10) petang. Kedatangan sejumlah warga tersebut, untuk mengadu perkara dugaan penipuan investasi yang menimpanya.

Penipuan tersebut, dilakukan oleh salah satu karyawan bank, yang mengaku-ngaku dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah. Dalam aksinya, terduga pelaki menawarkan deposito berbunga.

Kepala Unit I Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Margas, menyampaikan bahwa untuk mempermudah penyelidikan, Satreskrim Polres Malang membuka posko pengaduan guna melayani para warga yang tertipu.

Dipilihnya Mapolsek Pakis sebagai tempat penyelidikan, karena lantaran sebagian besar korbannya, adalah warga dari Kecamatan Pakis. “Kami dari Polres Malang, telah melakukan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana penipuan tersebut. Sementara, korban yang sudah melapor, tercatat ada sebanyak 67 orang. Jumlah itu, kemungkinan akan terus bertambah dan kami akan menyelidikinya,” ujar Ronny, Kamis (29/10) tadi.

Ronny menambahkan, dengan adanya posko pengaduan atas tindak pidana ini, diharapkan dapat memudahkan warga yang menjadi korban penipuan, untuk mengadu dan melapor. Secara bergantian, seluruh korban nantinya dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Dari pemeriksaan sementara, korban tersebut menyetorkan uang untuk deposito dengan jumlah yang bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta hingga ratusan juta. Mereka dijanjikan mendapatkan bunga, yang diantaranya untuk setoran Rp 10 juta perbulan, akan menerima Rp 400 ribu,” tambahnya.

Untuk lebih meyakinkan korban, lanjut Ronny, pelaku ini juga memberikan iming-iming hadiah setelah korban menyetorkan depositonya. “Korban ini diberi iming-iming hadiah mulai dari mulai payung, kipas hingga sepeda motor. Itu sesuai dengan jumlah deposito yang disetorkan,” tambahnya.

Salah seorang korban, yakni Muhammad Alfan Suhudi (29) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, menjelaskan kalau dirinya telah menyetorkan deposito sebesar Rp 20 juta kepada pelaku. “Awalnya, itu istri saya menyetorkan deposit Rp 10 juta. Lalu, setoran itu saya tambahi Rp 10 juta. Saat itu, kami dijanjikan bunga Rp 400 ribu dan ditambah dengan HP merk Vivo,” ungkapnya.

Uang sebesar Rp 20 juta yang disetorkan kepada pelaku tersebut, tambahnya, guna mengikuti program Desposito Faedah yang di tawarkan pelaku.

“Ketika saya menyetor, saya dimintai uang tunai dan langsung diberi kuitansi, HP dan payung. Pelaku dalam setiap kali aksinya, mengatakan kalau dirinya adalahnya karyawan BRI Syariah sebagai Account Officer (AO) di Jalan Kawi. Namun, ketika saya cek ternyata kantornya sudah pindah di Suhat dan karyawan disana mengaku tidak ada yang mengenal pelaku sama sekali,” tutupnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler