Connect with us

Probolinggo

Sejumlah Ormas dan Kepemudaan Sepakat Jaga Kota Probolinggo Yang Damai

Diterbitkan

||

Deklarasi damai yang diselenggarakan Polres Probolinggo Kota bersama organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan.
Deklarasi damai yang diselenggarakan Polres Probolinggo Kota bersama organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan.

Memontum Probolinggo – Menyikapi kegaduhan yang terjdi di beberapa di daerah, Polres Probolinggo Kota bersama organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan, menggelar deklarasi damai di Hall Sebaguna Polresta Probolinggo, Jumat (16/10/202).

Dalam deklarasi tersebut, mereka meminta semua pihak mampu menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah Kota Probolinggo.

Sejumlah Ormas Islam dan kepemudaan yang hadir pada deklarasi damai itu diantaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila dengan tetap menerapkan protokol kesehatan bermasker dan menjaga jarak.

Selain diikuti ormas kepemudaan, deklarasi damai juga diikuti perwakilan sekolah dari Disdikbud Kota Probolinggo. Masing-masing pihak mendeklarasikan diri untuk mengedepankan kedamaian dan menolak setiap bentuk anarkisme. Sebagai bentuk komitmen menjaga Kamtibmas bersama-sama.

Dalam deklarasi tersebut mereka sepakat untuk ikut menjaga ketertiban Kota Probolinggo dan tidak ikut-ikutan demonstrasi mengarah ke anarkis.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya mengatakan, kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Menyampaikan aspirasi di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Namun hal tersebut jangan sampai mengganggu ketertiban umum. Apalagi sampai melakukan tindakan anarkis yang berujung perbuatan pidana,” terangnya.

“Bukan berarti pihak Kepolisian menghalang-halangi orang menyampaikan aspirasi. Penyampaian aspirasi dilindungi undang-undang. Tapi hak menyampaikan pendapat itu ada batasannya, berupa menghormati hak orang lain,” jelas Ambariyadi.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, penyampaian aspirasi pada masa pandemi Covid-19 ini harus memperhatikan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Virus Corona secara lebih luas.

“Jangan sampai hanya gara-gara menyampaikan aspirasi di muka umum, lalu menjadi kluster baru penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Moch. Maskur menyebut, pelibatan pihak sekolah tingkat SLTA pada deklarasi tersebut agar tidak terulang lagi adanya siswa SLTA yang ikut-ikutan aksi demonstrasi.

“Siswa berhak mendapat pendidikan politik, tapi tidak boleh berpolitik praktis. Kami tekankan pihak sekolah untuk mengawasi siswa-siswinya secara ketat, jika ada yang kembali ikut-ikutan demonstrasi akan diberi sanksi oleh sekolah,” jelasnya. (geo/syn)

 

 

Pemerintahan

Wali Kota Serahkan Penghargaan Keltana

Diterbitkan

||

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, menyerahkan penghargaan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) kepada Kelurahan Sukoharjo.
Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, menyerahkan penghargaan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) kepada Kelurahan Sukoharjo.

Memontum Kota Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, menyerahkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (20/10) tadi. Penghargaan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) tingkat Pratama Provinsi Jatim itu, diberikan kepada Kelurahan Sukoharjo.

Wali Kota Probolinggo, dalam pemberian penghargaan tersebut, berharap agar prestasi itu bisa diikuti kelurahan lain.

“Kepada Kalaksa BPBD, Pak Gito (Sugito Prasetyo), semua kelurahan di Kota Probolinggo, harus bisa siap seperti Sukoharjo. Semua harus menjadi Kelurahan Tangguh Bencana,” pesan Wali Kota, Habib Hadi, dalam penyerahan penghargaan yang dilakukan di Aula Kelurahan Sukoharjo di Jalan Lumajang.

Masih menurut Habib Hadi, Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) adalah kelurahan yang memiliki kemandirian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Serta, mampu memulihkan diri dengan cepat setelah bencana terjadi.

“Alhamdulillah, Kelurahan Sukoharjo sudah membuktikan warganya terlibat dalam berperan aktif dalam kebencanaan. Mudah-mudahan, ini bisa ditiru kelurahan lain di Kota Probolinggo. Karena semangat kebersamaan inilah, kunci dari keberhasilan,” imbuh Habib Hadi.

Wali kota pun mengapresiasi warga dan seluruh elemen di Kelurahan Sukoharjo, yang terlibat atas kesuksesan ini. Piala dan penghargaan yang diterima di Grahadi, akhirnya diserahkan kepada Lurah Sukoharjo dan Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB).

“Penghargaan ini sebagai spirit saling bahu membahu untuk Kota Probolinggo. Tentunya, pada masing-masing kelurahan punya potensi, tantangan dan rintangan. Maka, jadikan itu sebagai semangat tapi jangan terlena karena ada hal-hal yang harus diantisipasi,” jelasnya. (kom/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Probolinggo

Para Pejabat Pemkot Senam Cerdik di Bunderan Glaser

Diterbitkan

||

Para pejabat di kalangan Pemkot bersama sejumlah pegawai melakukan olah raga senam cerdik di bunderan Gladak Serang (Glaser), Senin (19/10/2020).
Para pejabat di kalangan Pemkot bersama sejumlah pegawai melakukan olah raga senam cerdik di bunderan Gladak Serang (Glaser), Senin (19/10/2020).

Memontum Probolinggo – Dalam mengedukasi masyarakat supaya lebih rajin berolahraga di masa pandemi Covid 19, Pemkot Probolinggo mempunyai cara tersendiri. Seperti yang terlihat tadi pagi, nampak para pejabat di kalangan Pemkot bersama sejumlah pegawai melakukan olah raga senam cerdik di bunderan Gladak Serang (Glaser), Senin (19/10/2020).

Bunderan Glaser merupakan salah satu ikon baru Kota Probolinggo. Banyak masyarakat yang beraktifitas disana, seperti jogging, jalan santai, nongkrong hingga jadi titik kumpul para komunitas gowes.

“Manfaatkan Glaser untuk kegiatan positif. Kami senam disini karena banyak masyarakat yang melintas, harapannya bisa menjadi contoh agar mereka ikut senam untuk meningkatkan imun ditengah pandemi,” ajak Walikota.

Senam cerdik juga diikuti Sekda drg Ninik Ira Wibawati, para asisten, staf ahli, kepala OPD dan pegawai di OPD terdekat dari Glaser yaitu Dispenduk Capil dan DKUPP. Tak lupa, senam tersebut juga menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

“Senam cerdik yang dilakukan ditempat terbuka bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar,t idak hanya pada kalangan ASN saja. Sementara itu, di lingkungan Pemkot Probolinggo sendiri senam cerdik dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis,” terang Kepala Disdukcapil, Sukam. (geo/mzm)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler