Connect with us

Pemerintahan

Gubernur Jatim Serahkan Sertifikat PTSL Kepada Warga di Trenggalek

Diterbitkan

||

Penyerahan sertifikat PTSL kepada masyarakat Trenggalek oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Penyerahan sertifikat PTSL kepada masyarakat Trenggalek oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Memontum Trenggalek – Dalam serangkaian kunjungannya ke Kabupaten Trenggalek, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga menyerahkan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada warga masyarakat Kabupaten Trenggalek, Sabtu (17/10) sore.

Didampingi dengan instansi vertikal di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gubernur mengungkapkan jika kegiatan ini merupakan salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat di Jawa Timur.

“Hari ini saya ditemani dengan instansi vertikal Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Baik dari Badan Pertanahan Nasional, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik, BPJS Ketenagakerjaan, Bulog dan Perbankan, turun ke daerah-daerah dalam rangka penguatan ekonomi kepada masyarakat di Jawa Timur. Tidak terkecuali, dalam kunjungan ke Kabupaten Trenggalek ini,” ucap Gubernur Jatim saat dikonfirmasi.

Dikatakan Khofifah, setelah dari Trenggalek, pihaknya juga akan melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Pacitan. “Sederhananya adalah, kita ingin rakyat Jawa Timur, itu sehat. Dan ekonominya Jawa Timur, sehat. Kita juga ingin rakyat Jawa Timur, selamat dan juga ekonominya selamat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, proses ini juga beriringan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Seperti halnya Dinas Pemberdayaan Desa, Dinas Sosial dan Dinas Perkebunan.

Untuk support finansial, Khofifah menyebutkan, dari beberapa lembaga Perbankan baik Bank Jatim, UMKM Jatim maupun Bank Indonesia dan OJK. “Tadi juga diserahkan sekitar 2935 sertifikasi PTSL. Tentu, kita berharap sertifikat ini selain menjadi ketenangan bagi yang memiliki juga jika ingin menggunakan itu sebagai jaminan. Sehingga, bisa mendongkrak ekonomi masyarakat,” jelas Khofifah.

Disingung terkait vaksin Covid-19, Khofifah enggan memberikan komentar. Ia hanya mengatakan jika semua itu masih menunggu kewenangan dari Pemerintah Pusat.

“Saya hanya mendengar untuk Jawa Timur, dan akan ada beberapa daerah yang mendapat prioritas. Nanti, jika sudah final dan mendapatkan surat tertulis dari pusat untuk Jawa Timur, seperti apa dan mendapatkan berapa vaksin, akan kita umumkan,” tutupnya. (mil/sit)

 

 

Pemerintahan

Bupati Maryoto Minta Santri Ikut Jaga NKRI

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Tulungagung – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, meminta kepada santri untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai covid 19. Selain itu, juga tetap berkarya meski di masa pandemi Covid 19.

Pesan tersebut, disampaikan Maryoto, saat memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2020 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (22/10) tadi.

Seraya mengenakan kopyah, berkemeja dan sarung putih yang dibalut jas hitam, Bupati mengajak,.para santri untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, santri merupakan salah satu generasi penerus bangsa, yang patut menjadi teladan. Karena, kyai dan santri ikut berjuang mendirikan negara ini.

“Jaga dan peliharalah NKRI. Sebab, para kiai dan para santri, dahulu berjuang melawan penjajah dan mendirikan Negara Republik Indonesia,” kata Maryoto Bhirowo, saat memberikan sambutan.

Maryoto Birowo juga meminta, agar santri bisa menentukan sikap kepada hal yang baik dan benar. Serta, mengatakan tidak kepada hal yang bathil.

“Santri harus bisa mengambil sikap amanatul haq. Ya, berani mengatakan iya pada yang benar dan berani mengatakan tidak pada yang bathil,” tambahnya.

Dalam apel peringatan itu, tidak kurang sekitar 120 orang, yang turut memeriahkan peringatan. Tingginya animo, membuat peringatan HSN tahun ini terlihat eksklusif dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan peringatan HSN 2020, semoga Allah SWT segera mengangkat wabah ini,” harapnya.

Sekedar diketahui, HSN ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Hal ini, merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional, KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi kemerdekaan. (zul/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Selama Libur Panjang Kota Malang Tetap Terima Wisatawan

Diterbitkan

||

Wali Kota Malang, Sutiaji.
Wali Kota Malang, Sutiaji.

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, tidak akan melakukan pembatasan wilayah selama memasuki cuti bersama atau libur panjang. Bahkan, terhadap wisatawan yang bakal ke Kota Malang, juga diberlakukan hal serupa.

“Silahkan berlibur, karena memang ini seperti hari raya (libur panjangnya). Dan pasti, hari Selasa sore dan Rabu, akan menjadi puncak-puncaknya mudik. Kemudian Minggunya, puncaknya arus balik,” ujar Sutiaji saat diwawancarai pada Kamis (22/10) tadi.

Sebenarnya, tambah Sutiaji, ada saran dari epidemiologi, bahwa boleh mudik tapi tidak usah liburan. Hanya saja, untuk tempat-tempat wisata tetap dibuka.

“Intinya, tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Mensikapi libur panjang, Sutiaji menjelaskan, bahwa pihaknya telah meminta kepada instansi terkait, yakni Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, untuk melakukan pengecekan fasilitas. Salah satunya, standart protokol kesehatan di tiap tempat wisata dan hotel.

“Hal itu tetap dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid. Saya minta, prosedur untuk cuci tangan, thermogun, wajib dilakukan,” tegasnya. (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler