Connect with us

Kota Malang

Berawal dari Solois kini Geluti ‘Sak Celupan’

Diterbitkan

||

Yudi Prata: Saat memeragakan adegan yang berada didalam video klip 'Sak Celupan'.
Yudi Prata: Saat memeragakan adegan yang berada didalam video klip 'Sak Celupan'.

Buat Orang Tertawa Lebih Sulit Daripada Menangis

Memontum Kota Malang – Yudi Prata, yang bernama asli Mika Yuda Pratama, merupakan sosok yang berangkat dari band entertaint di tahun 2009. Meniti karir di tahun 2015, pria kelahiran Kota Malang ini, merupakan seorang penyanyi solois dan sudah mengeluarkan empat single.

“Di tahun 2015 ada ‘Kembali ke Masa Silam’, tahun 2016 ‘Sepanjang Tua’, tahun 2017 ‘Biarkan Misteri’, dan tahun 2020 ‘Seandainya Kau Mengerti’. Iku kabeh (itu semua) mas, gak payu (laku). Bikin video kan gak murah juga mas, subscriber ku aja dari 2015 sampai 2020 cuman 157 subscriber,” ujar Yudi, Minggu (18/10) tadi

Setelah lama menghilang, di penghujung tahun 2020, Yudi muncul dengan kejutan baru yang dapat membuat dirinya semakin dikenal orang dan lebih termotivasi dalam membuat sesuatu yang baru dengan atensi yang lebih.

“Sak Celupan, itu sebenarnya tantangan dari anak-anak. Kenapa gak mengikuti musim Jawa-an, kan Malang terkenal dengan Rock dan Idealisnya. Aku belum bisa kesitu, ya akhirnya aku membuat sesuatu yang lain yakni musik dangdut Jawa-an dengan balutan komedi yang berbeda,” tambahnya.

Yudi mengungkapkan, judul yang sedikit nyeleneh itu memang dibuat sedemikian rupa untuk mengonsep dirinya bagaimana sikap Jenaka yang menurutnya itu ‘Gendeng’ (Gila) itu dapat menguatkan atensi dan membuat dirinya viral.

“Asik yo judul e hahaha. Judul yang menurutku, sebuah kata-kata yang hampir semua orang tahu terutama orang dewasa. Mengarah ke kata-kata yang berkonotasi sedikit ambigu memang. Kan bisa dilihat, konsep komedi patahan itu ada dan aku pakai. Kayak di video klip, tiba-tiba aku bawa galon, tiba-tiba aku bawa gas, yaitu komedi patahan,” tambahnya sambil tertawa.

Akhirnya, lanjut Yudi, judul tersebut di plesetkan dengan materi humor. Karena menurutnya, keinginan menghibur dan memotivasi masyarakat sangat besar.

“Indonesia kan lagi sedih, aku ingin menghibur lewat apa yang memang aku bisa. Karena membuat orang tertawa itu lebih susah dari pada membuat orang sedih,” tutupnya. (riz/sit)