Connect with us

Politik

Mas Ipin Dorong Terwujudnya 100 Desa Wisata di Trenggalek

Diterbitkan

||

KAMPANYE: Calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melakukan kampanye di Kecamatan Gandusari.
KAMPANYE: Calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melakukan kampanye di Kecamatan Gandusari.

Memontum Trenggalek – Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2 Mochamad Nur Arifin dorong terwujud program 100 desa wisata di Kota Keripik Tempe. Dengan waktu yang hanya 3 tahun masa administrasi pemerintahan tahun 2021-2024, jika kembali mendapatkan amanah memimpin Trenggalek, Mas Ipin sapaan akrabnya mengatakan, harus mampu melakukan transisi dari masa relief (2020) kearah recovery (2021-2022) bahkan rise di tahun selanjutnya.

“Cara paling cepat membangun ekonomi rakyat adalah dengan adanya desa wisata. Memang di saat pandemi, sektor wisata paling terpukul, akan tetapi pada masa post-covid, orang akan jenuh berdiam di rumah,” ungkap Cabup Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020) siang.

Dikatakan suami Novita Hardini ini, perjalanan dan wisata akan menjadi satu terapi, pilihan mereka pun akan mengarah pada low-budget tourism, clean, hygiene, safe, environtmentally sustainable tourism dan high-excitement and high-experiences tourism.

“Memang kia targetkan dari 157 desa yang ada, kita pacu kepala-kepala desa untuk bisa membuat minimal 1 destinasi wisata. Jadi kita target selama 3 tahun ke depan ada 100 desa wisata baru,” imbuhnya.

Kenapa harus desa wisata, lanjut Cabup Arifin, kalau wisata yang dikelola pemerintah, pendapatan yang dihasilkan juga akan diterima pemerintah. Sedangkan masyarakat tidak bisa merasakan langsung.

“Akan tetapi jika desa wisata terbentuk, semua sektor bisa tergerak. Misalnya Putri Maron di Kecamatan Bendungan, saat berwisata disana saya bertemu dengan masyarakat sekitar yang membawa buah rambutan. Apakah biasanya masyarakat berjualan buah rambutan, dan dijawab hanya sekedar menanam buah itu dirumah,” kata Cabup Arifin.

Selama masa panen, Mas Ipin bertanya dibawa kemana buah rambutan itu dan dijawab tidak dijual. Jika ada yang menginginkan juga akan diberikan. Dan berhubungan dengan adanya wisata Putri Maron ini, masyarakat mencoba menjual buah rambutan dengan membuka lapak di sekitar lokasi. Mengingat pengunjung yang datang cukup banyak.

“Hal-hal seperti ini yang diharapkan jika nantinya setiap 1 desa memiliki 1 destinasi wisata. Bukan hanya pihak pengelola yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat sekitar akan merasakan dampaknya,” tegasnya.

Masih terang Bupati Trenggalek non aktif ini, merasakan kehidupan warga desa, dengan segala bentuk kearifan lokal dan keindahan tanah dan kebudayaan mereka, akan menjadi satu daya tarik.

“Ketika Desa Wisata berbasis kolaborasi terbangun, bukan sekedar destinasi Wisata Desa, melainkan sebuah ekosistem Desa Wisata. Maka, Desa Wisata ini akan menjadi platform yang mengagregasi sektor on-farm (pertanian, perikanan, budidaya, perkebunan, kehutanan), dan juga off-farm diolah menjadi kuliner, handycraft, bahkan sektor hospitality seperti penginapan, jasa transportasi, dan UMKM lainnya,” pungkas Mas Ipin. (mil/syn)